Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Persiapan kejutan


__ADS_3

Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Veren melihat kearah harry yang sedang memakan suapan pertama.Ia melihat wajah harry berubah menjadi kaku."Pasti tidak enak ya?"


Harry langsung mengubah expresi wajahnya.


"Tidak, rasanya lumanyan, kok"


"Benarkah?" veren menjadi senang.Ia mencoba memakan terong goreng dan langsung memuntahkan kembali."Biarkan aku menambahkan sedikit garam"


Astaga! veren lupa memasukkan garam ke terong goreng,wajah veren menjadi merah karena malu.


Harry sebenarnya ingin tertawa melihat wajah veren yang menggemaskan saat merasa malu.


Apakah harus memanggil juru masak, agar wanita tersebut tidak merasa tertekan?


Namun saat mencoba dua masakan yang lainnya harry membatalkan niatnya,Kedua masakan ini masih terbilang lumanyan enak, hanya saja terong tadi kurang garam saja.


Veren membawa terong ke meja makan dan buru-buru mencoba masakan yang lainnya, ia merasa puas, dua masakannya masih terbilang enak.


Harry makan dengan banyak dari kemarin belum makan,untungnya veren memasak hidangan sedikit banyak dan cukup di makan berdua.


Setelah mencuci piring veren kembali mendekati harry yang berada di ruang tamu.


Harry menyambutnya."Ayo naik ke atas, aku akan menunjukkan kamarmu"


Hati veren menjadi sedikit sakit,cindy pernah tinggal disini untuk beberapa hari,ia bertanya dengan ragu-ragu."Apakah ini kamar yang pernah digunakan oleh cindy?"


Harry langsung menjelaskan."Bukan, kamar ini belum pernah digunakan"


Veren berpikir, harry pasti akan mengabulkan permintaan dari cindy saat itu dan membuat hatinya sedikit kacau, lagipula cindy adalah wanita malam dan terbiasa merayu pria, apakah mereka berdua pernah tidur bersama?


Harry melihat wajah veren yang marah dan mengerutkan alisnya."Kenapa? apakah kamu tidak menyukai kamar ini?"


"Tidak apa-apa" veren menjadi kesal dan tidak berani menanyakan tentang hubungan harry dan cindy sudah sejauh mana?


Harry merasa bingung, mengapa wanita ini tiba-tiba marah, apakah ia melakukan kesalahan?

__ADS_1


"Kamu kurang istirahat kemarin malam, bagaimana kalau kamu istirahat dulu"


"Baiklah" veren menganggukkan kepala.


"Kalau ada sesuatu kamu bisa memanggilku di kamar sebelah"


"Oke"


Harry merasa bingung dengan sikap veren yang tiba-tiba marah, apakah wanita ini masih marah dengan sikapnya yang dulu?


"Veren,aku meminta maaf atas kesalahanku dulu,kamu bisa menyuruhku melakukan apapun" harry tidak ingin veren memiliki dendam di dalam hatinya.


"Aku sudah ingin istirahat" veren tidak berani bertanya masalah pribadinya.


Harry menghela nafas dan akan memperlakukan veren lebih baik di masa depam.


Di sebuah villa mewah bernett dan keluarganya sudah sampai di tempat wisata, dua anak perempuan memakai pelampung di kolam renang yang dangkal.


Candice dan bernice sedang mengajak putri kecilnya bermain di kolam renang, sementara bernett mengajari bryan untuk berenang, hanya beberapa kali mencoba bryan sudah bisa berenang dengan lancar.


Bryan dan bernett berada jauh di ujung kolam renang."Daddy, bagaimana dengan persiapan kejutanmu? apakah malam ini bisa dilakukan?"


"Sssst, jangan sampai mommymu tahu,kalau dia tahu, ini bukan kejutan lagi"


Semua keluarga gong sudah mengetahui bernett akan melakukan lamaran malam nanti, hanya candice sendirian yang tidak mengetahui.Bernett selama ini belum pernah melamarnya secara resmi,jadi bertekad ingin melamarnya di pulau ini.


Semua persiapan sudah selesai dan menunggu pelaksanaannya.


Saat sore hari satu keluarga sedang bersantai, hanya brian yang berada di kamarnya menonton film kartun.


Bernice mendekati candice dan memegang tangannya."Kakak ipar, nanti malam keluar,yuk"


"Kemana?" candice menjadi penasaran.


"Dengar-dengar di alun-alun pusat kota ada pesta tari,aku sudah lama tidak ikut pesta setelah melahirkan,maukah kamu menemaniku?"


Hannah mendukung ide bernice."Ikut saja, candice, kamu sibuk merawat anak setiap hari, malam ini serahkan anak-anak kepadaku, lagipula mereka berdua tidak rewel"


Candice juga tidak enak harus menolak ajakan bernice."Ayo, kapan kita berangkat?"


"Setelah makan malam, kita harus menggunakan gaun yang cantik"


"Gaun malam? aku tidak membawa loh"

__ADS_1


Bernice tersenyum."Tenang saja, aku sudah menyiapkan satu untukmu"


Candice tersenyum lega."Ada-ada saja kamu, ternyata kamu sudah ada persiapan"


"Ayo,sebentar lagi waktu makan malam"


Candice memanggil putranya yang berada di dalam kamarnya."Bryan,sudah waktunya makan"


Bryan turun dari lantai atas dan mengedipkan matanya ke tantenya, sejauh ini rencana mereka berjalan dengan lancar.


Semua orang makan dengan lahap, bahkan kedua bayi kecil makan sampai mengotori wajahnya.Setelah makan malam hannah dan beberapa pelayan mengambil tugas untuk merawat kedua bayi perempuan.


Bernice mengajak candice ke kamarnya, setelah membuka lemari, candice melihat dua gaun mewah di dalamnya.


"Wah, bagus sekali, buat apa kamu menyiapkan gaun pesta sebagus ini?"


"Karena aku tahu pulau akan mengadakan pesta tari, kita berdua jalan-jalan juga, oke kok"


Candice dan bernice berganti gaun bersama-sama,mereka berdua saling kagum dengan penampilan satu sama lain, tidak lupa menambahkan riasan di wajah mereka.


Begitu mereka turun langsung disambut oleh manager hotel."Nona gong, nona cheng, mobil kalian sudah siap"


Bernice sendiri tidak asing dengan pulau ini dan mengerti acara apa yang akan diadakan.


Kini hatinya sangat bahagia dan penuh penantian.


Mobil melaju di jalan raya dan cahaya lampu menambah manis suasana dalam kota.


Bernice melirik ke arah jam tangannya dan senyumannya penuh arti.


Sedan berhenti di alun-alun kota, banyak pasangan muda-mudi, ini adalah tarian singgle dan bebas, ada pula yang menari dengan pasangan mereka.


Bernice menarik tangan candice ke tengah kerumunan dengan diiringi musik yang enak mereka berdua mulai menari, sementara beberapa pengawal bernett mengawasi mereka berdua secara diam-diam.


Setelah menari selama setangah jam mereka berdua mulai kelelahan."Masih terlalu pagi untuk pulang, bagaimana kalau kita jalan-jalan?" bernice merapikan gaunnya.


"Boleh,mau kemana?" candice juga merasa senang mempunyai waktu diluar.


"Kita pergi ke daerah teluk saja"


"Baiklah, aku akan ikut denganmu"


Mereka berdua pergi ke teluk diantar oleh sopir.

__ADS_1


__ADS_2