Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Berkunjung ke kediaman tuan besar


__ADS_3

Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


.........


Setelah keluar dari kamar mandi nickon keluar dengan jubah mandi, pria yang habis mandi memancarkan kesegaran dan harum tubuhnya memabukkan.


Bernice mencium bau tersebut sedikit melayang, ia dengan malu- malu memeluk tubuh nickson.


"Makan malam tadi enak tidak?" bernice bertanya.


"Kamu kemari hanya ingin menanyakan ini?"


"Tidak kok!apakah kamu dan putri sarah menghabiskan waktu bersua dengan senang?"


"Hanya mengobrol tentang pekerjaan saja,tidak ada senang atau tidak" nickson menutupi dari bernice.


Sebenarnya putri sarah menunjukkan minat padanya.


Bernice menyipitkan matanya, ia belum percaya."Beneran?"


"Aku tidak perlu berbohong padamu" walaupun putri sarah menggodanya, ia akan langsung menolak dengan tegas, dari awal hatinya hanya ada bocah ini.


Bernice pun percaya, ia bertanya dengan manja.


"Malam ini aku tidur dimana?"


"Kamu ingin tidur dimana?"


"Aku ingin tidur di ranjangmu" bernice berkata nakal.


"Kalau begitu, kamu tidurlah disana"


"Bagaimana dengamu?"


"Aku tidur di kamar tamu"


Bernice memegang wajahnya."Kalau nanti malam aku kedinginan bagaimana?"


"Nyalakan pemanas"


Bernice memang sengaja mencari masalah.


"Kalau aku mimpi buruk bagaimana?"


Nickon mencubit hidungnya pelan."Bilang saja kamu ingin tidur denganku malam ini, kamu tidak takut akibat menggodaku"

__ADS_1


Bernice kehabisan kata- kata, ia takut pria ini akan menjadi ganas.


Ia tertawa kecil."Yasudah, kamu tidur di kamar tamu, sampai jumpa besok"


Kota A


Pagi hari


Candice membuka mata melihat anaknya tidur di sampingnya, ia mencium wajah sang anak hingga terbangun.


Bryan mengusap matanya."Mommy,aku sudah libur"


Candice tahu anaknya sudah sekolah penuh di semester ini, lalu berkata."Iya, kamu mau main apa boleh, nanti mommy temani"


"Besok kita berangkat ke rumah kakek, nenek"


Candice tersenyum, ia memang menunggu untuk berlibur di luar negeri."Baik, hari ini aku akan membereskan semuanya, besok kita bisa langsung berangkat.


"Daddy kasihan ia harus masih bekerja"


Candice tertawa dalam hati, dia memang kasihan, dia adalah bos,walaupun bisa mengatur waktu sesuai keinginan,tapi tanggung jawab yang dipikul akan bertambah, jika dia berlibur terlalu lama.


Saat ini bernett masuk ke kamar, langsung berbaring di sebelah candice, ia juga ikut masuk dalam selimut.


Candice langsung merasa was- was, dasar pria ini, anak masih disini.


Bocah kecil sama sekali tidak keberatan dengan kedekatan mommy dan daddy, ia sangatlah bahagia.


Apakah pria ini tidak punya malu, berani memegang tubuhnya, sementara anak ada di sebelahnya.


"Kita pergi sarapan yuk, Kali ini kita makan di luar" Candice memberikan ide sambil mendorong anaknya turun dari kasur.


Bernett yang belum menyentuh dengan puas, ia sedikit kurang senang."Kita berbaring sebentar lagi"


Candice tidak mau disentuh olehnya di dekat anaknya turun dari kasur bersama bryan.Ia menggandeng anaknya ke kamar mandi.


Bernett dengan wajah tidak senang kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.


Limabelas menit kemudian,mereka bertiga turun ke bawah, mobil pengawal sudah menunggu disana.Bernett tadi sudah memesan restoran di dekat rumahnya, ia memesan walet untuk candice agar badannya kembali fit setelah datang bulan.


Hari ini adalah hari ke 8 candice datang bulan, bernett sudah tidak tahan menunggu lebih lama lagi.


Sebelum wanita ini pergi berlibur dengan anaknya , ia harus tidur duluan dengan candice.


Setelah sarapan mereka pergi ke istana gong untuk menemani sang anak makan siang.


Kedua orang tua bernett menyambut candice dengan baik.Mereka mendengar candice juga ikut ke peternakan pasangan suami istri merasa bahagia.Sekarang di sana memiliki banyak waktu luang, dan lingkungan disana sekarang sedang turun salju, sangat layak dinikmati bersama keluarga.


Siang hari, karena bryan sudah mau berlibur ke luar negeri, dedrick merasa harus membawa bryan menemui ayahnya, kebetulan bernett dan candice juga berada disini, jadi bisa berangkat bersama ke kediaman gong.

__ADS_1


Tuan besar memang sudah rindu dengan bocah kecil ini,Kali ini melihat candice datang kesini untuk menjenguknya, ia merasa bahagia.


Candice selalu takut untuk datang ke kediaman gong, namun saat ia baru masuk ke rumah, ia baru sadar, ini hanyalah sebuah rumah tua yang besar di tengah kota, di sekitarnya masih asri dan tampak kuno.


Candice mendekat ke arah kakek gong, namun ia bingung harus ngomong apa, kakeknya bernett dan juga kakek buyut anaknya, ia merasa bingung harus memanggil apa?


"Panggil saja kakek seperti aku" bernett mengerti kebingungan wanita di sebelahnya.


Candice masih merasa segan memanggilnya, tapi di depan orang berusia lebih dari 60 tahun memanggil kakek sepertinya cocok.


"Kakek" candice menyapa dengan sopan.


Kakek gong tertawa."Baik, aku akan memanggil kamu bocah cheng ya"


Kakek gong mengela nafas di dalam hatinya, teringat dulu ingin memisahkan wanita ini dengan anaknya dan bernett, ia pun merasa menyesal sekarang,untung dirinya tidak bersikeras sampai akhir, kalau tidak cucunya harus menderita berapa lama?


Sikecil melihat kakek dan mommy bersahabat dengan baik, hatinya merasa senang.


Candice seperti sedang bermimpi, ia tidak menyangka akan di terima di keluarga gong, debby pernah berkata padanya,kalau keluarga gong tidak mungkin menerima wanita dengan latarbelakang tidak jelas seperti dirinya, bahkan laura huo juga pernah mengejeknya dengan masalah ini, namun sekarang ia sedang di keluarga gong dan di terima dengan baik .


Ini benar- benar sulit di percaya.


"Apakah perlu aku mengajakmu berkeliling?Rumah kediaman keluarga gong ini terdaftar sebagai salah warisan budaya negara ini"


"Benarkah?" candice merasa terkejut.


"Iya maksud kakekku,nanti rumah ini akan dikembalikan pada pemerintah"


Candice juga merasa rumah tua ini sangat berharga, terdapat pavilion dan cornice yang menunjukkan umur bangunan,diatas cornice ada sebuah batu kecil ditata berbentuk singa, ini terlihat sangat gagah.


Tiba- tiba muncul anjing besar berlari ke arah mereka berdua sambil menggonggong, ini sangat membuat candice merasa terkejut, ia langsung bersembunyi di balik badan bernett.


Bernett menenangkan."Kamu tidak perlu takut, anjing ini adalah peliharaan kesayangan kakek, namanya pesto, ini juga teman bryan."


Candice baru sadar, kalau anjing ini berlari ke arah bernett karena senang, sama sekali tidak bermaksud melukainya, bernett mengulurkan tangan dan bermain dengannya.


Saat ini pesto sedang mencium bau badan candice dan mengeluarkan suara menggonggong yang pelan, candice tersenyum dan mengelus kepalanya, pesto mengusap badannya di kaki candice, mereka menjadi dekat.


"Penciuman pesto sangat sensitiv,terdapa bau aku di badanmu, jadi pesto langsung menyukaimu" bernett berbisik di telinga candice dengan mesra.


Candice tertawa pelan, lalu berkata."Bukan begitu juga kali"


Candice penasaran."Nama lengkap kakekmu siapa?"


"Nama lengkap kakekku Wallace gong"


Candice merasa nama ini telah berumur tua.


Akhirnya sampai sore hari lampu- lampu mulai menyala, seluruh kediaman gong langsung menjadi terang,satu keluarga duduk mengelilingi meja makan untuk makan malam bersama, terasa hangat dan harmonis.

__ADS_1


....


__ADS_2