Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Anak sudah tidak ada


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Debby segera mengeluarkan foto yang diambil. dari dompet andreas, kemudian melemparkannya ke meja candice.


Candice melihat foto itu dan wajahnya berubah. Bukankah ini foto kejadian empat tahun lalu? bagaimana bisa jatuh ke tangan debby?


"Debby jangan bicara omongkosong,apakah kamu masih punya wajah membahas foto ini?"


Debby menarik tangan candice untuk lebih dekat dengannya."Katakan padaku jika kamu merayu suamiku"


Candice menatap debby dengan marah, saat ini debby seperti wanita gila.


"Lepaskan" candice menghempaskan tangan debby


Debby menarik dengan keras tangannya sehingga ia terduduk di sofa sebentar.Debby sama sekali tidak menyadari darah menempel sedikit di sofa.


"Mengapa fotomu,berada di tangan suamiku?"


Debby berteriak


Candice merasa debby hari ini sangat aneh, jika harus bertengkar, mengapa harus memegang tangannya untuk keluar dari kursi dan meja kerjanya?


Kedua orang tiba di koridor dan masih saling tarik menarik,candice yang sudah muak di pegang debby,ia mendorong tangan debby dan debby langsung terjatuh dengan keras.


"Ah" debby menjerit berlebihan,dia berbaring di lantai.


Candice tertegun, dirinya hanya mendorong tangannya dan bukan mendorong tubuhnya, mengapa debby bisa terjatuh dengan keras?


Ketika orang-orang kantor melihat keributan. tersebut, tiba-tiba terdengar suara jeritan


"Sakit.. perutku sakit.. sakit"


Debby memegang perutnya dan terus berteriak.


"Anakku.. anakku.. " saat ini debby bergeser ke samping secara pelan, terlihat bercah merah di lantai.


Candice baru sadar, debby sedang hamil. Ia sekarang mengerti maksud debby menariknya ke koridor.Jelas-jelas hanya mendorong tangannya.Kenapa tiba-tiba jatuh ke lantai?


Apakah ini rencana debby untuk dirinya?


Kata-kata debby dan genangan darah membuat para karyawan tahu dia sedang hamil.


Linda mendengar teriak-teriak keluar dari ruangan dan bergegas menelepon ambulan.


"Nyonya shen, jangan khawatir, aku sudah menelepon ambulan"


"Linda,cepat antar aku ke dokter langgananku, aku tidak mau dokter selain dia,cepat antar aku kesana" debby masih memegang perutnya.

__ADS_1


"Ambulan segera datang"


"Jangan, aku hanya percaya pada dokterku"


Linda meminta dua sfaf pria membopong debby ke mobilnya."Cepat angkat dia, dan Bawa masuk ke mobilku" dua karyawan pria dengan sigap, karena tidak tega dengan teriakan debby.


Candice melihat debby pergi,ditambah darah di lantai, ia tertegun, bagaimana ini bisa terjadi?


Mengapa debby melakukan ini? Jelas-jelas dirinya hanya mendorong tangannya saja.


Vera merangkul pundak candice, ia bertanya dengan panik."Kak candice, apa yang harus kita lakukan?"


Linda mengirim ke rumah sakit sesuai perintah debby, Saat tiba di rumah sakit, seorang perawat khusus mendorongnya ke meja operasi.Debby hanya membeli 1 perawat dan 1 dokter saja.


Ketika masuk ke ruang operasi, debby merasa lega, akhirnya jebakannya berhasil dan candice menjadi pembunuh anaknya.


Di luar ruang operasi linda bertanya pada dua orang staf dua laki-laki."Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Kami melihat desainer cheng mendorong nyonya shen,lalu nyoya shen terjatuh dan ada banyak darah"


Linda marah."Bagaimana ini bisa terjadi? mengapa kalian berdua tidak


menghentikannya?"


"Kejadian terlalu cepat, kami berdua tidak sempat menghentikan" staff tidak mau disalahkan.


Linda melihat banyak genangan darah itu, sepertinya anak dari keluarga lu tidak bisa di selamatkan. Apa yang harus di lakukan candice selajutnya,pasti keluarga lu akan membencinya?


Saat ini ponsel linda berdering telepon dari candice.


"Halo candice"


"Linda, bagaimana kabarnya?" terdengar suara agak serak candice.


"Operasi masih berlangsung,kemungkinan bayinya tidak dapat di selamatkan,candice, sebenarnya apa yang terjadi?"


"Linda, jika aku bilang tidak mendoronnya, dia terjatuh sendiri, apakah kamu percaya?"


Linda terkejut, ia berjalan ke koridor sepi.


"Kamu tidak mendorongnya?"


"Kak linda, debby mungkin menggunakan anaknya untuk menjebakku,dia ingin aku menjadi pembunuh anaknya"


"Kenapa dia melakukannya?" linda sangat terkejut,debby apakah sekejam itu pada anaknya?


"Dia ingin seleluruh keluarga lu membenciku, dan terutama andreas" debby pasti menggunakan metode ini untuk membuat andreas membencinya seumur hidupnya.


"Candice, kamu harus tenang dulu,kami akan menangani masalah ini dengan baik,aku percaya padamu"


"Terima kasih kak linda"


Satu jam kemudian debby keluar dari ruang operasi,tubuhnya di tutupi selimut dan Tubuhnya terlihat lemah.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu, nyonya shen?" linda bertanya buru-buru.


Debby menjadi terlihat marah, air matanya menetes."Anakku sudah tidak ada"


Linda bertanya pada dokter."Dokter, apakah anaknya tidak dapat di selamatkan?"


Dokter menghela nafas dan mengikuti akting debby."Tidak ada cara lain, terlalu banyak keluar darah,dia sekarang perlu istirahat dan keluarganya akan segera datang menghibur"


Debby di dorong ke bangsal, linda pergi dari rumah sakit bersama dua staff pria.


Setelah sendirian di bangsal debby menelepon seluruh keluarga lu di mulai dari suaminya.


"Halo' suara lembut andreas.


Begitu mendengar suara adreas, debby menangis tanpa berbicara.


"Debby, ada apa denganmu? kenapa kamu menangis?" andreas benar-benar cemas..


"Suamiku... suamiku.. anak kita sudah tidak ada" debby kembali terisak.


"Apa?apa yang terjadi, kamu dimana sekarang?" andreas sangat terkejut.


"Aku dirumah sakit"


"Rumah sakit mana?"


"Rumah sakit pratama di pusat kota"


"Aku akan menemuimu sekarang.Apakah anak kita benar-benar sudah tidak ada lagi?" andreas benar-benar gelisah dan cemas.


Debby tersedak."Sudah tidak ada lagi"


Sekitar duapuluh menit andreas sampai di rumah sakit, ia bergegas ke ruang rawat debby.


Melihat debby pucat dan masih menangis, hati andreas merasakan sakit hati, ia memegang tangannya."Debby! apa yang terjadi?bagaimana mungkin anak kita sudah tidak ada?"


"Ini karena candice cheng, dia mendorongku. Dia tahu aku hamil mendorongnya dengan keras hingga terjatuh" debby kembali menangis.


Mata andreas menyipit."Apa katamu?candice mendorongmu? sebenarnya apa yang terjadi?"


"Aku tidak sengaja melihat dompetmu dan mengambil foto candice, aku hanya mencarinya meminta penjelasan, dia tiba-tiba marah dan mendorongku"


Wajah andreas berubah, dalam hatinya muncul rasa bersalah dan penyesalan,kenapa dirinya masih menyimpan foto candice di dalam dompetnya.


"Kenapa kamu begitu bodoh dan pergi mencarinya?" Andreas menatapnya dengan kecewa.


Debby tiba-tiba sedikit histeris."andreas, candice membunuh anak kita,membunuh anak kita, dia tahu aku hamil dan mendorongku, kamu jangan lepaskan candice"


"Dia benar-benar mendorongmu?" hati andreas sudah di penuhi amarah saat ini.


"Kamu bisa memeriksa kamera pengawas di perusahaannya" debby menyakinkan sambil mengusap air matanya.


Andreas merasa sakit hati, ia sudah menantikan kelahiran anaknya, bahkan sudah memikirkan beberapa nama,tapi sekarang, anaknya sudah pergi.l.

__ADS_1


__ADS_2