
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
.........
Setelah sampai di restoran asisten yan berkata.
"Nona candice,restoran berada di lantai tiga, ruang privat no enam,aku tidak mengantar, kamu naik sendiri saja"
"Baik, terima kasih" Candice turun dari mobil berjalan menuju lift.
Bella tersenyum, pantas saja bosnya menyukai candice, wanita ini sopan dan tidak aneh- aneh, lagipula candice ibu dari anaknya.
Candice sampai di lantai tiga disambut dan diantar ke ruang privat no enam.
Saat pelayan mengetuk pintu dan membuka pintu, candice baru saja masuk melihat tuan besar gong juga ada di dalam merasa terkejut, ia masih takut bertemu dengan kakek gong.
Jantung candice berdetak kencang, wajahnya memucat, segera membalikkan badan, berjalan ke luar ruangan.
"Candice" bernett berdiri dan mengejar sang wanita.
Candice masih berjalan, tangannya di pegang oleh bernett."Candice, jangan pergi"
Candice memalingkan wajahnya."Kenapa kamu tidak memberitahu dulu, bahwa kakekmu juga ikut makan kali ini"
Bernett tertawa."Kamu tenang saja, kakek ingin bertemu denganmu, dan tidak akan merebut bryan cheng"
Candice masih belum percaya."Kalau begitu, apa yang ingin kakekmu bicarakan denganku?"
"Aku juga tidak tahu, apa yang ingin dibicarakan denganmu.Dia hanya ingin bertemu denganmu, tapi aku jamin padamu, kali ini tidak akan membahas bryan cheng." bernett berjanji padanya.
Candice menatap wajahnya mengedipkan matanya."Benar?"
"Aku jamin"
Bernett memegang tangannya untuk menenangkan."Kamu jangan takut, ayo masuk temani kakek makan"
"Aku..masih sedikit takut" candice jujur.
"Bodoh, ada aku, setelah menikah denganku, juga akan bertemu dengan kakekku"
Candice terkejut akan perkataan bernett.
Bernett menggunakan candice yang terkejut, sedikit menarik tangannya untuk berjalan ke arah ruangan makan, ia merangkul pundak candice.
Tuan besar gong yang melihat wanita di pelukan sang cucu, ia tertawa cukup keras.
__ADS_1
"Melihatku, kenapa kamu melarikan diri, apakah aku bisa memakan orang?"
Wajah candice langsung memerah, ia membenamkan kepala di dada bernett.
Di mata kakek gong candice seperti gadis kecil yang tidak nyaman.Ia tersenyum untuk menenangkannya."Kamu tenang saja! hari ini, aku mencarimu bukan untuk membahas masalah bryan cheng, tapi karena masalahmu dengan bernett"
Bernett menggandeng tangan candice ke tempat duduk.
Candice duduk dengan tidak tenang, ia menundukkan kepala masih belum berani menatapa wajah kakek gong.Ia teringat pertemuan terakhir kali, dimana dirinya meninggalkan sang kakek dengan kondisi marah, sekarang tidak tahu harus darimana memulai percakapan.
Bernett tersenyum."Kakek,apa yang anda ingin katakan?"
"Yang aku katakan masih kalimat itu, aku merestui kalian bersama, hanya saja kalian tidak bisa menikah dalam waktu satu tahun"
Kakek gong berkata dengan tegas, dirinya sudah memotong waktu 1 tahun, sebelumnya dua tahun.
Candice menjadi gelisah, ternyata bernett ada perjanjian seperti ini dengan kakeknya.
"Kakek,anda bisa tidak jangan mencampuri pernikahan kita?"
"Tidak bisa, ini adalah permintaanku, lagipula selain tidak menikah dalam waktu 1 tahun, kalian berdua masih bisa hidup bersama"
Kakek gong menatap candice dengan rasa bersalah."Aku meminta maaf padamu atas perkataanku kemarin,kamu jangan memasukkan dalam hati, kemarin aku belum mempertimbangkannya"
Candice merasa terharu, namun tidak bisa menerima permintaan maaf kakek gong."Tidak, saat itu ucapanku juga terlalu frontal.Sudah bagus anda tidak menyalahkanku"
Candice masih bingung dengan pemikiran kakek gong, hanya bisa diam.
Kakek gong menatap candice."Aku sudah memberikan warisan di dalam surat wasiatku, itu adalah resort pribadi di negara E.Perkiraan warisan ini sekitar empat triliyun,aku wariskan atas namamu"
Resort prabadi di negara E?Negara E memiliki resort terbaik di dunia,menikmati resort disana pasti orang kaya raya.
Candice mengelengkan kepala."Tidak, tidak, tidak! aku tidak bisa menerima warisan anda, anda ambil saja kembali"
"Kakek yang memberikan padamu, kamu terima saja" bernett memberikan saran.
Kakek gong mengangguk."Benar,hal ini sudah tertulis dalam wasiatku,tidak bisa diubah lagi.
Oleh karena itu, kamu terima saja"
Candice ingin menangis, kenapa kakek dan cucu sangat mendominasi.
"Aku..tidak bisa menerimanya" kata candice
"Sudahlah, tidak membicarakan lagi, ayo makan" kakek gong mengalihkan topik, bernett menekan tombol pelayan.
Hati candice masih merasa bimbang, ia tidak mempermasalahkan tidak menikah dalam waktu satu tahun,kebetulan candice masih trauma dengan pernikahan pertama dan ingin memastikan cinta bernett padanya.Tapi, memberikan hadiah resort pribadi, ini terlalu besar.
Kakek gong melihat dua orang muda di seberang, sudah seperti pasangan suami istri.
__ADS_1
Kakek tersenyum."Gadis cheng,aku tanya padamu.Apa kamu keberatan tidak, aku tidak mengizinkan kalian menikah dalam waktu satu tahun?"
Candice menggelengkan kepala."Aku tidak keberetan, kebetulan aku tidak ingin menikah secepat itu?"
Alasan candice belum mau menikah adalah masih trauma dengan kegagalan pernikahan, kedua ingin mengenal keluarga gong lebih dalam.Karena masalah keluarga kaya sangat rumit.
Expresi bernett gong menjadi kesal, wanita ini tidak ingin menikah dengannya dalam waktu dekat.
"Hmmm, bagus kalau seperti itu, kamu bisa lebih mendekatkan hubungan kalian berdua, aku takut jika kalian menikah dalam waktu dekat akan membahayakan posisi bernett" kakek berkata jujur.
"Kakek, aku tahu mengenai masalah ini, tidak perlu di jelaskan terlalu jelas padanya"
Candice menjadi sedikit khawatir, apakah terjadi masalah dalam gong's corp?
"Bagaimanapun dia akan menjadi nyonya gong di masa depan, memahami sedikit masalah gong's corp, bukanlah hal buruk"
Jantung candice berdetak kencang, ia merasa sangat malu mendengar kata nyonya gong.
Bernett tersenyum ke arah candice."Sekarang kamu sudah tenang,kan! nyonya gong di masa depan adalah kamu"
Candice tidak bisa menahan malu lagi, ia mencubit paha bernett dengan kuat..
"Kenapa mencubitku?" bernett menggodanya.
"Bisakah kamu jangan bicara sembarangan?" candice kesal, pria ini senang sekali menindasnya.
Tuan gong melihat kedua pasangan ini tersenyum senang, candice menunduk malu.
Saat ini pelayan mengetuk pintu dan menyajikan makanan ke atas meja, candice tadi pagi tidak makan merasa lapar. Bernett mengambilkan makanan kesukaan kakeknya, kemudian mengambilkan makanan untuk candice.
Tuan besar melihat cucunya memperlakukan candice, kelihatan sang cucu benar- benar mencintainya, pantas saja menolak laura dengan tegas.
Selesai makan kakek gong masih menasehati candice."Jaga bryan cheng baik- baik, lain kali bawa dia ke kediaman keluarga gong"
"Baik" candice mengiyakan dan tersenyum
Mata candice melihat kepergian mobil tuan besar merasa lega.Bernett menunduk melihat wanita di sampingnya."Candice cheng, bisakah kamu sedikit hargai aku di depan kakekku?"
"Aku kenapa?"
"Saat kakek mengatakan membahas pernikahan, kamu tidak ada expresi senang sedikitpun"
"Haruskah aku senang? maaf bernett, aku masih sedikit trauma dengan kegagalan pernikahan, berikan aku sedikit waktu, oke"
candice berkata jujur.
Bernett mengangguk."Baik, aku beri kamu waktu untuk menata hatimu, saat sudah siap katakan padaku"
"Baik" candice merasa senang sang pria sangat pengertian.
__ADS_1