
Ini adalah pertama kalinya Lawrence melahirkan, seorang ibu yang pertama kali melahirkan akan memerlukan waktu yang lebih lama, Daniel dan ibunya, serta pasangan suami istri dari Keluarga Chu, lalu Vivi dan Clint yang sedang berada di luar terus menunggu kabarnya.
Akhirnya, setelah setengah jam berlalu, pintu tebruka, salah satu perawat yang berpengalaman terlihat sedang menggendong seorang anak keluar, ia berhati-hati dan memberikan selamat,”Selamat, Tuan Presiden , tuan muda sangat menawan, ia juga sangat sehat, 3.4 kilogram.”
Setelah kepala perawat selesai berbicara, ia pun menyerahkan anaknya ke dalam pelukan Nyonya Xi, Daniel Xi berdiri di samping ibunya, melihat anaknya, dan tiba-tiba bertanya gugup,”Bagaimana dengan Lawrence?”
“Nyonya masih perlu waktu untuk beristirahat, kami akan mengantarnya keluar sebentar lagi,”ucap nona perawat. Nyonya Xi dan Nyonya Chu merasa lega dan melihat bayinya setelah mendengar jawabannya, anak ini terlihat masih memerah, ia juga sudah dimandikan, namun wajahnya terlihat sangat jelas dan menawan, tubuh kecilnya itu dibalut dengan handuk putih yang membuat kedua petua yang sudah lama sekali tidak melihat seoarng bayi yang baru saja lahir bersikap semakin berhati-hati.
Daniel akhirnya juga dapat melihat anaknya, ia juga akhirnya tahu bagaimana penampilan anak kecil yang terus bersikap iseng dalam perut Lawrence.
Alisnya terlihat seperti miliknya, setiap indranya terlihat seperti milik Lawrence , anak ini keluar dalam keadaan tertidur, Nyonya Xi dan Nyonya Chu menatapnya lembut, perasaan mereka benar-benar meleleh.
Vivi yang berada di samping juga ikut melirik, ia pun langsung merasa sangat iri, anak yang berada dalam perutnya ini baru saja bergerak, ia masih harus menunggu lima bulan lagi hingga kehadirannya!
Tidak lama kemudian, Lawrence didorong keluar, pakaiannya sudah diganti dengan pakaian bersih, Daniel langsung menggantikan posisi perawat yang sedang mendorongnya, ia membungkuk, perlahan mencium dahinya dan berkata dengan suara yang serak,”Istriku, kamu sudah berusaha keras.”
Lawrence sudah merasa sangat kelelahan, ia hanya tersenyum dan menerima rasa simpatis suaminya, namun, ia merasa semuanya ini pantas ketika teringat akan anak yang sebelumnya berada di hadapannya.
Selanjutnya, Daniel terus mendampinginya tanpa meninggalkannya sedikitpun, ia bahkan tidak mempunyai waktu lebih untuk melihat putranya.
Satu minggu kemudian, Lawrence keluar dari rumah sakit, putranya juga tidak terlihat terlalu memerah lagi dan perlahan memutih lembut.
Keadaan di Istana Presiden mulai menjadi sibuk, pada saat putranya berada dalam perut, Istana Presiden hanya perlu melayani seorang Lawrence , kini ditambah lagi dengan suara tangisan seorang anak lelaki.
__ADS_1
Nyonya Xi juga ikut pindah kemari, Daniel juga sudah memperkerjakan dua pengasuh hebat untuk menjga anaknya dan sedikit meringankan Lawrence .
Candice yang sedang berada di luar negeri juga mendapatkan kabar baik ini, ia hanya bisa menunggu hingga anak-anaknya Kembali ke sekolah untuk dapat melihat keponakannya.
Di dalam Istana Presdien, Lawrence dan Daniel menggunakan sikap mereka yang paling lembut dan sabar untuk menjaga pangeran kecil mereka.
Anak ini masih kecil, selain makan, minum, dan tidur, ia tidak akan meributkan hal lain lagi, kondisi tubuh Lawrence juga membaik dengan sangat cepat, setelah keluar selama sebulan, ia akhirnya Kembali ke kondisi tubuh yang sebelumnya, dirinya yang sedang menggendong anaknya itu terlihat memancarkan aura seorang ibu.
Daniel pulang kerja dari Istana Presiden dan melihat Lawrence menggendong anaknya dan menunggunya pulang setiap hari, ini adalah saat yang paling bahagia dalam hari-harinya.
Pertengahan bulan delapan, bandar udara internasional.
Pesawat pribadi Bernett mendarat di bandara, Beatrix terlihat sedang berada dalam pelukannya, dimana Candice menggandeng Bryan , dengan pengawasan dari para pengawal, mereka pun berjalan keluar dari bandar udara internasional.
Bernett dan Candice tiba di Istana Presiden pada saat waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore.
Candice berjalan memasuki ruang utama, lalu melihat seorang ibu yang sedang menggendong anaknya, Lawrence menemaninya, Candice menghampiri mereka dengan tersenyum, Nyonya Xi juga tersenyum menyambut mereka, lalu memperlihatkan anaknya itu kepada mereka.
“Lucu sekali,”Candice membungkukkan tubuhnya, menatap keponakannya yang sedang mengenakan pakaian kecil berwarna abu-abu, wajah kecilnya yang putih mulus itu terlihat sangat menawan, ia benar-benar mendapatkan setiap hal yang paling baik dari ayah dan ibunya.
Bryan dan Beatrix terus melihat adik kecil itu dan merasa sangat senang.
Daniel masih sibuk di Istana Presiden, namun sebuah telepon tiba-tiba terdengar, ia pun mengulurkan tangannya dan menjawabnya,”Halo!” “Yang terhormat, aku sudah mengikuti arah perginya dokumen itu, Drake sebelumnya menggunakannya untuk memperkenalkan pembunuhnya kepada salah satu pengusaha besar yang kaya di Negara F, ia sudah mempersiapkan pembunuh untuknya, diantaranya juga terdapat foto dan data Nyonya, kami kini masih belum mengecek jelas apakah pengusaha kaya ini masih menyimpan dokumen ini atau tidak, atau mungkin ia sudah pernah melihatnya.”
__ADS_1
Alis pada wajah tampan Daniel terlihat mengerut, ia berharap semua ancaman terhadap Lawrence akan menghilang.
“Kalau begitu, utus orang untuk pergi mengikutinya, perhatikan situasi, lalu langsung hubungi aku setelah mendapat kabar.”
“Baik!”
Daniel memutuskan panggilannya, lalu panggilan dalam kembali berdeiring, ia menjawabnya,”Ada apa?”
“Tuan Presdien, waktu pertemuan sudah tiba, pertemuan akan diadakan di ruang pertemuan nomor tiga,”itu adalah suara Thomas yang merupakan asistennya.
Daniel pun mengiyakannya,”Baik!”
Ruang pertemuan dipenuhi oleh sekelompok orang berkuasa di dalam negeri, Daniel berjalan masuk dengan tubuh mudanya yang anggun, kemudian duduk di kursi yang paling utama. Pertemuan kali ini bertujuan untuk mengangkat seorang waki presiden, karena hal ini adalah sebuah hal berkontroversi di negeri ini, karena Daniel Xi juga masih sangat muda, maka demi ketenagan para rakyat, juga sesuai dengan peraturan negara, serta menjaga kedamaian dengan hubungan dalam negeri atapun hubungan luar negeri, mereka tentu saja harus mengangkat seorang wakil presiden. Hal ini semakin memanas di tengah para anggota parlemen, sehingga Daniel Xi harus menghadapinya dengan serius.
Pertemuan kali ini akan disertai dengan pemungutan suara yang pertama.
Terlebih lagi, ada dua orang yang diajukan yang memenuhi persyaratan, mereka akan memilih salah satu dari mereka. Daniel Xi duduk di depan meja, menatap para anggota parlemen yang sedang mengajukan suara mereka dan meletakkannya di dalam kotak, tatapan tajamnya tertuju ke arah dua angogta parlemen, salah satu dari mereka adalah salah satu orang yang berpotensi menjadi wakil presiden, ia bernama Thiery Li, ia berumur lima puluh tahunan, ia juga merupakan salah satu orang yang paling berpengaruh dalam dunia parlemen, setiap negara selalu mempunyai orang yang berambisi dan Thiery Li adalah seseorang yang berambisi.
Pada saat Presiden Zhan sebelumnya masih menduduki posisinya, dialah yang mengajukan untuk mendirikan posisi seorang wakil presiden demi negeri ini dan untuk meringankan beban pekerjaan, hanya saja, namun Presiden Zhan selalu memiliki kekuatan yang cukup besar sehingga semuanya tidak pernah berjalan sesuai keinginannya.
Namun, Daniel Xi belum menginjak dunia parlemen ini selama satu tahun, walaupun prestasinya tidak pernah mengecewakan.
Namun, ia tetap saja mencari kesempatan untuk mengajukan posisi seorang wakil presiden, terlebih lagi, ia kini juga menjadi salah satu calonnya. Setelah lebih dari lima puluh anggota parlemen mengajukan suara mereka, pekerja yang bertugas untuk menghitung suara pun mulai bekerja.
__ADS_1