
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Bernice terbangun karena sinar warah putih ke arah wajahnya, ia sangat silau di sinari senter.
Ia melihat pria diluar sedang memandangnya dengan pandangan tidak senonoh.
"Benar-benar gadis asia yang cantik, aku sudah banyak bermain, namun belum pernah mencoba yang secantik kamu"
Bernice semakin ketakutan,disini di kelilingi oleh beberapa pria.Bahkan jika memerintahkan untuk tidak menyentuhnya, bagaimana dengan anak buah yang tidak mendengarnya?
Bernice memegang sepatu hak tinggi untuk berjaga-jaga,ia semakin gemetar di tatap pria mesum.
"Haaha! gadis kecil, tenang saja, malam ini kamu akan bermain denganku,aku benar-benar sudah tidak tahan menunggu lebih malam" pria tertawa tanpa malu.
"Pergi kamu, pergi" bernice berteriak keras.
"Aku suka gadis kecil yang liar,tunggu aku mengusir anak buahku, kamu akan menjadi milikku"
Bernice melotot ke arahnya dengan ganas.
"Gadis kecil, sampai jumpa, malam ini"
Ketika bernice sedang panik tiba-tiba mendengar sesuatu terjatuh dengan keras, tiba-tiba lampu padam dan menjadi gelap gulita.
Seorang pria sedang meraba pintu besi, berusaha membuka pintu,ia membuka senter di ponselnya.
Bernice dapat melihat wajah menjijikkan yang mesum tadi. Ia memegang sepatu hak tinggi dengan erat.
Saat pria mendekati tubuhnya,bernice memukul kepalanya dengan keras dengan sepatu hak tinggi.
"Ah" pria teriak,kepalanya mengeluarkan darah segar
Saat bernice ingin memukul kedua kali tangannya di pegang kuat oleh sang pria. Bernice yang sudah mempelajari teknik anti kejahatan menendang burung sang pria dengan keras.
Pria memegang bagian perut bagian bawah, saat ini bernice memukul lagi dengan sepatunya.
Sang pria yang kesakitan, mengutuk keras bernice.
"Gadis sialan, jika malam ini, aku tidak tidur denganmu,aku bukan laki-laki"
__ADS_1
Bernice gemetaran tidak berani berbicara dan bergerak.Saat pria masih mengerang kesakitan pingganggnya di peluk seseorang, bernice memberontak saat hendak memukul dengan sepatu.
"Bernice, ini aku"
Bernice seperti dalam mimpi mendengar suara ini. Ia membuang sepatu hak tinggi. Dan memeluk tubuhnya."Nickson,Inikah kamu?"
"Ini aku" terdengar suara parau lelaki.
Air mata bernice keluar seketika,dia datang, dia akhirnya dia datang, ia memeluk erat tubuhnya dan menenggelamkan kepala ke dadanya.
Saat ini pria yang kesakitan sudah berdiri.
"Perempuan sialan"
Bernice semakin memeluk erat tubuh nickson. Nickson melihat pria itu. Ia semakin marah, ia merogoh pistolnya dan menambak pria tersebut.Disini masih belum mengetahui ada bahaya apa yang tersembunyi?
Bernice sudah tidak ada tenaga lagi, ia merosot di pelukan nickson,nickson dengan sigap menangkap tubuhnya,menggendongnya."Aku akan membawamu keluar dari sini"
"Ya" bernice menjawab dengan lemah.
Saat ini kekuatan untuk membuka matanya adalah kehangatan dari tubuh nickson.
Villa di gebrek, anak buah jason bersembunyi dengan banyak luka dan ada juga yang sudah mati di tempat.Bawahan yang bersembunyi segera menelepon jason."Bos, prajurit khusus itu sudah datang, dia membawa banyak orang dan membunuh beberapa orang,aku harus bagaimana?"
"Bos, tapi ini akan menghancurkan villamu"
"Aku berharap kamu membunuh orang-orang yang menghalangiku,cepat lakukan"jason berkata keras.
"Baik! bos tombolnya berada di sebelahku"
"Cepat tekan tombolnya" perintah jason tegas.
Ia tidak menyangka nickson bisa menyerbu anak buahnya di villa dan membunuh sekitar 20 orang anak buahnya.Sialan,mereka hanya membuang-buang uang untuk merawatnya selama ini.
Anak buah membuka sebuah brangkas dan mengeluarkan sebuah remote, jika remote ini di tekan, bom yang berada di bawah villa akan meledak hebat.
Pria yang berlumuran kembali mengingat teman-temannya di bunuh dengan kejam, ia menekan tombol remote dan bom akan meledak dalam waktu tigapuluh detik.
Di ruang bawah tanah nickson menggendong tubuh bernice naik dengan berlari,ia mendengar alat peledak sudah aktif.
Sesampai di lantai atas berteriak dengan keras.
"Cepat mundur, ada alat peledak sudah aktif"
Bernett dan anak buahnya sudah membereskan orang-orang di villa, ikut berlari keluar dari villa dengan berlari kencang.
__ADS_1
Saat mereka baru sampai di halaman bom sudah meledak hebat di belakangnya, nickson yang sedang menggendong tubuh bernice berbaring di atas rumput dan menutupi tubuh bernice dengan tubuhnya.
"Nickson ye" bernett berteriak, ia sudah mencapai tempat aman, ledakan di villa sangat besar dan meruntuhkan bangunan villa.
Saat bernett ingin menghampiri tubuh nickson tangannya di pegang oleh beberapa pengawal, pengawal tahu walaupun bosnya akan marah besar, namun tugas mereka adalah menjaga keselamatan bosnya.
Ledakan berlangsung duapuluh detik, asap tebal dan hitam naik ke atas langit, bernetr berlari menghampiri nickson,tubuhnya terkena beberapa puing ledakan, lengannya berdarah.
Bernice merasa pusing dan ketakutan sambil terus menangis.
Bernett merasa sakit hati, nickson pingsan dengan beberapa luka di tubuhnya."Cepat bawa kemobil dan antar ke rumah sakit"
Bernett sendiri menggendong tubuh adiknya yang gemetaran ke mobil.
Di dalam perjalanan ke rumah sakit,bernice pingsang karena sedih, ditambah dirinya belum makan.
Bernett membawa dua orang untuk di rawat di rumah sakit.
Tangan bernett megepal sangat kuat, jelas sekali jason ingin membunuh saudara perempuannya dan membunuh saudara laki-lakinya.
Tidak perduli siapa jason Li, bernett ingin sekali membunuhnya dengan tangannya sendiri.
Setelah bernice selesai pemeriksaan, hanya terluka kecil dan kekurangan gizi, ditambah dengan kelelahan dan ketakutan, ia masih merasakan pusing di kepalanya.
Nickson ye sudah berada di ruang operasi selama satu jam, saat dokter keluar, bernett langsung mengahampiri.
"Kondisi cedera temanmu agak rumit, gendang telinganya terluka parah,dan otaknya terkena serangan syock yang hebat"
"Kapan dia bisa sadarkan diri?"
"Ini sulit dikatakan,saya belum bisa memastikan"
"Kenapa?"
"Saat ini otaknya terkena serangan syok, ini agak rumit" Dokter menghela nafas."Masih belum diketahui dia kapan bangun,ditambah kerusakan di gendang telinga,apakah mengganggu pendengaran dalam jangka waktu panjang atau tidak"
Kata-kata dokter membuat ada gumpalan air mata di mata bernett, ia merasa bersalah, demi menyelamatkan adiknya,nickson tidak perduli dengan mati dan hidupnya.
Dan dia harus mengembalikan nickson dalam keadaan utuh kepada adiknya.
Saat ini bernett berada di kamar adiknya menunggu dia sadar.Setelah tertidur selama 3 jam, akhirnya di sadar."Dimana nickson?dimana dia?"
"Bernice, jangan khawatir,dia sedang tidur" bernett belum memberitahu yang sebenarnya, tubuh adiknya sekarang masih lemah.
"Kak, aku ingin melihatnya,aku mohon" bernice menangis,ia mengetahui nickson tadi terluka saat menyelamatkannya.
__ADS_1