Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Mengutarakan kebenaran


__ADS_3

Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Haappy reading




"Bantu aku mengelus dengan lembut di sekitar lukaku"



Candice hanya bisa mengulurkan tangan menyentuh kain kasa dengan lembut.Bernett menyadari bagian gatalnya bukan lagi bagian yang terluka, sekarang malah bagian tubuhnya yang lain terasa gatal.



Sang wanita masih menyentuhnya dengan lembut,tangannya dipegang di tuntun ke bagian terlarang sang pria.



Tangan candice terasa panas, ia memegang benda bulat yang keras dan sedikit kenyal. Candice kaget sontak menarik tangannya.. namun tangannya di pegang oleh bernett.. sekarang tangannya di gerakkan paksa oleh bernett untuk menekan si junior .



Candice malu setengah mati, ini pertama kali memegang barang milik pria dewasa.



"Bernett,apa yang kamu lakukan?" wajah candice sudah memerah.



Saat ini bernett memohon pada candice.



"Candice,bantulah aku untuk kali ini"



"Haahh" candice terkejut, ia menggelengkan kepala."Aku tidak mau"



"Cukup hanya dengan tangan" permintaan bernett tidak tinggi.



Candice langsung menarik tangannya dari barang sang pria."Tidak boleh"



"Hanya sekali menembak" bernett masih merayunya.



Candice tidak mau melakukannya, ia berkata dengan wajah murung."Tidak mau"



"Lagipula ini bukan pertama kali buatmu, kenapa masih merasa malu?" Bernett sedikit kesal dan emeosi, candice pernah menikah dengan andreas selama enam bulan..



Candice juga mengerti pembicaraan bernett, pri ini pasti mengira dirinya sering melakukan hubungan badan dengan andreas.



Ia berbicara jujur."Aku tidak pernah bermesraan dengan andreas lu"



Bernett terkejut, ia bertanya dengan panik.


"Kamu tidak pernah bersetubuh dengan andreas?"



Candice menundukkan kepala, ia merasa malu membahas masalah bersetubuh, ia mengangguk."Mmmm, iya"



Perasaan dalam hati bernett seketika di banjiri luapan kebahagiaan,ia bisa mendapatakan wanita ini sepenuhnya."Berarti aku yang telah mengambil keperawananmu?"



Candice seketika menjadi kesal, topik ini sedikit memalukan baginya."Kamu masih berani bertanya?"

__ADS_1



Bernett menjadi bahagia dan senang, ia sudah seperti mendapat harta karun tak ternilai, Ia tidak boleh membiarkan wanita ini tahu ,kalau ia dulu memusingkan masalah ini, Ia merasa terkejut dan riang mendapat berita ini.



"Kamu dan andreas sudah menikah selama enam bulan, kenapa tidak bersama?" bernett masih penasaran,namun dalam hatinya penuh kegembiraan.



Candice menjelaskan dengan jujur."Dia saat itu tergoda oleh debby,Saat malam pertama dia berbohong mengalami kecelakaan, dan melukai tubuh bagian bawahnya,jadi, kami tidak melaksanakan malam pertama sampai cerai"



"Kamu seharusnya merasa senang"



Candice spontan tertawa."Aku memang merasa senang hingga ingin menari"



Bernett mengela nafas lega."Sepertinya tuhan sudah menakdirkan kamu menjadi wanita milikku"



"Siapa yang bilang?"



"Keperawananmu telah diberikan padaku,dan kamu harus menjadi wanita milikku seumur hidupmu, kamu kira bisa melarikan diri?" bernett berkata dengan percaya diri.



Candice tidak ingin berdebat topik ini, ia melirik celana bernett, ternyata itunya belum menyusut.



Bernett menyadari pandangan wanita di depannya."Kamu malam ini tidak membantuku, Ini akan berdiri cukup lama dan menyiksaku"



"Apa hubungannya denganku?" Candice sedikit berkata tega.




"Kamu...dokter berkata, kalau lukamu kembali terbuka akan infeksi dan lama sembuhnya.."



"Mengkhawatirkanku, kalau begitu bantulah aku"



Candice tidak mengerti mengenai hal ini, ia biasanya hanya menonton film dan berita,tidak pernah melihat vidio porno.



"Baiklah, kalau kamu tidak mau, aku hanya bisa menggunakan tubuhku" bernett melepas celana dan cd, sekarang terlihat benda sang pria yang besar dan berdiri.



"Tidak boleh, menggunakan tubuhmu" candice merasa panik.



"Malam ini aku harus menembakkan sekali" bernett berkata dengan sedikit tegas.



"Baik..baik aku akan membantumu" walaupun pria ini tidak perduli lukanya, candice masih perduli kesembuhan sang pria.



Sekitar 15 menit bernett juga belum menembak, tangan candice juga sudah pegal, ia sudah berganti tangan kanan dan kiri.Ia berkata dengan kesal.



"Bernett kapan akan menembak?"



"Kalau tanganmu pegal, gunakan mulutmu agar cepat keluar" bernett memberinya saran.



Benar saja saat menggunakan tangan dan mulut, lima menit kemudian keluar cairan hangat, candice merasa terkejut mulutnya hampir penuh cairan sang pria dan merasa ingin muntah.

__ADS_1



Candice menutup mulutnya berlari ke arah kamar mandi, ia meludah beberapa kali di wastafel dan berkumur dengan air..



Sekarang perasaannya bercampur aduk marah, malu dan kesal dengan bernett, pria ini bahkan tidak memberitahu akan keluar.



Bernett tertawa puas melihat sang wanita berlari ke arah kamar mandi, ia sengaja menembakkan di dalam mulutnya.



Ia menyusul di kamar mandi bersandar di pintu melihat yang di lakukan candice, ia tersenyum puas dan masih menggodanya."Itu boleh di telan,kenapa kamu merasa risih?"



"Jangan berbicara denganku?" candice memarahi sang pria..



Bernett juga tahu, ini pengalaman pertama sang wanita gerakan tangannnya begitu kaku dan saat menggunakan mulut kadang masih mengenai gigi membuatnya hampir meledak.



Candice mengerti maksud pria ini, ia membalikkan badan dan melototinya."Aku tidak memerlukannya." candice kembai berkata.



"Kamu sekarang sudah puas,malam ini akan tertidur pulas,kalau begitu aku akan kembali ke kamarku dulu"



"Masih belum larut, tidak ingin menemani berbincang?"



"Tidak ingin"



"Aku akan menemanimu menonton film yang tadi di biokop kan belum selesai" bernett tidak ingin cepat berpisah dengan wanita ini.



"Baiklah,tapi pakai dulu celanamu, aku tidak ingin melihat burungmu terus menerus"


Candice masih malu dan canggung melihatnya..



"Tenang saja, burungku tidak akan terbang" bernett masih menggodanya.



"Kalau kamu tidak memakai celana, aku kan kembali ke kamarku sekarang"



"Baiklah" bernett memakai celananya, ia masih terasa panas suhu badannya.



Mereka berdua naik ke atas ranjang berbaring setengah badan..Menonton film di ipad, mereka berbagi headset satu orang memasang satu di telinga mereka.



Bernett merangkul pundak candice, ia hanya ingin menonton film sambil memeluk wanita ini, ia sudah sangat puas malam ini candice membantunya.



Setelah selesai menonton film bernett langsung mengajaknya berbaring, candice juga sudah malas kembali ke kamarnya dan merasa nyaman di peluk sang pria, akhirnya mereka berdua terlelap.



Saat ini di sebuah hotel seorang wanita cantik sedang meminum anggur dengan perasaan emosi dan benci.



Laura tadi datang ke pesta berharap bisa bertemu dengan bernett, namun sudah satu jam berlalu bernett maupun candice tidak datang,ia memutuskan pulang lebih awal.



Apalagi di pesta kebanyakan orang membahas candice cheng, mereka memuji hasil karyanya, ada yang ingin mencari candice untuk membuat desain.. Pembicaraan ini menambah emosi laura,hingga pergi meninggalkan pesta.



Ia sudah berjanji dalam hatinya, kalau sudah kembali ke dalam negeri ingin mencari tuan besar gong untuk membahas masalah di negara M dan mengadukan bernett.

__ADS_1


__ADS_2