
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Savita memegang pistol dan menembak ke segala arah dengan sembarangan,karena tempat ini sudah berjarak 4 kilometer dari resort dan polisi di bawah sana tidak akan mendengar suara tembakan.Keira yang bersembunyi di balik batu mendengar beberapa peluru mengenai batu di sebelahnya, jelas mereka tidak mengetahui posisinya sekarang. Begini juga bagus untuk mengurangi jumlah peluru di tangan mereka.
Savita sudah kehilangan akal sehatnya, namun cerano menepuk pundaknya dan menunjuk ke arah magazine, ia memperingati untuk berhemat dengan peluru.Savita langsung menghentikan tembakan dan mendengarkan suara di sekitarnya.
Keira sudah mengetahui sedikit posisi mereka, lalu melemparkan batu ke sebelah kiri sekuat tenaga.
"Bang" terdengar suara yang cukup keras. Keira dapat melihat savita memegang pistol dan menembak ke arah batu yang di lempar, percikan senjata api savita membuat keira membidik ke arah mereka. 4 tembakan jarak jauh mengarah ke mereka berdua.
"Ahhh" keira mendengar teriakan kesakitan dari seorang pria, sepertinya cerano terluka karena tembakan itu.
Di saat bersamaan savita mengetahui lokasi keira dan menembak secara membabi buta menggunakan senapan Ak 47.
"Cerano" savita berkata pelan memeriksa luka cerano, ternyata peluru mengenai lehernya dan cerano langsung mati di tempat.
Jiwa savita langsung tumbang, dua rekannya di musnahkan oleh keira dalam waktu sehari dan dirinya sudah hampir gila.
"Orang murahan" savita mengambil senapan cerano dan berlari ke arah semak belukar.
Selanjutnya ini adalah perang diantara dua wanita, savita menembak ke arah keira bersembunyi di balik batu. Keira yang tertekan mundur dan bersembunyi di balik pohon.
Di belakang pohon keira menembak sekali dan hanya mengenai batu. Sebaliknya malah mendapatkan serangan bertubi-tubi dari savita.
Tubuh keira langsung berguling dan lari ke arah semak belukar,gunung masih alami dan banyak pohon besar.
__ADS_1
Savita mengejarnya sekuat tenaga,namun tidak menembak, sosok tubuh keira berlari kencang di tengah hutan, terkadang mencari pohon untuk bersembunyi,sekarang di tangannya hanya ada dua pistol jarak pendek dan tidak bisa melawan savita yang menggunakan pistol jarak jauh.
Begitulah mereka berdua, saling mengejar dan membunuh di kegelapan malam.
Akhirnya pistol Ak47 savita telah kehabisan peluru, dan dalam sekejab hanya terdengar suara pistol berjarak pendek, pistol ini tidak terlalu berbahaya saat menembak sambil berlari.
Keira berhenti di belakang pohon besar, sekarang di belakangnya ada jurang dan jaraknya tidak ada 10 meter.Ia tidak mengetahui savita menyadarinya tidak.
"Pelacur, kamu telah membunuh harry, kalaupun kamu berlari ke ujung dunia, aku akan tetap membunuhmu" savita juga bersembunyi di balik pohon.
Keira tidak menyesal dengan perbuatannya dulu, terutama setelah menemukan keluarganya sendiri, dan tidak mempunyai perasaan apapun terhadap organisasi lamanya dan anggota organisasi.
"Kamu telah mengkhianati organisasi, kenapa kamu berbuat seperti ini? apakah karena kamu sudah jatuh cinta dengan presiden sialan itu?"
Keira tersenyum pahit, ternyata organisasi telah mengetahui hal ini, pasti karena olivia telah membocorkan ke organisasi setahun yang lalu.
"Kamu seharusnya sudah mati menemani hari dan hari ini aku akan membunuhmu"
Keira sudah mengetahui posisinya di belakang pohon, namun jika menembak akan sia-sia membuang peluru.
"Diamlah" keira membalasnya.
Savita juga mengetahui posisinya,namun mereka berdua sama-sama berlindung di balik pohon besar dan tidak akan mampu melukai satu sama lain.
Keira menemukan akar di pinggir jurang dan berlari untuk meraihnya, dan savita melepaskan beberapa tembakan.
Keira berhasil meraih akar dan bergelantung tebing, savita segera berlari ke arah tebing dan tidak akan membiarkan keira kabur.
Namun perkiraannya salah, savita melihat kebawah dan hendak melihat keira,namun keira menembak dengan satu tangan dan mengenai jantungnya.Savita melototkan matanya dan meraih pisau militer di balik sepatunya. Di sisa nafasnya savita memotong akar dengan pisau militer.
Mata keira melotot dan ingin meraih sesuatu ,namun sudah tidak sempat meraih apapun. Mayat savita terjatuh ke bawah tebing dan ditelan oleh kegelapan
__ADS_1
Tubuh keira terjun bebas kebawah dan pinggangnya menabrak sebuah pohon, akibat benturan pinggangnya seakan terbelah menjadi dua, tapi keira tidak menyerah dengan kesempatan hidup ini, ia memeluk batang pohon dengan erat. Ternyata ada sebuah pohon menahan tubuhnya terjun ke bawah.
Namun batang pohon terlalu kecil dan patah, tubuh keira terjatuh ke bawah menabrak beberapa batang pohon, ketika menabrak pohon terakhir kesadarannya sudah hilang, tubuhnya di penuhi dengan luka.
Di tempat yang tidak begitu jauh, tubuh savita telah menjadi mayat.
Di luar resort rombongan mobil terlihat panjang bagaikan naga, ini membuat pihak kepolisian dan orang-orang resort merasa terkejut.
Pasukan khusus segera membuat benteng dan sosok daniel turun dari mobil.
"Tuan presiden" ketua polisi langsung datang menyambut.
"Bagaimana dengan keadaannya?" daniel menyipitkan matanya.
"Kami telah memeriksanya orang ini adalah penyelundup ilegal, ada dua orang yang datang bersamanya namun telah menghilang, mereka memiliki senjata api yang sangat maju, sepertinya mereka akan saling membunuh satu sama lain"
"Saling membunuh?" mungkin pihak kepolisian tidak mengetahui keberadaan keira, namun pembunuh wanita ini pastilah keira.
Daniel melihat ke gunung di depannya yang gelap,hatinya mempunyai firasat yang buruk, ia berkata dengan suram kepada ketua tim pasukan khusus."Perintahkan personelmu untuk melakukan pencarian di hutan, saat menemukan target,lihat dulu wajah itu dengan jelas dan baru boleh menembak, apakah kalian sudah mengingatnya?"
Di mobil ketua memperlihatkan foto keira dan mengingatkan lagi."Gadis ini bukanlah target malam ini, melainkan orang yang harus dilindungi"
"Baik" 50 personil pasukan khusus menyebar ke dalam hutan.
Dan saat ini masih pukul setengah lima pagi, cahaya yang di pancarkan oleh pistol terlihat seperti mata iblis dari neraka.
Thomas berdiri di samping presiden, di sebelahnya ada 20 pengawal yang menjaga dengan ketat. Daniel melihat kearah gunung, lalu berkata."Hutan ini bisa tembus kemana?"
"Tuan presiden,di balik hutan ini ada 3 gunung secara bereretan"
"Berbahaya tidak?"
__ADS_1
"Oh ya, di antara pegunungan terdapat jurang dengan kedalaman puluhan meter, kalau memasuki pada malah hari bisa saja terjatuh kesana"
Thomas yang berada di sebelahnya langsung menenangkan."Tenang saja! harusnya tidak terjadi apa-apa dengannya, lagipula kemampuannya begitu hebat"