
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Sudah waktunya istirahat makan siang, clint masih menunggu di depan ruangan vivi, clint mengintip dari jendela sosoknya yang mempesona sedang duduk di kursi.
Vivi bekerja dengan cepat dan efisien, auranya cukup mengintimidasi, maka para karyawan tambang menghormatinya.
Telah lewat setengah jam dari jam makan siang, clint memandang ke dalam kantor vivi, vivi sedang berdiskusi dengan orang tambang, clint tidak bisa menahan diri lagi, akhirnya mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan.
Vivi melihat sosok clint, lalu tersenyum cerah, membuat para penambang tertegun melihat senyumannya.
Karena vivi sangat cantik,maka para karyawan muda tidak ingin cepat-cepat pergi, ingin berlama-lama mengobrol dengannya.
"Baiklah, pekerjaan kali ini sudah selesai, jika ada masalah kembali lagi nanti sore" clint berkata pada orang-orang tambang.
"Memangnya kamu siapa? masalah kami belum selesai"
"Aku adalah asisten pribadinya, Ini adalah jam istirahat makan siang nona chu, tolong jangan mengganggu" clint berkata terus terang.
Akhirnya semua orang tambang berpamitan pada vivi dan pergi, clint dapat melihat orang-orang ini masih tidak rela berpisah dengan vivi dan membuatnya merasa kesal.
"Masalah seperti ini bisa kamu serahkan pada bawahanmu, kenapa kamu harus mengurusnya sendiri?"
Vivi tersenyum."Tugasku adalah mengatur dan menyelesaikan masalah mereka, salah satunya adalah ini.Juga,kamu sebagai asisten sangat menyeramkan"
"Mereka menyita jam makan siangmu, tentu saja aku tidak senang!aku bertanggung jawab atas kesehatanmu, aku telah memesan sebuah restoran, siang ini tidak perlu makan di kantin, kita makan diluar saja"
__ADS_1
Vivi tidak dapat menahan perasaan senangnya, ia tersenyum manis."Benarkah?, kebetulan aku ingin mengobrol denganmu"
Vivi hendak meraih tasnya, namun clint mengambil terlebih dahulu, menggandeng tangannya, memperlakukan sebagai seorang kekasih.
Vivi dalam hati berbunga-bunga,ia masih malu-malu berdiri di sampingnya.Lagipula vivi adalah atasan di tempat ini digandeng oleh clint masih merasa sungkan.
"Clint, jangan bergandengan tangan disini" vivi ingin melepas tangannya.
Clint Memegangnya lebih erat, lalu menoleh ke arahnya."Kenapa takut? kamu adalah kekasihku, hal ini sudah diketahui banyak orang, bahkan jika orang belum tahu, nantinya juga bakal tahu"
Clint ingin semua orang tahu kalau wanita ini adalah kekasihnya dan siapapun tidak boleh macam-macam dengannya.
Vivi tersenyum dan membiarkannya memegang tangannya,ia ingin tahu restoran apa yang di pesan olehnya dan dalam hatinya masih ada banyak yang ingin dikatakan padanya.
Clint menyetir ke restoran perancis yang romantis.Vivi menggandeng tangannya masuk ke dalam, begitu melihatnya vivi sangat menyukainya, mereka duduk di dekat jendela.
Vivi melihat tatanan meja yang indah, ada juga bunga mawar diatas meja, ia merasa sedang kencan romantis dengan clint.
"Kau suka tempat ini?"
"Ya, suka"
"Ini adalah kencan pertama kita" clint merasa sedikit cemas, karena dirinya tidak memiliki pengalaman cinta, ia takut tidak cukup baik untuknya"
Vivi mengangguk."Benar"
Clint melambaikan tangan dan memanggil pelayan, lalu memesan makanan.Desert adalah makanan pembuka membuat mata vivi berbinar, akhir-akhir ini jarang menikmati hidup.
Dan merasa ini adalah makanan paling enak yang dimakannya selama di negara X.
Setelah makan beberapa suap, dan bertanya pada clint."Apakah kau ingin aku lebih kurus, atau lebih berisi dari ini?"
__ADS_1
Clint tersenyum."Makan saja, kamu mau gendut atau kurus, aku tetap menyukaimu"
Kalimat ini membuat vivi merasa tenang dan makan desert tanpa rasa khawatir.
Wajah clint menunjukkan senyum hangat, vivi memotong roti dan menyodorkan ke dekat mulut clint."Makanlah, enak sekali"
Clint sedikit mencondongkan tubuhnya dan memakan,mereka saling menatap, bertukar perasaan cinta tanpa berkata-kata. Clint juga tidak menyangka dessert begitu enak, mungkin karena sang wanita yang menyuapkannya.
Makanan utama disajikan, clint meraba kotak cincin di sakunya, lalu menatap jari vivi, dalam hati berpikir, seharusnya ukurannya pas.
"Gaun malam ini mau beli dimana?" clint ingat perjamuan nanti malam, ia harus menggunakan gaun.
Vivi berpikir sejenak."Kita bisa menyewa satu set saja, banyak toko gaun di kota ini"
"Bagaimana kalau aku membelikanmu satu set?" clint tersenyum.
"Kalau beli terlalu mahal, sewa saja" vivi tidak ingin menghamburkan uangnya.
"Bekerjalah dengan tenang, urusan gaun serahkan padaku" clint berkata dengan percaya diri, dirinya juga tidak kekurangan uang dan berharap vivi mengggunakan gaun yang indah ke perjamuan.
"Baiklah, kebetukan aku masih ada urusan sore ini, kalau begitu masalah ini aku serahkan padamu" vivi juga ingin tahu, kejutan apa lagi yang akan diberikan pria ini.
Clint mengangguk dan tersenyum."Tidak masalah"
"Cukup membeli gaun saja, tidak usah sama kalung,jangan membuang-buang uang" vivi berpikir,jika clint dirayu oleh pegawai toko akan membelikan gaun dan satu set perhiasan.
"Baiklah, aku tidak akan membeli kalung" clint tersenyum penuh arti.
Tapi, dia harus menggunakan cincin berlian, malam ini harus tampil cantik dan memberitahu semua orang, kalau gadis ini sudah ada yang punya.
Selesai makan, clint mengantar vivi ke kantornya dan dirinya melaksanakan tugas mencari gaun.Ia akan pergi ke toko gaun paling mewah di kota ini dan membelikan satu gaun untuknya.
__ADS_1