
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
"Kau, kenapa sudah pulang?" membuat keira tertegun sejenak.
"Aku pulang lebih awal" daniel ingin memberikan kejutan padanya dan mempercepat pekerjaannya.
Daniel membuka tangannya lebar-lebar, barulah keira sadar dan berlari ke arahnya, memeluknya dengan erat.Matanya memerah karena bahagia.
"KAu sudah pulang, akhirnya kamu pulang"
Daniel menyisir rambutnya dan tersenyum.
"Ya, aku sudah pulang"
Tapi, kepulangannya membuat keira juga merasa khawatir, apakah pulang karena mendapatkan informasi ini? apakah dia akan bertindak?
"Bagaimana bisa kamu sudah pulang?" keira mendongakkan kepalanya.
"Aku pulang naik pesawat militer,kunjunganku selanjutnya akan di wakili oleh anggota parlemen,tapi,aku tidak mengumumkan kepulanganku, maka untuk dua hari kedepan aku bisa beristirahat sejenak"
Mendengar hal ini,keira menghela nafas lega, baguslah, berarti drake belum mendengar tentang kepulangannya.
Daneil dapat melihat wajah imutnya terlihat cemas, seolah ada masalah berat, ia mengerutkan alisnya dan bertanya."Kenapa? apakah ada masalah?"
"Tidak, aku hanya terlalu merindukanmu" keira pura-pura tersenyum.Apakah setelah bertemu drake masih hidup atau mati? ia tidak bisa menebaknya, tapi, saat terakhir hidupnya harus membuatnya merasa bahagia.
Bahkan jika harus mati, kedua orangtuanya harus hidup.
Keira memegang tangannya dan menarik daniel ke lantai atas, daniel mengetahui niat sang wanita yang mengundang, ia tahu apa yang akan dilakukan.
"Apakah luka-lukamu sudah sembuh?" danel dengan suara rendah.
"Sudah, tidak ada masalah apapun" keira tersenyum,ia harus menggunakan waktu empat jam dengan sebaik-baiknya.
__ADS_1
Daniel cukup terkejut melihat inisiatifnya, biasanya ia yang melakukan serangan pertama, kini hal ini merasa sempurna.
Daniel membopong tubuhnya, tangan keira memeluk lehernya, wajah cantiknya tersenyum mempesona.
Gairah daniel sudah naik, begitu sampai kamar menurunkannya dan menciumnya dengan ganas.
Seolah ini adalah malam terakhir sebelum kiamat dan mereka berdua telah menunggu terlalu lama.
Saat ini mereka melepaskan belenggu dan membebaskan diri, sungguh mereka ingin menjadi satu.
Jas daniel dilepas oleh keira dan dasinya juga di lepaskan....
Daniel merasa terkejut dan bahagia, gadis ini begitu berinisiatif.
Dalam hatinya merasa cemas,takut lukanya belum sembuh dan akan melukainya lagi, tapi kali ini keira menjadi pihak yang agresif dan menekannya di atas ranjang.
Sang gadis mencium lebih agresif.Ia bahkan membuka bajunya sendiri.
Daniel meraih selimut untuk menutupi tubuh rampingnya agar tidak kedinginan,sementara tubuh mereka sudah memanas.
"Daniel, aku mencintaimu" keira berkata pelan dan menjerat tubuhnya bagaikan ular.
Akhirnya menghancurkan pertahanan terakhir sang pria,membuat logikanya di kalahkan oleh gairah dan akhirnya daniel mendesah dan menjadikan wanita yang selalu di impikannya menjadi wanitanya sepenuhnya.
Namun di dalam kamar rasanya hangat, dua orang satu selimut..
3 jam kemudian
Keira bangkit dari pelukan sang pria,ia menoleh dan tersenyum pada pria yang berbaring di ranjang."Kau sudah lelah, tidurlah sebentar"
"Lalu, bagaimana denganmu?"
"Aku akan tidur nanti, aku ingin memberi makan kucing dulu" keira mengecup pipinya."Aku tahu kamu kelelahan,tidurlah dulu, nanti malam kita makan berdua"
Daniel memang sangat lelah, kunjungannya kali ini jadwalnya sangat padat,jam tidurnya tidak teratur, ditambah olahraga barusan.Sekarang tubuhnya rilex dan memejamkan matanya.
Keira memakai jaket dan celana panjang, lalu membawa laptop ke ruangan sebelah.Masih ada waktu beberapa saat sebelum alamat di berikan, ia menunggu dengan sabar.Dan akhirnya, ada pesan masuk dan alamatnya tertulis jelas disana.
Keira juga memiliki ingatan yang kuat, ia tahu daniel memiliki senjata api di ruangan ini, yang tersimpan di laci paling bawah, untuk pertahanan dirinya, saat itu ia menemukan tanpa sengaja, ia mengerti sang pria sangat mempercayainya.
__ADS_1
Dan senjata itu berada disana untuk melindunginya.
Keira mengambilnya dan menyembunyikan di balik jaket, ia berjalan turun dan menyerahkan orange pada pelayan, meminta mereka menjaganya baik-baik, dan meminta Mereka membuat makan malam untuk daniel dan jangan mengganggu istirahatnya.
Keira keluar dengan mengendarai mobil daniel, saat tiba di gerbang berkata pada bodygard ingin membeli makanan kucing dan mereka langsung percaya.
Keira memasukkan alamat ke gps dan bergegas kesana.
Daniel yang sedang tertidur mendengar suara ponsel di saku jasnya. "Halo"
"Tuan presiden,anda harap meningkatkan keamanan di sekitar,kami telah menerima informasi bahwa drake dan orang-orangnya telah melintasi perbatasan, ini kurang baik untuk anda"
"Kapan kau menerima informasi ini?"
"Beberapa hari yang lalu, satu jam lagi perahu kami akan mendarat,tuan presiden, harap menambah keamanan di sekitarmu"
"Baiklah, setelah sampai beritahu aku" Daniel menutup telepon dan menatap kearah pintu dan mempunyai firasat keira tidak berada di sisinya.
Ia bergegas memakai pakaian,bergegas turun ke bawah,melihat pelayan sedang menyiapkan makan malam dan diluar langit sudah gelap.
"Dimana keira?"
"Nona pergi sejak satu jam yang lalu"
"Pergi kemana?"
"Nona bilang ingin membeli makanan kucing"
Daniel tertegun,ia mengepalkan tinjunya dan firasat buruk muncul di hatinya,ia tahu keira pergi bukan untuk membeli makanan kucing, namun pergi untuk menemui drake.
Kenapa ia menemui drake? cara apa yang di gunakan drake untuk mengancamnya? daniel teringat pistol di kamarnya, ia segera naik keatas dan membuka laci paling bawah, pistol sudah tidak ada dan dia sudah pergi.
"Sialan" daniel memukul meja dengan kuat. lalu melihat laptop tergeletak di atas sofa.Daniel segera menghubungi thomas."Cepat cari beberapa ahli komputer dan kirim mereka kesini secepatnya"
Kemana dia pergi? apa yang terjadi padanya? semakin memikirkannya, daniel merasa ada hal aneh, seperti keira sangat berinisiatif dan agresif, awalnya daniel mengira karena ini adalah untuk pertama kalinya, tadi keira sampai meneteskan air matanya karena kesakitan, namun sekarang daniel sadar. Itu adalah air mata dirinya akan meninggalkannya.
Hal sebesar ini, bagaimana dia bisa pergi tanpa mengatakan apapun? kemana dia pergi? sepertinya jawabannya,mungkin ada di laptop ini, daniel kembali menelepon untuk melacak mobilnya, karena jarak pandang yang rendah, melacaknya membutuhkan waktu yang lama.
Tidak boleh, ia tidak boleh kehilangannya! daneil mengepalkan tinjunya rapat-rapat.
__ADS_1
Malam ini, mendung menutupi langit kota ini, meskipun menyalakan lampu jarak jauh, tetap saja jarak pandang tidak terlalu jauh, Keira memicingkan matanya dan berharap cepat sampai ke alamat yang di berikan drake.
Terima kasih untuk para pembaca atas dukungan yang diberikan kepada author. Author mendoakan semoga pembaca sehat dan tuhan memberkatimu dan keluargamu.Jika kalian suka novel ini, jangan lupa share ke teman kalian.~ SUKSES SELALU~