Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Memperebutkan harta warisan


__ADS_3

Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Kakek mengangguk, istri bernard bertanya dengan pelan."Ayah, apakah kamu ingin minum?"


"Aku tidak memiliki ***** untuk makan dan minum,kalian semua keluar sebentar, aku ingin berbicara dengan bernett"


Selain bernett, semua anggota keluarga gong menjadi kesal,setelah saling memandang beberapa detik, mereka semua keluar dari ruangan dengan perasaan marah dan kesal, mereka sebenarnya ingin mengetahui apa yang kakek gong bicarakan.


Setelah semua keluar, tuan besar menghela nafas."Aku tahu, dari beberapa orang tadi, hanya kamu yang mengkhawatirkan diriku"


"Kakek, kamu akan baik- baik saja" bernett merasa yakin kakeknya akan sembuh.


"Aku sudah cukup hidup,aku sudah hidup sampai usia ini sudah cukup,hal yang harus aku sampaikan padamu sudah kusampaikan padamu,jika sudah saatnya aku meninggalkan dunia ini, aku sudah tidak akan menyesal." Kakek gong mengela nafas."Bernett, masa depan gong's corp aku serahkan padamu, kamu jangan sampai membuatku kecewa."


Bernett mengangguk dengan patuh."Kakek, kamu tenang saja, aku akan membuat perusahaan terus berkembang dan tidak akan pernah jatuh"


Kakek gong mengangguk dengan puas, tiba- tiba memegang dadanya, bernett segera berdiri untuk memanggil dokter, namun tuan besar mencegahnya."Duduklah, kamu dengarkan dulu sampai selesai"


"Kakek..tubuhmu sedang butuh perawatan" kedua mata bernett sudah memerah.


Tuan besar menjadi kesal."Kamu meminta mereka untuk menyelamatkanku,membuat tubuhku di penuhi dengan pipa dan aku akan mati dengan gelisah, kamu dengarkan dulu kata- kataku"


"Kakek, anda bicaralah" bernett menahan rasa sakit dan mendengarkan dengan seksama.


"Jaga bryan cheng dengan baik, latih dia untuk menjadi penerusmu,masalah gong's corp, jangan biarkan paman kedua dan ketiga ikut campur, hal ini kamu harus bertindak tegas dan tidak berperasaan, mungkin kedua keluarga itu akan membencimu seumur hidup, kamu harus siap- siap"


"Aku akan melakukannya" bernett mengangguk setuju.


"Pernikahanmu dengan candice, aku mungkin tidak dapat berpatisipasi, kamu tanganilah dengan baik! setelah membuat gong's corp stabil, kamu harus mencari hari untuk menikahi candice" selesai berkata kakek gong batuk- batuk parah.


"Kakek" bernett sangat panik, ia mengambil handuk mengelap darah hingga bersih.

__ADS_1


"Suruh mereka masuk dan kamu keluarlah"


"Tidak, aku suruh dokter untuk masuk" bernett bersikeras.


"Suruh mereka masuk"


"Kedua orang tuaku belum datang kek"


Kakek gong tersenyum lemah."Apakah kamu pikir aku tidak bisa bertahan sampai besok?aku punya perkiraan sendiri, cepat panggil mereka"


"Kakek, menyuruh kalian untuk masuk" bernett dengan suara berat.


Bernice melangkah mendekati sang kakak."Kak, apa yang dikatakan kakek?"


"Tidak ada, kalian tunggu sebentar, habis ini kalian bisa melihatnya."


Setelah sepuluh menit terdengar suara keras dari dalam."Ayah, kamu terlalu pilih kasih"


Bernett yang berdiri di depan pintu segera membuka pintu, ia melihat wajah adrian memerah penuh kemarahan."Aku tidak terima, ayah kami berdua juga anakmu, jangan karena kami berdua melakukan kesalahan , maka selamanya kamu tidak memaafkan kami, property gong's corp, bagaimana bisa di wariskan anak kecil itu?"


"Kakak kedua, perkataan ayah tadi sudah jelas,


menyuruh kita untuk tidak mencampuri gong's corp, apakah masih ada yang perlu dibicarakan lagi?" suasana hati adrian tidak stabil.


"Paman ketiga,jika kamu berteriak lagi, aku akan menyuruh pengawal untuk menarik kalian pergi dari sini" mata bernett sudah merah menyala.


"Kamu memanggilku paman ketiga, tapi dalam hatimu,kamu bahkan tidak pernah menghargai kami.Bernett kamu sebenarnya menggunakan cara apa,sehingga kakek memberikan semuanya padamu" ucapan adrian penuh dengan emosi.


Wajah bernett semakin kesal, ia menelepon pengawal."Berjagalah di depan pintu"


Ketika adrian melihat bernett benar- benar memanggil pengawal,ketika adrian ingin mengatakan sesuatu lagi, namun di tahan oleh bernard."Ayah ada disini, bisakah kamu diam?"


Mata tuan besar gong menunjukkan kelelahan, ia sangat kecewa dengan kedua putranya ini, lalu kakek berkata."Kata- kataku kalian semua sudah mendengarnya,jika tidak ada hal lain lagi, kalian keluar dari ruangan ini"


Di dalam hati adrian merasa terkejut, ayahnya tidak berkata apa- apa lagi.


"Ayah, bukankah kita meragukan kemampuan bernett,tapi gong's corp adalah property keluarga, jika diberikan untuk satu orang saja, sepertinya tidak pantas" bernard berkata dengan tenang untuk mengubah keputusan sang ayah.

__ADS_1


"Ini adalah keputusanku dan tidak akan pernah berubah" setelah berbicara tuan besar menutup matanya dan tidak mau berbicara lagi.


Dalam hati adrian merasa tidak terima, meskipun tidak di tunjukkan, tangannya sekarang sudah mengepal kuat.


Steve berjalan mendekat ke tuan besar."Kakek, aku juga cucumu, jika papaku mengecewakanmu,aku percaya tidak akan melakukan kesalahan seperti ayahku, tolong izinkan aku membantu bernett"


Bernett hatinya sudah dingin dengan keluarga yang ingin merebut harta warisan dan bagi mereka perusahaan lebih penting daripada nyawa kakek.


"Steve, kamu cukup baik, aku sudah menyuruh bernett untuk membantu kamu, kamu tidak perlu khawatir"


"Apakah, kakek membiarkan aku bekerja di gong's corp?" steve bertanya dengan senang.


"Bukan...pekerjaanmu di kantor cukup baik, aku sudah menyuruh bernett untuk menyuntik modal pada perusahaanmu" kakek menjelaskan dengan susah payah.


Wajah steve menjadi kaget,berbicara panjang lebar seperti itu, pada akhirnya harus menerima belas kasihan pada bernett.


Selain itu, setelah gong's corp berada di tanga bernett, bagaimana caranya untuk mengambi lagi? takutnya bernett akan semakin menindas dan bukan membantu mereka.


"Kakek, ingin istirahat" bernett berkata dengan berat untuk mengusir mereka semua.


Istri bernard sekarang berbicara."Ayah, bernard adalah putramu, steve juga cucumu,semua adalah darah dagingmu, apakah kamu begitu tega?"


"Betul, kesalahan adrian dulu, sekarang dia sudah berubah, apakah anda tidak mau memberinya kesempatan?"


Kedua wanita merengek, walaupun ini sangat memalukan, namun bagi mereka yang penting bisa membantu suami mereka.


Tuan besar gong, melambaikan tangan."Aku sudah selesai bicara, kalian semua keluar"


Selain bernett, semua wajah mereka tidak rela dan sedih.Bahkan bernard yang biasanya tenang kini terlihat kecewa dan gelisah,ia pikir tadinya kalau minta maaf pada ayahnya, akan mendapatkan saham di gong's corp, namun satu persen pun tidak dapat.


Bagaimana dia rela tidak mendapat apapun?


Setelah mereka semua pergi, kakek gong sudah sangat kelelahan, ia berkata pelan dengan bernett."Cucuku, aku telah menyulitkanmu"


"Bernice dan candice masih berada di luar, jika anda lelah istirahat saja dulu"


"Dua gadis itu suruh mereka masuk, aku masih belum lelah, biarkan mereka menemaniku berbicara" kakek menjadi sedikit semangat.

__ADS_1


__ADS_2