
Pintu kamar bryan tiba- tiba terbuka, bernett berdiri di dekat pintu.
Wajah bernett kelihatan panik,matanya melihat candice sedang duduk di lantai, wajahnya ada bekas cakaran dan keningnya di perban.
"Apa yang terjadi?" bernett melangkah masuk ke kamar.
Candice terkejut, kenapa dia pulang dan tahu tentang luka ini? ini pasti ulah anaknya.
"Bryan , apakah kamu diam- diam menelepon daddy di belakangku?"
"Aku kan kasihan padamu, makannya menyuruh daddy pulang merawatmu"bryan expresi sedih.
Padahal candice sudah melarang bryan memberitahu bernett.
"Kata tante linda, kamu berkelahi dengan dua tante jahat"
Tenyata bryan juga menelepon linda untuk mencari info..
Candice tidak ingin berdebat di depan anaknya, ia menarik tangan bernett berjalan menuju dapur.
Mereka berdua berdiri hadap- hadapan .
"Apa lukamu parah?" tanya bernett
"Di beri tiga jahitan" candice tidak tahu mengapa bicara jujur dengan bernett.
"Apa yang terjadi?"
"Hanya perkelahian antar wanita saja" candice tidak mau menjelaskan.
"Wanita siapa, nama?"
"Dua wanita mencari masalah denganku, kamu mau apa?" candice terkejut..
Bernett kesal."Membuat mereka membanyar semuanya"
"Terima kasih karena kepedulianmu,tapi hal ini tidak perlu di teruskan lagi, mereka berdua juga terluka"
"Siapa?"
"Siapapun itu, kamu jangan ikut campur oke" candice memohon pada bernett.
"Kalau kamu tidak memberi tahu, aku akan menyelidiki sendiri sampai jelas" selesai bicara bernett mengulurkan tangannya menyentuh dan memeriksa luka di wajahnya..
Candice tercengang, sepertinya bernett peduli dengan lukanya?Ia mengedip- ngedidkan matanya."Bukankah tadi pagi masih marah padaku, kenapa kamu mengirim bunga ke kantor?"
__ADS_1
"Yang kukirim hari ini bukan bunga, apakah kamu membuangnya lagi?" bernett curiga.
"Tidak, saat bertengkar bunganya tidak sengaja ke senggol dan jatuh" candice berbohong.
"Apakah luka ini dalam?" bernett sambil memandang keningnya.
"Lumanyan dalam" candice menghela nafas.
"Aku mau masak, apakah kamu mau sekalian?"
"Malam ini tidak usah masak, aku akan mentraktir makan di luar hari ini"
"Ya, baiklah" Candice memang masih lemas hari ini, tadi ia kehilangan banyak darah.
Mereka pun memanggil bryan untuk pergi makan di restoran.
Kediaman lu
Anggie pulang ke rumah,wajahnya yang bengkak diolesi obat jadi berminyak.
"Ya tuhan, kenapa wajahmu?kenapa bisa seperti ini?siapa yang menyerangmu?" sherry yang duduk di sofa langsung terkejut melihat luka anaknya.
"Siapa lagi, kalau bukan wanita murahan , candice cheng" anggie kesal
Sherry marah melihat banyak luka di wajah anaknya."Apa? candice berani mencakarmu,
"Aku pergi bersama dengan nana, tidak disangka wanita murahan itu menyerangku dan mencakar wajahku" anggie memerah matanya.
"Kalau begitu, apakah kamu memukulnya?"
"Tentu saja, aku menjambak dan mencakar wajahnya, nana bahkan mendorongnya dengan kuat hingga menabrak meja dan keningnya berdarah- darah"
"Bagaimana dengan nana?"
"Hidungnya yang baru di operasi jadi miring dan berdarah"
"Apakah ini akan membekas?"
"Tenang saja, kata dokter tidak akan meninggalkan bekas, tapi kurasa kening candice perlu di jahit"
"Kenapa kalian bisa berkelahi?"
"Aku hanya menghancurkan buket bunga miliknya"
Di dalam restoran
__ADS_1
Suasana dalam ruangan cukup tenang, hari ini candice sudah berkelahi, nafsu makannya bertambah lebih banyak.
Bernett memesankan sarang burung walet untuk menambah energi candice, Candice memakannya tanpa sungkan, yang penting makanan enak hari ini bernett yang traktir..
"Mommy, apakah kamu mau makan ice creamku?" bryan menyodorkan sendok kecil ice di dekat bibir ibunya.
Candice langsung melahapnya." Enak sayang"
Bryan menyendok ice cream lagi menyodorkan ke pada daddy."Daddy, kamu makan sesendok"
Bernett juga makan ice cream" Manis"
Candice wajahnya memerah, apakah dia sengaja pamer ingin makan dari sendok bekas bibirnya.
Bernett menggodanya."Sudah memasukkan air liur satu sama lain, apakah kamu masih peduli tentang ini?"
"Jangan bicara sembarangan" candice menunduk meneruskan makan ...
Setelah makan malam kembali ke rumah
Candice kekeyangan duduk malas di sofa ruang tamu, bryan dimandikan oleh bernet dan juga dibujuk oleh tidur olehnya..
Jam sembilan malam bernett keluar dari kamar anaknya , ia melihat candice masih duduk di sofa kelihatan melamun.
"Apakah kamu juga melukai otakmu, besok periksa lagi?" kata bernett
Candice merasa baik- baik saja, hanya luka luar.
"Tidak perlu"
"Tidak mudah bekerja kalau otakmu bermasalah, kamu akan menjadi bodoh"
"Hei, apakah kamu tidak punya rasa simpati? kamu malah menertawakan aku saat terluka" candice merasa bernett sedang menyindirnya.
"Orang lain memukulmu,kenapa tidak lari? dan terjadi di kantor, apakah kamu bodoh?" bernett tidak berfikir, wanita ini akan di pukuli di kantor.
Candice tidak ingin membahas hal ini lebih lanjut, takut bernett mengetahui rahasia kasus ini.
"Aku lelah, aku akan istirahat ke kamar" candice bangkit dari sofa.
"Ciuman selamat malam"
"Aku sedang terluka, apa kamu tidak kasihan?"
"Bibirmu tidak terluka" bernett tersenyum, mendekat mencium bibirnya.
__ADS_1
Candice mendorong tubuhnya dan kembali ke kamar dengan perasaan campur aduk.
Begitu candice pergi, senyuman bernett menghilang, besok ia harus mencari tahu masalah ini, siapa yang berani menggertak ibu anaknya, sama saja memprovokasi dia.