Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Mentraktir makan


__ADS_3

Setelah menjemput bocah kecil, bryan merasa sangat bahagia, saat mendengar mereka akan makan diluar,Karena saat ini memiliki alasan untuk makan camilan dan makan ice cream.


Di bawah petunjuk candice, mobil bernett sampai di pusat perbelanjaan, candice memegang tangan bryan, bernett juga ikut memegang tangan bryan.


Satu keluarga masuk ke pusat perbelanjaan yang ramai.


Lantai empat adalah pusat tempat makanan. Candice menuju toko hotspot, mereka duduk di dekat jendela.


Candice mengambil daftar menu, bernett juga membiarkan dia memesan sesuka hatinya.. Candice memanggil pelayan."Beberapa macam yang aku lingkari ini tidak pedas untuk anak- anak, selebihnya ..." candice bertanya ke bernett." Kamu bisa makan pedas?"


"Bisa" jawab bernett.


"Selebihnya setengan pedas." candice berkata pada pelayan.


Pelayan adalah gadis umur dua puluhan, ia merasa malu dan senang, saat melihat pria tampan dan anak kecil yang hampir mirip.


Bahkan pri itu lebih tampan daripada selebriti.


"Bryan, mommy belum memberimu hadiah, kamu sudah masuk sekolah sekarang, pilih harga di bawah empat ratus ribu,kamu bisa pilih yang kamu suka."


Bocah kecil berfikir sebentar." Aku, pilih ice cream boleh tidak."


"Yang aku maksud adalah sejenis mainan." candice tahu anaknya sangat suka ice cream.


Bocah kecil memanyunkan bibirnya, sambil menatap candice."Mommy, aku ingin makan hagen daz, boleh ya, satu saja."


Bernett gong ingin tertawa melihat muka imut kasihan bryan cheng.


"Baiklah, hanya satu kotak saja, kamu masih mau mainan tidak?"


"Mau, mommy, aku mau"bocah kecil masih ada mainan ,tentu saja mau.


"Dasar anak rakus" candice mengatakan dengan senyuman.


Sepuluh menit kemudian, hot dog sudah di hidangkan di atas meja.Bernett mencium wangi masakan dan belum berani memakan.


Bryan sudah mulai makan hidangan untuknya.


"Sehabis memakan nasi ini, kamu baru boleh makan ice cream." candice mengingatkan.


"Iya" bocah ini terlalu semangat membayangkan ice cream.


Candice melihat bernett gong belum juga memakan hidangan." Apakah kamu tidak bisa memakan makanan ini, apa kamu takut sakit perut.?"


"Aku tidak terlalu rapuh, seperti yang kamu pikirkan?" bernett merasa di remehkan.


"Baik, kalau tidak ada masalah, ayo makan"


"Daddy , mommy, kamu cepatlah makan, aku sudah makan setengah" bryan melebihkan ucapannya, bahkan dia baru memakan sedikit.


Mereka bertiga makan dengan tenang, bernett sedikit terkejut makanan ini cukup enak, hanya saja rasa cukup pedas di lidah bernett.


limabelas menit kemudian, orang dewasa sudah menghabiskan hidangan, hanya anak kecil menyisakan sedikit nasi.


"Mommy, aku sudah tidak bisa memakannya lagi, bagaimana" bibir bryan cemberut.

__ADS_1


"Sudah kenyang?"


"Sudah sangat kenyang, mommy pegang saja perutku sudah besar."Bryan memajukan perut kecilnya.


Candice menyentuhnya sebentar, memang sedikit buncit.


Bryan memastikan." Mommy, aku sudah kenyang belum?"


"Sudah, kamu tidak usah makan lagi"selesai berkata candice, melihat ke arah bernett, wajahnya memerah sedang minum es teh ,pasti dia kepedasan.


"Kamu tidak apa- apa kan?" candice sedikit perhatian.


"Tidak apa- apa" bibir bernett tersenyum, candice melihat bibir merah bernett sedikit tergoda.


Candice pura- pura sibuk melihat putranya.."Ayo pergi" candice menggandeng tangan bryan, mereka pergi ke lantai dua, disini di jual khusus anak- anak..


Mereka pergi ke toko ice cream, candice berkata pada penjual."Dua rasa vanilla, pisah tempat"


"Mommy, kenapa beli dua?apakah kamu mau memberikan hadiah lebih?" anak kecil bertanya dengan bahagia.


"Mommy, juga mau makan"


"Lalu daddy?"


Candice hampir lupa, namun pasti pria ini tidak mau makan, candice pura- pura bertanya." Kamu mau juga"


"Tidak mau"


"Daddy, nanti aku akan berbagi dengannmu" bryan menjaga perasaan daddynya.


Membawa ice cream, ini juga momen paling bahagia bagi anak- anak,bibir mungil bryan memakan dengan bahagia,wanita ini juga makan dengan serius juga, bernett diam- diam mengamati.


"Mommy ,enak tidak?"


"Enak"


Karena terlalu enak, bahkan bryan lupa membagikan pada ayahnya.


Setelah makan ice cream, bryan memilih mainan robot, kelihatan anak ini cukup menyukai robot- robotan.


Besok adalah akhir pekan, setelah bernett gong memandikan bryan, mereka berdua bermain dengan senang di dalam kamar..suara tawa keras terdengar daritadi.


Candice yang berada di dalam kamar merasa kasihan pada bernett,karena bocah ini bermain tidak ada habisnya..


Selesai bermain, anak sudah lelah.


Candice membaca buku di ruang tamu, karena hampir kehabisan inspirasi, ia akan mendapat ide setelah membaca buku biasanya..


Bernett keluar dari kamarnya menggendong tubuh bryan ke kamar anak- anak, setelah membacakan dongeng anak- anak bryan tertidur..


Bernett yang lelah masuk ke kamar utama dan menutup pintu untuk mandi.


Candice merasa senang karena bernett masuk kamar utama, ia berfikir bernett melupakan ciuman selamat malam.


Selesai mandi bernett gong keluar dari kamar, menuju dispenser air, ia mengambil gelas mungil milik candice.

__ADS_1


Candice merasa tidak senang, bernett selalu minum dari gelas miliknya.


"Sudah larut malam, kenapa kamu belum tidur?"


candice melihat bernett gong memakai celana tidur panjang dan kaos dalam pria, ia menampilkan bentuh tubuh menggoda, sedang bersandar di dinding dengan memegan gelas miliknya.


Candice merasa tergoda melihat penampilan pria itu.


Ia adalah desainer, pelukis, pada dasarnya , ia fanatik terhadap keindahan.


"Sudah larut, aku mau kembali ke kamar, kamu pakai saja ruang tamu" candice ingin kabur dari pria ini.


Bernett tersenyum."Ciuman selamat malam belum kamu berikan"


"Ciuman selamat malam boleh, tapi tidak boleh mencium terlalu dalam" candice mengingatkan.


"Baik, tapi kamu harus berinisiatif mencium dulu" bernett berjalan duduk di sampingnya.


Candice melihat wajahnya dari sedekat ini.,ia berbicara dalam hati."Benar- benar sangat tampan,pria ini setiap sudutnya begitu sempurna, hingga membuat kagum orang- orang."


"Cepat?" bernett sudah tidak sabar.


Candice mendekatkan tubuhnya sudah hampir menempel pada bernett gong, ia memiringkan kepalanya, memejamkan mata, mendaratkan bibirnya ke bibir bernett.


Bernett gong mendorong memegang kepalanya candice, mendorong tubuhnya sampai terbaring di tekan oleh tubuh besar bernett gong.


Candice terkejut,membuka matanya, bibirnya masih disegel oleh ciuman, tangan candice mendorong tubuh bernett, namun tubuh bernett seperti batu besar, bahkan tidak bergerak.


Bernett mulai menyerang dengan lidahnya ..


Candice kesal, pri ini tidak hanya menipunya, bahkan berani menekan tubuhnya.


Ia menjadi panik, candice mulai menggerakkan tubuhnya ke kanan dan kiri, fikirannya hanya ingin lepas dari tubuh bernett .


Sebenarnya bernett hanya ingin ciuman yang dalam dan lama, namun wanita ini malah menggoyang tubuhnya.


Apakah dia tidak tahu junior akan terbangun.


Bernett gong merasa hampir gila, hanya bisa melepaskan ciumannya." Coba saja, kamu goyangkan tubuhmu lagi."


Hati candice jadi takut, ia baru menyadari sesuatu yang keras menempel pada tubuhnya.


Tubuh candice menegang, ia hanya diam.


"Lepaskan aku bernett kamu adalah pria bajingan..Candice marah tapi tidak berani bergerak lagi, kalau pria ini kehilangan kontrol ia akan tamat.


"Aku bisa menjadi bajingan karena dirimu"


"Tidak ada hubungannya denganku"


"Ada, siapa suruh kamu begitu menggoda? kalau parasmu sedikit jelek,postur tubuhmu tidak sebagus ini,bibirmu tidak semanis ini, aku pasti jadi orang yang baik- baik." Bernett konyol menyalahkan candice.


Ini ada hubungan apa dengan dirinya? bisa dikatakan pri ini tidak bisa mengendalikan diri dengan baik.


"Lepaskan, ciuman malam in sudah, aku mau tidur"Percuma berdebat dengan pria ini, ia hanya akan membalas dengan kebenaran.

__ADS_1


Bernett melepaskan wanita di bawah tubuhnya..candice langsung berdiri kabur ke kamar dan mengunci pintu..


Bernett tertawa, wanita sungguh menggoda saat marah, wajahnya yang memerah sungguh imut dan menggemaskan.


__ADS_2