Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Coklat manis


__ADS_3

Anggie menelepon marrry song.


"Hei, anggie ada apa mencariku?"


"Marry, bagaimana hidungmu?"


"Masih dalam perobatan, aku masih belum mau bertemu dengan siapapun"


"Marry, ada sesuatu akan kukatakan padamu, kamu harus dengarkan dengan serius atau akan terjadi sesuatu pada keluargamu"


"Baiklah, aku akan dengarkan"


Anggie bercerita kejadian hari ini di kantor gong's corp.


Marry terkejut."Apa?Jika aku tidak minta maaf, dia akan mengganggu keluargaku"


"Apakah kamu tidak percaya, apa yang dikatakan bernett gong? Marry , kamu harus segera pulang, besok kita akan meminta maaf pada candice"


"Wanita gila itu telah merusak hidungku dan aku harus minta maaf padannya?" marry tidak ingin minta maaf padanya.


"Apakah kamu bisa melawan bernett? Kalau kamu tidak bisa cepat kembali."


Setelah mengatakan anggie menutup telepon. Ia berfikir telah menggali kuburannya sendiri.


Candice tidak tahu apa yang terjadi hari ini pada orang lain, ia seharian hanya berada dalam rumah menonton film.


Jam lima sore


Bernett dan bryan masuk ke dalam rumah, si keci membawa karangan bunga di tangannya.


"Mommy, mommy..daddy memberiku karangan bunga" bryan berkata dengan gembira.


Candice memperhatikan karangan bunga di tangan anaknya, sama persis dengan karangan yang di hancurkan anggie.


Ia segera berdiri mengambil bunga dari tangan anaknya, ia tanpa sadar memeluk karangan bunga..Lalu ia melihat senyum aneh di wajah bernett."Mengapa mengirim bunga pada sore hari?"


Bernett tersenyum."Aku mendengar karangan bunga kemarin hancur, jadi aku mengganti pada sore ini."


"Bagiamana kamu tahu karangan bunga kemarin hancur?" seingatku aku tidak memberi tahu pada orang lain.


"Ku menebak"bernett tidak mau memberitahukan sekarang.


Pria ini seperti dewa, bisa menebak dengan benar.


Bagaimanapun candice merasa bahagia sekarang.


"Mommy, apakah coklat ini asli? apakah bisa di makan" bryan penasaran.


"Tentu saja bisa, rasanya enak, dan apakah kamu mau memakannya"


"Yah!aku ingin makan"


"Boleh, tapi 3 saja, habis makan malam"


"Emh" sikecil duduk di atas sofa, Candice meletakkan karangan di meja.Bryan memilih tiga coklat untuk di makan.


Candice menatap bernett."Jangan berikan aku banyak coklat, aku tidak akan bisa menghabiskan akan sia- sia"

__ADS_1


"Apakah kamu tidak suka coklat?"


"Aku harus makan dengan benar,kalau tiap.hari makan coklat pasti akan bertambah berat badanku" candice sangat memperhatikan penampilan.


"Oh, baiklah"


Bernett hanya ingin melihat wanita ini melindungi karangan bunganya.Malam kemarinnya wanita ini marah ke padanya. Mengapa paginya melindungi karangan bunga pemberianku, bahkan sampai berkelahi.


Wanita sungguh makhluk yang sulit di mengerti.


Bocah kecil makan coklat di sofa, bernett menegurnya." Jangan makan coklat di sofa"


"Oh" bryan turun dari sofa, makan di lantai.


Bernett mengabaikan anaknya yang sibuk makan cokelat, ia berjalan ke dapur menghampiri candice yang sedang memasak.


Candice menoleh ke belakang." Pergi temani putramu"


"Putraku tidak perlu di temani, bagaimana lukamu, apakah masih sakit?"


"Sedikit sakit" candice mengakuinya.


"Penderitaanmu tidak akan sia- sia"


"Apa maksudmu?" candice bingung.


"Bukan apa- apa" bernett tidak ingin memberi tahu sekarang, karena besok mereka akan meminta maaf.


Candice memasak tiga hidangan , mereka bertiga makan dengan hangat.Mulut bryan


belepotan coklat seperti anak kucing, candice juga tidak berniat membersihkannya.


Candice bertanya pada anaknya, karena hari ini tidak menjemputnya."Bryan,gimana selama dua hari ini kamu di sekolah?"


"Semuanya baik, hanya ada satu yang tidak baik"


"Mengapa?"


"Beberapa gadis kecil selalu mengikuti aku pergi dan berkata ingin menikahiku"


Candice tertawa terbahak- bahak..." Apa?"


"Mereka hampir setiap hari memberiku hadiah permen dan boneka, tapi aku sama sekali tidak menyukai boneka dan permen."


Candice dan bernett saling memandang mereka tersenyum.


"Nak, kamu harus menolak gadis- gadis itu dengan ramah" kata candice, bryan masih terlalu kecil.


"Ya mommy, aku hanya suka satu wanita mommy seorang, aku ingin seumur hidup bersama mommy"


Candice tidak bisa menahan tawa."Iya,mommy akan bersamamu selamanya"


Bernett segera menatap wajah putranya dengan cemburu."Tidak, saat kamu sudah dewasa kamu akan hidup dengan istrimu dan mommymu milikku seorang."


Candice tersedak nasi dan menutup mulutnya.


Bryan menatap ibunya dengan sedih."Mom, kata daddy kamu adalah miliknya, bagaimana denganku?apa aku tidak punya mommy lagi?"

__ADS_1


"Tenang, mommy selalu jadi milikmu bryan" candice menghibur anaknya


Bernett tersenyum indah." Kalian berdua adalah milikku"


Candice merasa sudah biasa, akhir- akhir ini bernett sering mengucapkan untuk hidup bersama.


Setelah makan malam , bernett memandikan bryan dan candice yang mngeringkan rambutnya.


Sebelum tidur bryan minta daddy membacakan cerita anak- anak tentang dinosaurus.. bryan sudah berbaring dan bernett mulai membaca cerita.


Candice berada di samping bernett mendengarkan cerita sebentar dan keluar dari kamar.


Suara bernett pelan sungguh mengoda, candice takut akan jatuh cinta dengan suaranya , makanya kabur.


Candice keluar dari kamar, melihat karangan bunga di ruang tamu ia tersenyum, ia mengambil ,membuka coklat dan menggigitnya , ia makan dengan perlahan menikamati rasa manis coklat.


Sepuluh menit kemudian bernett keluar dari kamar anaknya, ia duduk di samping candice.


Candice yang sedang makan coklat tiba- tiba tubuhnya menegang di dekati pria ini..


"Apakah ini enak?" bernett menunjuk coklat.


"Apa kamu mau?" candice memegang coklat yang masih di makan setengah di tangannya..


Bernett tanpa bicara membungkuk memakan coklat di tangan candice.


Candice terkejut." Mengapa kamu makan coklatku?Disini masih banyak yang belum di makan?"


"Aku suka makan, apa yang sudah kamu makan"


"Abnormal"candice kesal


"Tapi, kamu suka?"


"Siapa yang suka orang mesum?"


"Kamu"


"Kapan... aku bilang suka?" pria ini mulai bicara tidak masuk akal.


"Oke, mari kita bicara, kenapa kamu memukul anggie lu?"


"Bagaimana kamu tahu, aku yang memukul dulauan, jangan bilang kamu menebaknya lagi"


Candice curiga bernett pergi ke kantornya.


"Tidak, angie lu yang memberitahuku" bernett jujur.


"Apa?" kamu mencari anggie?mengapa kamu mencarinya?" candice terkejut.


"Tentu saja untuk memberinya pelajaran, mengapa kamu memukul duluan?"


"Kalau kamu membahas masalah ini lagi, aku tidak akan memberikan ciuman selamat malam" Candice terlalu malu mengakui masalah bunga.


Bernett sebenarnya sudah tahu jawabannya, daripada membahas hal yang tidak berguna. Lagipula sekarang bibir candice lebih manis karena makan coklat..


"Baiklah,tapi kamu kamu yang berinisiatif menciumku"

__ADS_1


Candice tanpa sadar menurut kata- kata bernett , ia langsung memcium bibir bernett gong sebentar dan kabur ke kamarnya.


Bernett merasa bahagia hari ini.. wanita itu sudah mulai membuka hatinya... malam ini bernett tidur dengan nyenyak.


__ADS_2