Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Nickson menelepon


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


"Sayang" bernett menggigit telinganya untuk menggoda candice.


Pekerjaan candice kali ini lebih penting daripada bermesraan.Ia menatap dengan serius."Jangan, aku takut inspirasi di otakku akan hilang kalau besok,tahan du, aku akan membuat sketsa terlebih dahulu"


Bernett juga tahu pekerjaan kali ini sangat penting baginya.Ini adalah pekerjaan yang lebih tinggi dan menantang,demi dia bernett rela menahannya dulu."Baiklah, aku tunggu kamu"


Candice memberikan ciuman sebentar untuk menenangkannya.


Ia masuk ke dalam kamarnya dan memulai menggambar,bernett sendiri mengambil segelas anggur merah dan melihat berita di ruang tamu untuk mengalihkan perhatiannya.


Candice mulai dengan sketsa kasar, kali ini Otakny lancar,menggambar sketsa kalung dan memasukkan elemen bunga krisan di dalamnya.


Setengah jam kemudian sketsa kalung setengah jadi sudah terbentuk, candice akhirnya menghela nafas lega,gambaran ini membuatnya lebih percaya diri.


Ia terus menyempurnakan gambar sketsanya.


Bernett menunggu sampai jam setengah duabelas, ia sudah tidak tahan berjalan ke kamarnya.


Pintu kamar candice terbuka,sosok gagah bernett berjalan mendekat tubuh candice. Kebetulan candice sedang melihat dengan teliti hasi gambar."Sini mendekat, bantu aku melihatnya."


Bernett membungkukkan badan melihat gambar desain dengan teliti, candice tersenyum


"Bagus tidak? apakah sudah menunjukkan keunikan yang elegan?"


Tentu saja bernett mengaguminya, walaupun ini masih gambar kasar, namun polanya sudah terlihat jelas."Sangat bagus, kalau produk ini dirilis, pasti akan menggemparkan dunia perhiasan"


"Akhirnya selesai juga,selanjutnya aku akan menyempurnakan detail dengan baik"


Bernett tersenyum."Jadi sekarang sudah waktunya kita berduaan, aku sudah tidak bisa menunggu lagi"


"Hmmm! masih mau, sekarang sudah jam setengah duabelas?"


"Tenang saja, aku menjamin kamu masih punya tenaga untuk bekerja besok"


Candice merasa curiga, namun pria ini sudah menggendong ke atas kasur.


Pagi hari


Candice bangun pagi merasa badannya pegal-pegal, bernett sendiri masih memeluk tubuhnya dari belakang.

__ADS_1


Bernett terbangun karena gerakan candice.


"Tidurlah 1 jam lagi, aku akan menemanimu"


Candice menutup matanya lagi,semalem bernett masih bermain dua ronde.


Saat candice sampai di kantor sudah pukul sepuluh pagi,ia langsung datang ke ruangan linda."Kak linda,hari ini aku telat"


Linda tersenyum ambigu melihat bekas ciuman di lehernya."Tidak masalah, kamu hanya perlu mengumpulkan sketsa tepat waktu, waktumu fleksibel"


Candice meihat tatapan linda di lehernya, ia lansung menutupi dengan kerah bajunya.


"Ini, semalam di gigit nyamuk"


Linda menggodanya."Aku masih belum pernah melihat nyamuk setampan itu"


Candice tertawa canggung,mereka berdua sudah sama-sama dewasa, sudah mengerti urusan ranjang.


"----"


"Semalam aku sudah menggambar sketsa, coba kamu lihat" candice mengeluarkan sketsa dari dalam tasnya.


Linda dengan semangat menerima gambar sketsa, melihat dengan serius."Bagus, kamu pasti menggambar dengan sepenuh hati"


"Kak linda,gambarku ini tidak sama dengan perancang lainnya"


"Bisa dikatakan adalah hal baru,kamu warnai dulu baru berikan kembali padaku, aku pasti akan sangat puas"


"Baik, aku tunggu karyamu"


Di luar pintu yuni barusan mengambil kopi, ia melihat dari kaca linda dan candice sedang melihat gambar sketsa,mereka berdua tampak tersenyum bahagia.Apakah candice sudah menyelesaikan gambar desainnya?


Yuni menyipitkan matanya, baginya ini bukan hal yang bagus,tampaknya ia harus mencari waktu untuk melihat-lihat.


Akhir-akhir ini dirinya dan candice tidak ada masalah, kalau pergi ke ruangan candice tidak akan di curigai, ia bisa membuat alasan meminta referensi desain padanya.


Setidaknya candice bukan orang yang pelit.


Candice kembali ke ruangannya, ia mulai menggambar lagi dengan serius.


Siang hari yuni bertemu dengan candice di kantin, dan ingin meminjam pensil warna miliknya.Yuni beralasan miliknya sudah kuno dan sulit untuk mewarnai, candice juga tidak menolak meminjamkan pada yuni.


Setelah selesai makan yuni tidak langsung mencarinya, saat jam tiga saat melewati ruang kerja candice,ia melihat candice sedang menggambar dengan serius, ia langsung bergerak mengetuk pintu.


"Masuk" suara candice.


Yuni mendorong pintu dan masuk, ternyata candice memang sedang menggambar sebuah kalung,candice melihatnya."Aku sampai kelupaan, kamu tunggu sebentar, aku akan mencarikan untukmu"

__ADS_1


Yuni berjalan mendekat ke mejanya, candice bahkan tidak menutupi gambar sketsanya, yuni merasa terkejut melihat gambarnya, tidak menyangka candice memang benar-benar berbakat.Dia bisa menggambar sebuh kalung yang unik.


Candice mencari di lemari dengan membungkukkan badan, saat kembali berdiri melihat yuni sedang memandangi hasil gambarnya, yuni segera mengalihkan pandangan,lalu memuji candice."Rancangan yang sangat bagus"


"Terima kasih, ini hanya gambar sketsa" candice memberikan pensil warna kepada yuni.


Yuni tersenyum."Terima kasih, aku akan mengembalikan setelah dua hari"


"Tenang saja, kamu pakai terlebih dahulu" candice tidak buru-buru memakainya.


Yuni segera kembali ke ruangan dan segera menggambar sketsa milik candice, berdasarkan keahliannya ia dengan cepat menggambar sama persis dengan miliknya.


Hanya saja tidak tahu, apa rancangan detail milik candice selanjutnya, namun jika gambar kasar ini di pasarkan terlebih dahulu, bisa dikatakan candice melakukan plagiat, bibir merah yuni tersenyum dingin.


Sebentar lagi akan mengeluarkan saingan terberat di perusahaan, candice cheng.


Sampai pada waktunya perusahaan hanya memiliki satu perancang handal,yaitu dirinya.


Klien penting di masa depan adalah semua menjadi miliknya seorang. Lagipula Canbry jewerly corp adalah perusahaan yang bagus, ia harus menggunakan kesempatan ini dengan baik.


Yuni tidak mengetahui, bahwa perusahaan ini milik bernett hasil merebut dari tangan laura, lagipula laura hanya mengutusnya untuk masuk ke perusahaan dan mencelakai candice untuk membalas dendam.


Laura juga bukan orang bodoh membiarkan yuni mengetahui kegagalannya.


Kementrian luar negeri


Lima hari sudah, bernice sudah hampir gila, ia merindukan nickson sudah seperti ingin gila.


Bernice bahkan tidak semangat dalam bekerja, masih ada dokumen di meja yang belum di sentuhnya.


Saat ini tiba-tiba telepon di ruang kerjanya berbunyi,ia cepat-cepat menjawabnya.


"Halo"


"Bernice, ini aku" suara yang menenangkan jiwa dan pikiran bernice.


"Nickson, apakah ini beneran kamu?" bernice seketika matanya memerah.


"Ini aku" ada rasa bersalah dari nickson..


"Kamu kemana saja, aku sangat khawatir padamu, tahu tidak?"


"Gadis bodoh,jangan khawatir, aku tidak apa-apa, maaf baru meneleponmu" nickson meminta maaf.


"Apakah pekerjaanmu berbahaya?"


"Tentu saja tidak berbahaya, hanya saja bersifat lebih rahasia, aku tidak bisa memberitahumu" nickson menenangkan.

__ADS_1


Bernice merasa sedikit lega."Mmmm! kamu harus lebih berhati-hati"


"Demi kamu, aku akan lebih berhati-hati,kamu jangan khawatir" nickson tertawa kecil


__ADS_2