
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
.........
Bernett melihatnya patuh, membalikkan badan candice mencium dan meraba tubuhnya dengan bergairah.
Candice terkejut dengan keliaran bernett.
Walaupun sekarang musim dingin bibir bernett memberikan kehangatan,nafasnya memeka berdua saling memburu.Kedua bibir saling bersentuhan dalam sekejab menjadi liar, bahkan tangan bernett sudah masuk ke baju candice.
Candice sekarang menggunakan sweater longgar, memudahkan tangan bernett memainkan kedua bukit kembarnya.
Terdengar sedikit ******* dari wanita dan pikirannya kosong menikmati sentuhan dan perlakuan sang pria.
Jelas- jelas masih datang bulan, mengapa pria ini begtu ganas dan liar.
Ciuman mereka berakhir, bernett tersenyum dan berbisik ke telinga candice."Aku akan menghitung hari"
Wajah candice semakin malu, pria ini bahkan menghitung datang bulannya.
"Aku sudah lapar" candice mendorong bernett, takut bernett akan meneruskan, apakah mereka akan melewatkan makan malam?
"Bibir atas atau bibir bawah yang lapar?" bernett sengaja menggoda.
Candice memukul dadanya."Bernett, dasar kamu..lelaki cabul"
Bernett merasa senang menjahili sang wanita, dengan cara untuk melupakan tekanan. Wanita ini dari siang murung untuk memikirkan masalah foto.
Walaupun candice merasa sedikit kesal, namun di dalam hatinya tidak merasakan marah, sebaliknya pria ini menghangatkan hatinya.
"Kamu tunggulah di ruang tamu, aku akan memasak untukmu" kata bernett.
"Aku akan menemani kamu"
Bernett menunjukkan celana yang menonjol pada candice."Apa kamu yakin? ingin menemani disini?"
Candice langsung balik badan dan berjalan ke ruang tamu, barang bernett sudah membesar, kalau masih berada di dapur akan berbahaya.
Ia sekarang sudah seperti gadis kecil yang menunggu di rawat oleh bernett dan memberinya makan
Hati candice terasa sangat manis seperti madu.
Makanan yang dibuat dengan cinta oleh bernett sangatlah enak, candice menghabiskan dua mangkok nasi membuatnya kekenyangan.
__ADS_1
Selesai makan bernett mencuci peralatan masuk, ia tidak membiarkan sang wanita membantu mencuci.
Candice berjalan ke arah jendela melihat lampu yang berkelip- kelip, ia merasa hatinya sekarang seperti lampu begitu terang dan indah.
Tidak berapa lama bernett memeluknya dari belakang sambil mengelus lembut perut maria.
"Apakah masih sakit?"
Candice menggelengkan kepala."Sudah hari 3, cuma kadang- kadang nyeri, namun tidak terlalu sakit"
Bernett menyikirkan rambut maria yang di leher ke samping, ia mengecup keras lehernya membuat tanda merah di leher maria, cukup seksi dan menarik.
"Kamu jangan seperti ini, apa kamu tidak kesakitan" candice merasakan benda keras di tubuhnya.
Tentu saja bernett menderita, makanya akan memanfaatkan momen membantu mengambil foto untuk sedikit memohon padanya.
"Kamu tidak memberikan hadiah, aku sudah membantumu tadi?"
Candice juga senang dan bahagia foto dirinya empat tahun lalu bisa kembali padanya.
"Kamu ,ingin hadiah apa?"
"Bantulah aku menembak sekali malam ini"
"Aku masih datang bulan"
"Mmmm"
Bernett menggendong tubuh candice masuk ke kamarnya, melakukan sedikit olahraga ranjang.
Di negara X, saat ini disana sekitar pukul tiga sore.
Hari pertama bernice datang langsung di tugaskan.Dia akan menjadi penerjemah seorang tuan putri muda dari negara ini. Identitas tuan putri ini begitu di hormati dan juga memegang peranan penting dalam negara dan pertemuan kali ini untuk membahas masalah penting untuk menghentikan peperangan.
Dan identitas nickson menjadi wakil militer dalam negeri, para tamu dari petinggi negara luar negeri juga datang ke negara X membawa para penerjemah.
Tuan putri mewakili ayahnya untuk menyambut tamu, bernice dan tuan putri saling menatap, dan saling mengobrol, kebetulan bahasa bernice sangat lancar dan mereka berdua semakin akrab.
"Bernice, malam ini ayahku mengadakan perjamuan yang penting, kamu temani aku untuk ikut acara yuk" putri sarah tersenyum .
Bernice tersenyum dan mengangguk."Baik"
"Nanti aku menyuruh orang untuk mengantarkan gaun pesta dan aksesoris pesta padamu.Malam ini kamu menghadiri pesta bukan untuk kerja tapi sebagai tamu"
"Terima kasih tuan putri"
"Sampai jumpa jam setengah enam" putri sarah pergi di dalam kawalan pengikutnya.
__ADS_1
Melihat bayangan putri sarah menjauh bernice merasa lega, ia daritadi kangen dengan nickson dan pergi mencari nickson ke lobby.
Ia tahu kalau malam ini pasti nickson datang ke perjamuan, tapi sudah tidak bisa menahan rindu bertemu.
Masuk ke lobby hotel mewah, ia melihat banyak orang dengan warna kulit berbeda dan tetap melihat sosok gagah dan tampan nickson mengenakan seragam militer.
Melihat bernice yang hanya mengenakan pakain kerja tipis nikson merasa kesal, apakah anak ini tidak mengerti musim dingin.
Ia berjalan mendekati bernice yang sedang mengelus kedua telapak tangannya.Nickon memegang tangannya."Kamu tidak pulang ke hotel, malah datang kesini untuk apa?"
"Kangen sama kamu,apakah kamu sibuk?aku akan pulang saja ke hotel" bernice hendak berjalan pergi.
Nickson memberikan kartu kamar hotel padanya."Kamu istirahat dulu di kamar,aku nanti akan pergi menyusul"
Bernice memang merasa kedinginan, berada di dalam kamar akan mendapat kehangatan."Baik"
Ia berjalan ke lift, ruang istirahat nickson berada di lantai enam.Walaupun sebagian negara X ada peperangan, namun di ibukota terlihat aman dan fasilitas kebanyakan mewah.
Begitu masuk kamar yang mewah, bernice menyalakan pemanas ruangan.Kemudian memakai mantel besar nickson dan menunggu di kursi panjang.
Bau mantel mengeluarkan wangi maskulin nickson, bernice seperti anjing kecil mencium mantel, ia berniat tidur di sofa sambil menunggu kedatangan nickson.Nanti masih harus menghadiri perjamuan, bernice takut kelelahan.
Saat nickson masuk ke dalam kamar dengan kartu cadangan miliknya, ia melihat wanita cantik tertidur menggunakan mantelnya.
Nickson berjalan mendekat menyentuh dahinya, untung tidak ada gejala demam, ia menggendong tubuhnya.
Bernice terbangun, namun tidak mau membuka mata, ia merangkul leher nickson dan terus melanjutkan tidur.
Setelah menaruh di kasur nickson menyelimuti tubuhnya, ia duduk di tepi ranjang melihat sang wanita tertidur pulas.
Bernice tiba- tiba membuka mata, ia seperti rubah betina yang sedang menggoda.
"Sini peluk, aku kedinginan" sambil membuka selimut, berharap nickson memeluknya.
Nickson melepas mantelnya dan naik ke ranjang memeluk tubuhnya menyamping, kedua orang menutupi diri dengan selimut.
Tangan mereka berdua saling terpaut, bernice dapat merasakan suhu panas dari badan nickson,kemudian bibirnya dicium lembut oleh nickson.
Mereka berciuaman di bawah selimut, suhu udara menjadi panas.
"Ummm,panas" bernice berkata pelan.
Nickson melepas ciuman dan membuka selimut yang menutupi wajah mereka."Kenapa?
apakah aku membuatmu kepanasan?"
Bernice yang malu menyembunyikan kepala di dada sang pria, sambil memeluknya.
__ADS_1
Nickson berusaha mengatur nafas dan berusaha memadamkan api ***** dalam tubuhnya, ia menyisir rambut bernice dengan jarinya.