
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Bernice memakai jaket dan dituntun oleh kakaknya ke ruangan nickson,ia melihat nickson masih diam tertidur,melihat wajah tampanya tidak terluka, ia sedikit lega.
"Apa kata dokter? kapan dia bisa bangun?" bernice bertanya dengan pelan ke kakaknya.
"Dia.. dokter mengatakan di otaknya ada sedikit cedera dan membutuhkan waktu untuk terbangun"
Bernice masih belum percaya dengan yang dikatakan oleh kakaknya."Kak, kamu katakan yang sebenarnya saja, oke! aku bisa menerimanya,aku hanya ingin kejujuran,cepat kamu katakan apa yang dikatakan dokter?"
Bernett menghela nafas."Di otaknya cedera agak rumit, ini masih perlu melakukan pengawasan"
"Apakah dokter mengatakan,kapan dia bangun?" bernice bertanya dengan panik.
"Kata dokter, ini masih belum diketahui kapan dia bisa terbangun" bernett mengatakan hal ini memang sedikit kejam pada adiknya.
Bernice tersedak oleh tangisan, ia segera menutupi mulutnya.
"Bernice, kamu jangan khawatir,dia pasti tidak akan menyerah,nickson pasti akan bangun, dia tidak rela berpisah dengan dunia ini, bahkan lebih tidak rela berpisah denganmu"
Bernett hanya bisa merangkul bahu adiknya yang masih menangis, ia juga bingung harus menghibur dengan apa.
Saat perjalanan ke rumah sakit bernett sudah menelepon keluarga gong, mengabarkan kondisi bernice,tetapi,tidak memberitahu kondisi nickson saat ini.Jika mereka tahu akan bertambah gelisah dan kesedihan.
Besok pagi berencana membawa nickson ke negara M, disana ada ahli bedah otak terbaik, ia tidak akan membiarkan nickson tertidur selamanya.
Saat ini bernett belum menghubungi keluarga Ye, nickson adalah anak mereka satu-satunya dan merupakan pewaris tunggal dari keluarga ye, jika mereka tahu pasti akan sangat syok.
Bernice bersikeras tidak mau kembali ke kamar, ia ingin tetap disini menemani nickson.
__ADS_1
Bernett menjaga dua orang, ia bersumpah tidak akan membiarkan keluarganya mengalami hal ini lagi.
Pagi-pagi sekali rumah sakit sudah mengatur nickson ke bandara dan segera terbang negara M untuk pengobatan.
Sebelum naik pesawat bernett menghubungi keluarga Ye tentang kondisi nickson,setelah mendengarnya keluarga Ye sangat ketakutan dan bergegas ke negara M,bernett juga menghubungi no teman organisasi nickson dari ponselnya.
Teman organisasi akan melaporkan kepada atasan, saat ini menyembuhkan nickson adalah hal yang paling mendesak.
Di dalam kabin pesawat pribadi nickson masih tertidur di kasur dorong rumah sakit.Bernice di sebelahnya masih sesekali menangis memandang tubuh nickson.Bernett berdoa semoga nickson segera membaik.
Sampai negara M sudah sore hari, mobil ambulan sudah menunggu di bandara untuk membawa ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit segera di bawa ke ruang operasi, saat keluarga Ye tiba proses operasi masih belum selesai.
Ibu Ye segera memeluk bernice dengan erat, mereka tidak menyalahkan bernice atas kejadian yang di alami putranya, mereka akan lebih sedih,jika nickson tidak menyelamatkan bernice.
"Tante, jangan khawatir,nickson akan baik-baik saja" bernice menepuk-nepuk punggung ibu Ye yang sedang menangis.
Ibu Ye mengangguk, ia masih percaya dengan keajaiban."Aku tahu, putraku adalah seorang pria yang kuat, ia pasti akan segera bangun"
Ia juga mengerti pekerjaan anaknya penuh dengan bahaya dan kali ini adalah yang paling buruk setelah tertembak di bagian perutnya, anaknya juga masih selamat dan merasa yakin anaknya akan segera bangun setelah melakukan operasi.
Lampu ruang operasi padam,tak berapa lama, ahli bedah keluar dari ruangan."Maaf,tuan gong, kami benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa, satu-satunya yang kami lakukan adalah memastikan fungsi fisik dan menunggu pasien bangun"
"Tidak" bernett meraih kerah dokter dan memerintah."Kalian harus menyelamatkannya, kalian harus melakukan yang terbaik"
Bernice menjadi lemah bersandar di dinding, ibu Ye juga menangis tanpa suara.
Ayah Ye melepaskan tangan bernett dari tangan dokter,lalu menenangkannya."Bernett, jangan gelisah"
"Tidak" bernett tidak bisa membiarkan selamanya nickson tidur, yang hilang darinya bukan hanya saudara laki-lakinya,namun kebahagiaan adik perempuannya selama sisa hidupnya.Ia meninju dinding dengan keras.
Ia sangat marah dan membenci orang yang telah melakukan ini.
"Tuan gong, kami akan terus bekerja keras, biarkan pasien tinggal di rumah sakit"
__ADS_1
"Tidak, kami akan membawanya kembali ke dalam negeri, kami akan menyembuhkan di rumah sakit dalam negeri" kata ayah Ye.
Malam hari pesawat pribadi kembali ke dalam negeri, di dalam pesawat,semua orang berduka, bernice merasakan sakit hati, tetapi, di dalam hatinya akan terus menunggu dan merawat hingga nickson terbangun.
Penerbangan selama sepuluh jam, dedrick datang bersama dengan candice datang untuk menyambut. Saat melihat nickson di dorong di kasur dorong, candice merasakan tegang,ia dengan langkat cepat merangkul pundak bernice.
Saat ini bernice memang membutuhkan pelukan dan dukungan,sekarang bernice sudah tidak lagi menangis.Karena waktu selanjutnya tidak boleh lagi menangis,ia harus merawat nickson.
"Ayo antar dulu nickson ke rumah sakit" bernett dengan suara serak.
"Baik, aku akan menemani ke rumah sakit" candice mengangguk. Ia dapat melihat kesedihan semua orang.
Sekelompok orang menuju rumah sakit militer, nickson diantar ke ruang rumah sakit, dokter hanya memeriksa fungsi tubuhnya."Kak candice, kamu ajak kakakku untuk beristirahat, dia sudah beberapa hari belum menutup mata"
Bernett memang sudah sangat lelah, dalam tiga hari terakhir hanya tertidur beberapa jam saja. ditambag pukulan kesedihan tubuhnya semakin lelah.
Candice memegang lengannya."Ayo, istirahat dahulu"
"Pergilah! bernett,kami akan menunggu kabar nickson disini" dedrick menghiburnya. Ia dan ayah ye juga merupakan teman lama.
Ayah Ye berkata pada perawat."Atur kamar istirahat tamu untuk mereka"
Perawat membawa ke sebuah kamar lumanyan besar dan bersih.Kamar ini adalah untuk orang-orang tertentu yang menginap di rumah sakit.
Setelah perawat keluar, candice melepaskan jasnya, ia menarik tubuhnya ke kasur."Istirahat lah sebentar, aku akan menemanimu"
Mereka tidur sambil sambil berpelukan,candice membenamkan kepalanya di dadanya, walaupun bernett belum mandi,namun harum tubuh pria ini masih maskulin.
Candice melihat kedua mata bernett yang memerah,hatinya terasa sakit, ia mengulurkan tangan mengelus wajahnya, bernett masih menyipitkan matanya melihat wajahnya.
Candice merangkul lehernya dan mencium bibirnya sebentar."Tidurlah, sudah jangan melihatku lagi"
Bernett menutup matanya, saat ini perasaannya sedikit tenang di temani wanita yang paling di cintainya. Ia memeluk lebih erat tubuhnya.
Hanya dalam waktu lima menit, nafas bernett sudah teratur dan pelukan di tubuhnya sudah mengendor.Akhirnya dia bisa tertidur.
__ADS_1