Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Mencoba obat


__ADS_3

Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Di istana gong pernikahan candice dan bernett sudah di tetapkan.Candice merasakan gugup setelah di tetapkan hari pernikahan,lagipula dirinya bukan orang yang percaya diri menjadi pusat perhatian banyak orang.


Menikah dengan bernett tidak mungkin hanya pesta kecil,candice harus menyiapkan gaun pengantin,perhiasaan dan tempat acara pesta.


Di rumah sakit kerajaan,Nyonya xi akan melaksanakan percobaan obat tahap pertama, daniel yang menemani ibunya terlihat gugup.


"Sudahlah,kamu jangan gugup lagi,jika kamu gugup akan membuat tim dokter merasa tertekan" nyonya xi memegang tangan anaknya.


"Baiklah"


Dokter sudah menyiapkan obat dan perlengkapan medis.Nyonya xi menyisingkan lengan bajunya.Dokter memasukkan jarum suntik ke lengan bajunya dan setelah itu menyuntik bagian kepalanya.


Daniel semakin gugup melihat ibunya!


"Tuan presiden,ini adalah percobaan pertama, nyonya harus melakukan pengobatan selama tujuh kali.Dan setelah itu,kita baru bisa melihat hasilnya"


"Nyonya harus datang tiga hari sekali untuk pengobatan dan kami akan melakukan tes yang lebih detail" dokter kembali berkata.


"Baiklah, terima kasih" daniel memegang tangan ibunya keluar dari ruang perawatan.


"Setelah ini aku akan tinggal dirumah sakit dan ada dokter yang mengawasiku setiap hari, aku berharap obat ini berhasil.Tunggu aku sembuh, adikmu tidak akan menderita amnesia lagi"


"Aku akan sering datang untuk menjengukmu"


"Jangan terlalu sering datang, sekarang statusmu tidak boleh sering keluar sembarangan" lalu nyonyi xi berbisik ke telinga anaknya."Jangan lupa untuk sering melihat gadis muda,pilihlah yang tepat dan segeralah menikah"


Daniel tersenyum."Bu, aku pasti akan mencarinya"

__ADS_1


"Baiklah, kamu bisa kembali sibuk bekerja"


Sebenarnya daniel tidak punya waktu luang untuk urusan pribadinya,namun ia sudah meminta asistennya untuk jadwal menghadiri pernikahan adiknya.


Ia juga berharap ibunya akan berhasil untuk pengobatan ini.Setelah ini bisa menolak penyakit turun-temurun.Saat ini keponakan kecilnya,apakah akan memiliki penyakit seperti candice,ia sangat khawatir mengenai hal ini.


Hari ini alarm hp veren berdering,ia bangun pukul enam pagi,ia semangat untuk masuk kerja untuk hari pertama.


Setelah selesai berdandan dan memakai pakain yang bagus,ia mengambil tasnya dan bergegas pergi.


Sekarang ia tidak mempunyai banyak uang, bisa mendapatkan pekerjaan ini adalah keberuntungannya,maka dari itu tidak boleh kehilangannya.Ia bertemu dengan lina teman kerjanya di stasiun,lina memiliki mobil yang cukup mewah dan mengajak veren berangkat bersama.


Saat perjalanan mereka berdua mengobrol, ternyata lina kakak kelasnya di universitas dan mereka berdua sama-sama mengambil jurusan managemen perhotelan.


Mobil berhenti tepat di depan villa, lina keluar dari mobil dan menekan bel rumah.


Seorang pelayan menyambut mereka dan membawa ke ruang tamu, pengurus rumah sudah bangun, sekarang baru jam delapan kurang sepuluh menit.


"Tuan dan nyonya masih belum bangun, aku akan mengajari kalian tentang pekerjaan di lingkungan ini"


Pengurus rumah mengajak berkeliling villa dan mengenal tempat ini.Harry sudah bangun dan sedang berdiri di balkon,ia sedang berfikir, apakah bisa memenuhi permintaan kakeknya untuk menjaga veren seumur hidupnya?


Apakah ia bisa benar-benar menikahinya?


Bukankah dirinya tidak mencintai veren dan tidak ingin menikah dengan wanita yang tidak dicintainya?


Tetapi,kata-kata kakeknya masih terngiang di fikirannya."Menikahlah dengan veren, jaga dia seumur hidupmu dan lahirkanlah keturunan untuk keluarga hemarld"


Harry sudah membohongi kakeknya untuk pertama kalinya,ia sangat malu, apakah ia harus berbohong pada kakeknya lagi?


Tiba-tiba hari melihat pengurus rumah tangga membawa dua gadis muda sedang berjalan di taman.


Bukankah gadis memakai baju biru gelap adalah gadis yang dilihatnya di hotel? bagaimana bisa pengurus rumah merekrutnya kesini?


Harry menggigit bibir bawahnya,apakah pengurus rumah menjadi buta, tidak bisa membedakan orang yang ia suka dan orang yang di benci?

__ADS_1


Harry berjalan keluar dari kamarnya.


Kemarin harry memberitahu akan tinggal selama sebulan disini, cindy semalam merasa gelisah dan susah tidur,sehingga sekarang masih terlelap, ia tidak mengetahui veren saat ini berada di villa.


Tentunya, veren tidak akan berpikir saudara baiknya,sekarang sedang menyamar menjadi dirinya,lalu menjadi nyonya dirumah ini dan sekarang fokus veren hanya ingin bekerja saja.


"Minta pengurus rumah membawa dua gadis itu kemari" harry berkata dengan dingin pada bawahannya.


Harry duduk di ruang tamu, ia tersenyum sinis, akhirnya bisa membalas dendam pada gadis itu,gadis itu telah menyinggungnya.


Karena sekarang ia adalah atasan gadis itu dan sekarang akan semakin menarik.


Tidak lama kemudian pengurus rumah membawa kedua gadis ke ruang tamu, veren menjadi gugup saat mendengar pemilik rumah ingin bertemu.Dari kejauahan ia sudah melihat seorang pria yang sedang duduk di sofa.


Saat semakin dekat ia melihat dengan jelas pria yang sedang duduk, mengapa terlihat seperti bajingan yang ia temui di hotel?


Veren mempunyai keinginan untuk melarikan diri!


Astaga! tuan rumahnya adalah dia!


Lina menyipitkan matanya,ia tidak percaya, pemilik rumah ini adalah seorang pria campuran dan berwajah tampan.


Lina segera menundukkan kepala dan merasa gugup berdiri di depan pria tampan.


Veren juga sangat gugup, saat mengisi formulir pekerjaan kemarin veren mengisi menggunakan nama inggrisnya Nikki, sehingga pengurus rumah tidak mengetahui nama aslinya.


"Kita bertemu lagi" harry berkata dengan suara mengejek.


Veren tiba-tiba kehilangan minat untuk bekerja, pasti pria di depannya akan mempersulit dirinya.


"Maaf, aku minta maaf padamu, apa yang telah aku lakukan sebelumnya"


"Mohon maaf? apakah permintaan maafmu berguna untukku" hArry memandang gadis yang berada di depannya,ia mengakui gadis ini lugu terlihat cantik dan manis,ada rasa kasihan pada dirinya.


"Lalu, apa yang kamu inginkan?" veren juga tidak bisa berkata apa-apa lagi, pria di depannya mudah sekali tersinggung.

__ADS_1


__ADS_2