
Pagi yang indah, candice sudah mengganti pakaian kerja, ia hanya cuti selama satu hari..
Ketika membuka pintu..ia melihat kamar bernett masih terbuka, begitu juga kamar anaknya...Candice berjalan ke kamar bernett kenapa dia masih tidur dan bryan duduk di tepi ranjangnya...
Bryan sudah waktunya berangkat sekolah, kenapa masih di kamar daddy kamu?" tanya candice.
"Daddy belum bangun, aku akan menemani tidur sebentar".bryan mendekati tubuhnya dan memeluknya."Daddy, kenapa badanmu panas?"
Candice mendekat tubuh bernett gong, dia hanya memakai celana pendek.
Candice mengulurkan tangannya ke dahinya, ternyata dia demam." Tunggu sebentar aku akan mengambil termometer."
Ia mengambil termometer infrared hanya menyentuh dahinya sudah keluar hasilnya, suhu tubuhnya tiga puluh sembilan derajat.
"Kamu demam tinggi" candice panik dan ketakutan, kenapa orang ini bisa demam?
Hampir setiap malam bernett, mandi air dingin, ia mandi untuk menurunkan suhu panas tubuhnya karena berciuman dengan candice...
"Mommy, apa yang harus kita lakukan?apakah daddy perlu disuntik?" bryan merasa cemas.
Bernett hanya berkata." Aku sudah memanggil adikku untuk mengantar bryan ke sekolah"
"Bagaimana denganmu, apakah perlu ke rumah sakit?"
"Aku akan istirahat di rumah" setelah mengatakan bernett balik badan tiduran lagi..
Candice tiba- tiba ingat, ia berjalan cepat ke kamarnya mengambil obat dan air hangat.
"Bernett, bangun minumlah obat"
"Tidak mau"
"Jangan seperti anak- anak , bangun dan minumlah obat."
"Daddy, apakah kamu takut minum obat?jangan takut.Tidak sulit minum obat, cukup menekan hidupmu" bryan naik ke tubuhnya dan membujuk.
Bernett duduk, ia meminum obat dan bersandar di dinding." Bryan, hari ini kamu akan diantar oleh bibi ke sekolah."
"Mommy, Maukah kamu merawat daddy hari ini?"
__ADS_1
"Aku..." candice berfikir intuk meminta cuti lagi.
"Aku tidak butuh siapapun untuk menjagaku, pergilah bekerja" bernett tidak mau merepotkan candice..
Pada saat ini pintu bell berbunyi, candice segera membuka pintu.
"Pagi nona gong" sapa candice
"Panggil saja aku bernice , dimana bryan?" tanya bernice semangat, sambil berjalan ke kamar kakaknya."Kakak, bisakah kamu menutup celana pendekmu dengan selimut? sungguh memalukan"
Bernett menarik selimutnya." Bernice kamu juga akan menjempu bryan sore ini, bawa dulu ke istana, aku akan menjemputnya malam hari"
"Daddy demam"
"Apa?"bernice berjalan mendekat memegang dahi nya." Kakak, kamu demam, pergilah ke rumah sakit"
"Mommy, akan membawanya ke rumah sakit" jawab si kecil.
Bernice tersenyum sambil memegang tangan bryan."Kak candice tolong rawat kakakku, aku dan bryan berangkat sekarang"
Selesai bicara bernice menuntun bryan ke mobil, hari ini ada dua mobil yang mengantar , satu mobil penuh dengan pengawal.Keluarga gong sangat peduli akan keselamatan.
Candice menatap bernett dengan kesal." Apa kamu tidak mau ke rumah sakit?"
"Siapa juga yang suka rumah sakit, tapi kamu harus tetap pergi ke rumah sakit"
"Kamu sangat berisik, cepat berangkat kerja anggie lu dan temannya akan meminta maaf padamu"
Candice mengerutkan kening" Kecuali, kamu mau ke rumah sakit, aku tidak mau berangkat kerja"
"Apakah kamu peduli denganku?"
"Tentu, kamu adalah ayah anakku, kalau kamu sakit, aku harus merawat dua lelaki, ayo, pergi ke rumah sakit."
"Pengawalku pergi mengantar bryan ke sekolah, aku tidak bisa mengemudi"
"Aku yang menyetir"
"Aku tidak berani duduk ,kalau kamu yang menyetir"
__ADS_1
"Kalau kamu tidak menurut, jangan harap mendapat ciuman dariku lagi" candice mengambil baju dan celana panjang di lemari bernett gong dan menaruh di ranjang.
Memikirkan ciuman bernett patuh, ia memakai baju dan celana panjang..Mereka berdua berjalan keluar, tubuh bernett di topang tubuh candice.Bernett merasa pusing dan lemas.
Candice menyalakan mobil sport dengan sedikit gugup, ia jarang mengemudi dan pria ini duduk di sampingnya.
Dengan sedikit gas mobil agak menghentak maju.
Muka bernett suram."Candice, jangan bercanda dengan nyawaku, menyetirlah dengan baik"
Candice tentu saja ingin menyetir dengan baik. Setelah beberapa saat ia sudah terbiasa mengemudi mobil.
Lima belas menit kemudian mereka sudah sampai rumah sakit, candice menuntun bernett, ia mendaftar dan membayar biaya rumah sakit.
Bernett gong sudah berbaring di kamar pasien, tangannya sudah diinfuse oleh perawat ..detak jantung perawat berdebar- debar.
Melihat bernett sudah diinfuse candice merasa lega, ia melihat jam tangan sudah jam setengah sembilan.
"Pergilah ke kantor, orang- orangku akan segera datang" perintah bernett
"Tidak, akan menjagamu" candice akan pergi setelah pengawal datang.
Setelah pengawal mengantar bernice, segera pergi ke rumah sakit.
Duapuluh menit kemudian pengawal sudah datang.
"Kendarai mobilku untuk berangkat ke kantor" kata bernett
Candice menaruh kunci mobil di meja." Tidak perlu, aku akan naik taxi" candice berjalan keluar dari rumah sakit.
"Bos, kenapa kamu tidak pergi ke rumah sakit istana?" pengawal bingung.
"Tidak apa- apa" bernett hanya tidak ingin candice merasa tak enak hati pergi ke rumah sakit keluarga.
Candice sudah naik taxi, dalam perjalanan hatinya cukup kacau.
Saat ini phonselnya berdering telepon dari linda."Halo, kak linda aku sedang dalam perjalanan sebentar lagi akan sampai"
"Kalau begitu cepatlah! dua gadis yang berkelahi denganmu sudah datang ke kantor untuk meminta maaf"
__ADS_1
Candice menutup telepon, ia tidak menyangka bahwa bernett sungguh melakukannya.Seorang gadis manja dan sombong seperti anggie lu, tidak takut pada apapun,bagaimana membuat nya menurut.
Bernett pasti sudah membuat tekanan yang luar biasa kepadanya dan membuat keluarga lu menundukkan kepala.