Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Teman masa kecil thomas


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Daniel membuka pintu melihat lawrence sedang membaca buku di ranjang, tatapannya lembut dan penuh kasih sayang."Merasa bosan tidak?"


"Tidak, aku sangat suka kehidupan santai"


"Sudah akhir tahu, aku akan lebih sibuk, hanya bisa mengecewakanmu terus berada disini"


Lawrence tersenyum,lalu memegang wajahnya, mencium bibinya, mereka berdua hanya berciuman sebentar.


Daniel sedang dalam periode harus menahan gairah.Jadi tidak boleh membuat sesama merasa tidak nyaman.


Lawrence menciumnya lagi."Aku hanya ingin menciummu"


Daniel menyentuh hidungnya."Jangan main lagi! kamu sekarang sedang hamil"


Pagi hari


Di depan rumah sakit kerajaan ada Empat mobil sedan terparkir.Di salah satu mobil bernett dan bryan turun dari mobil.Dan mobil lainnya candice dan ibunya turun.


Hari ini adalah hari pertama candice mencoba obat,bernett datang dengan putranya, nyonya xi juga datang.


Bryan sekarang bukan anak berumur empat tahun lagi, sekarang sudah umur delapan tahun, wajahnya juga semakin tampan seperti pangeran.


Ayah dan anak berdiri bersama, ketampanan mereka tidak terkalahkan.


Candice dan ibunya saling memegang tangan berjalan duluan, bernett dan bryan mengikuti di belakangnya.


Mereka langsung pergi ke ruang laboratorium khusus,para ahli sudah mempersiapkan semuanya, mereka menunggu candice menyuntikkan ramuan.Bernett menemani ke ruangan.


"Nyonya gong, saat menyuntik akan terasa sakit, kamu tahan ya"


Candice mengangguk, asalkan bisa mengembalikan memory yang hilang, rasa sakit bukanlah apa-apa.


Candice beberapa kali menahan rasa sakit, selesai menyuntik ramuan, baru bisa menghela nafas lega, bernett memegang tangannya turun dari tempat tidur.


"Kita akan siang, malam memeriksa nyonya gong, untuk mengetahui efektivitas obat, suntikan kedua setelah tujuh hari, sampai akhir bulan selesai, dalam waktu ini, nyonya gong harus banyak istirahat, tidak boleh berolahraga dan harus tetap santai"


"Baik" candice mengangguk serius.

__ADS_1


Baru keluar dari ruangan bryan memegang tangan ibunya."Ibu, sakit tidak?"


Bryan sekarang sudah dewasa, jadi sudah mengubah cara memanggil ibunya.


"Tidak termasuk sakit" candice tersenyum ke arah putranya.


Nyonya xi demi menemani ibunya harus keluar di cuaca yang dingin.


"Cuaca begitu dingin, kita pulang dulu" candice tidak tega melihat ibunya kedinginan.


Dalam sekejab waktu sudah berlalu tiga hari.


"Selamat wanita cantik, kamu akan menjadi anggota parlemen luar negeri yang paling muda" kata thomas.


Vivi terlihat senang."Kamu tahu darimana?"


"Dari tuan presiden sudah mengetahui hasil lomba, anggota parlemen yang terpilih adalah kamu"


"Benarkah?"


Thomas mengangguk.Vivi terlihat cerah wajahnya karena terlalu bahagia.


Setengah jam kemudian vivi di panggil ke ruangan daniel."Tuan presiden kamu mencariku"


"Terimakasih atas kepercayaanmu tuan presiden,aku akan bekerja dengan baik di kementrian luar negeri" selesai berkata vivi keluar ruangan membawa dokumen.


Berita vivi terpilih menyebar dengan cepat, teman-teman baik vivi mengucapkan selamat dan membujuk mengadakan perayaan.Vivi juga sulit menolak permintaan teman-temanya, akhirnya memilih sebuah hotel dan membuat perayaan kecil.


Vivi menulis pesan di grup teman-teman lamanya, juga menulis pesan untuk clint. Pria itu mungkin sibuk dan tidak akan hadir.


Setelah clint memeriksa kamar, ia kembali ke kantornya, ia mengecek ponselnya ternyata ada pesan dari vivi.


"Clint, malam ini aku mengadakan pesta perayaan kecil,kamu juga datanglah!" di bawahnya di tulis alamat lengkap hotelnya.


Hati clint langsung melonjak gembira, tentu saja akan pergi, ini adalah pesta untuk keberhasilan vivi.


"Baik, malam ini akan meluangkan waktu untuk pergi, selama ya"


Vivi membalas pesan dengan gembira."Terima kasih, datangalah lebih awal"


Clint tersenyum selain kesenangan bekerja, ada hal lain yang terus di harapkannya.


Tanpa terasa waktu sudah hampir jam enam sore, clint sudah waktunya pulang kerja, tiba-tiba telepon di kantornya berbunyi."Halo"


"Clint, ada pasien sakit jantung akut, kamu harus bersiap, kita sedang di jalan"

__ADS_1


"Baik, aku akan menyiapkan tim untuk bersiap"


Pesta perayaan vivi di mulai jam delapan malam, namun teman-temanya datang lebih awal,thomas juga datang, kalau bukan vivi yang mengundang thomas tidak pernah ikut acara seperti ini.Waktunya biasanya untuk urusan presiden dan bekerja.Thomas berumur 29 tahun dan terlihat tampan memakai jas, vivi mengenalkan pada teman-temannya.


"Wah! vivi, kamu memiliki lelaki tampan, kenapa tidak mengenalkan pada kami? apakah kamu berencana untuk menyimpannya sendiri?"


Vivi langsung tertawa dan mendorong tubuh thomas ke arah mereka."Malam ini, dia adalah milik kalian, jangan lewatkan kesempatan"


Thomas tidak tahu harus menangis atau tertawa,mengundangnya hanya untuk di permainankan. Vivi melihat sekeliling dan mencari keberadaan clint.


Clint mungkin sedak sibuk bekerja atau memiliki janji lain yang lebih penting?


Mungkin saja dia tadi asal membalas pesan dan tidak akan datang.


"Sudahlah, ayo temani kami minum" kata seorang teman vivi.


Sedangkan thomas sudah di tarik oleh dua gadis, mereka mengobrol tentang pekerjaan sehari-hari, bagaimanapun orang ingin mengetahui tentang masalah tuan presiden. Tapi, thomas tidak menceritakan apapun hanya tersenyum dan tertawa. Walaupun hanya tertawa membuat para gadis senang.


"Lavenia masih belum datang, bagaimana bisa dia begitu lambat?" kata seorang teman vivi.


Yang lain menjawab."Dia mungkin ada pekerjaan,Bagaimanapun dia adalah psikolog, tamunya akan datang tidak menentu"


Vivi sedang menemani teman-temannya pria dan wanita minum, awalnya memang ingin minum,lagipula toleransi alkoholnya lumanyan baik.


Saat ini pintu besar tiba-tiba terbuka, perempuan cantik dan langsing masuk.Ia memakai jas abu-abu, rambut diikat, auranya menarik perhatian orang.


Thomas yang sedang memegang gelas berencana untuk meminum, namun gerakannya terhenti dan membeku melihat gadis yang baru masuk itu, matanya melebar besar.


Gadis ini.....


Adalah perempuan kecil yang tinggal di samping rumahnya? lavenia xia lebih kecil dua tahun darinya,apakah lavenia yang barusan mereka bicarakan adalah wanita ini?


Ia teringat di bawah mata kirinya ada tahi lalat kecil yang indah, saat wanita mendekat thomas dapat melihat dengan jelas, di bawah mata kirinya ada tahi lalat,wajah ini, selain wajahnya lebih dewasa,masih sama cantiknya saat masih kecil.


"Lavenia, kamu sudah datang, aku kira kamu tidak datang"


"Bagaimana mungkin,walaupun harus bolos kerja, aku akan tetap datang ke perayaan vivi" kata lavenia sambil menerima gelas dari temannya. Lavenia menatap lelaki yang terus melihat kearahnya, ia berjalan mendekat dan mengulurkan tangan."Apa kabar, aku lavenia xia"


Thomas segera berdiri,lalu tersenyum cerah.


"Apa kamu tidak ingat aku? aku thomas.."


Mata lavenia membesar karena terkejut. Wajahnya merah karena malu."Thomas.. lama tidak bertemu, sudah hampir belasan tahun"


"Benar, sudah begitu lama"

__ADS_1


__ADS_2