Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Membawanya ke pulau


__ADS_3

Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Setelah hari pernikahan keluarga gong,masih menjadi berita utama, semua orang masih membicarakan masalah ini, karena pernikahan di gelar dengan megah.


Berita juga menulis pengantin wanita mempunyai hubungan dengan keluarga kerajaan,tetapi mereka tidak menulis secara detail,intinya mereka berdua sangat cocok menjadi pasangan.


Sekarang sepasang suami istri dedrick dan hannah bertugas untuk menjaga kedua anak candice,memberikan waktu berduan untuk pasangan pengantin baru.


Harry dan veren juga telah pamit untuk kembali ke pulau dan candice mendoakan yang terbaik bagi mereka berdua, harry juga berharap pernikahannya akan dihadiri oleh candice.


Karena waktu yang mendesak bernett dan candice hanya berbulan madu ke luar negeri di negara asia.


Di jalanan yang asing mereka berdua bergandengan tangan dengan bahagia.


Ketika malam tiba kedua orang berada di balkon hotel untuk menikmati anggur merah, mereka membahas kehidupan di masa depan.


Selesai meminum dua gelas anggur candice bersikap manja pada bernett, ia memeluk lehernya dan memandang wajah sang pria dengan penuh kasing sayang.


Bernett yang mendapatkan tatapan seperti ini tidak bisa menahan melihat wajah imutnya yang memerah.


Ia membawa sang wanita ke kasur untuk bercinta dan berbagi hal kasih sayang.


Sebuah pesawat pribadi sedang terbang di atas pulau,Veren yang kelelahan tanpa sadar tertidur di pelukan harry.


Setelah tertidur harry tidak berani untuk membangunkannya.Karena pesawat yang akan turun sedikit terguncang dan membuat veren ketakutan hingga memegang baju harry.


"Veren tidak apa-apa,pesawat sebentar lagi akan mendarat"


Veren mulai melepas pelukan dan merasa tertarik dengan pemandangan di jendela.Ia melihat bayangan sebuah pulau dan merasa terkejut."Harry, apakah ini pulaumu?"


Harry tersenyum."Benar"


Veren menyipitkan matanya melihat pulau yang masih tertutup sebagian awan, dari atas dapat terlihat jalanan yang rapi,ini seperti di negeri dongeng,ia merasa terkejut, memang harry memiliki kekayaan,namun tidak memiliki pulau pribadi yang indah.


Ia memang tidak memperdulikan kekayaan harry dan merasa takjub dengan pemandangan di pulau."Ini cantik sekali"


Setelah pesawat mendarat pelayan harry sudah mempersiapkan mobil sport,harry mengajaknya naik ke mobil.Ayo,aku akan tunjukkan rumahku"

__ADS_1


Veren tersenyum."Baik"


Pengurus rumah tangga sudah menyiapkan di istana untuk menyambut harry dan sang ratu.


Mobil melaju dengan pelan sehingga veren dapat menikmati keindahan yang ada di pulau, harry juga menceritakan asal usul pulau ini, lebih dari 300 tahun leluhurnya membangun dan mengembangkan pulau ini, pulau hanya berjarak 30 menit dari negara mereka, keluarga hemarld biasa tinggal disini tanpa ada gangguan dari pihak luar.


Setelah berkendara selama 20 menit mobil sampai di depan villa, halaman di penuhi oleh bunga,saat ini pengurus rumah tangga telah membawa 50 pelayan untuk menyambut di depan pintu.Mereka semua adalah pelayan yang biasa melayani harry, semua penduduk di pulau adalah pelayan keluarga hemarld.


Keluarga hemarld adalah keluarga yang baik, anak-anak dari pelayan di sekolahkan di luar negeri untuk mendapatkan ilmu yang tinggi, mereka akan bekerja di perusahaan keluarga hemarld,mereka yang tidak ingin bekerja di luar pulau bisa menjadi pelayan di pulau.


Setelah tuan hemarld meninggal,penerus satu-satunya adalah harry.


Veren yang duduk di mobil merasa bingung dengan orang-orang yang berbaris."Siapa orang-orang ini?"


"Semua ini adalah bawahanku"


"Banyak sekali"


"Ini hanya sebagian saja,mereka hanya yang mengurusi kebutuhanku sehari-hari, jika dihitung semua hampir 1000 orang bekerja untuk keluarga hemard di pulau" Harry yang sejak kecil dilayani,saat menggambarkan keadaan seperti ini, ia seperti tuan.


"Turunlah, mereka pasti sudah menunggu lama"


Saat melihat wajah perempuan cantik para pelayan merasa bingung.


Tapi sekarang mereka tahu perempuan ini adalah nona veren yang asli.


Harry memegang tangan veren berjalan, para pelayan menyambutnya dengan penuh hormat.


"Tuan muda, sarapan anda dan nona veren sudah disiapkan"


"Baik, setelah kami mandi akan turun" harry membawa veren masuk ke dalam villa.


Veren merasa terkejut dengan kekayaan harry, ia berpikir kalau menikah dengannya, ia harus melakukan apa?


Dulu veren berpikir harus bekerja keras untuk mencari uang dan hidup akan menjadi lebih baik, tapi sekarang bingung harus melakukan apa, mungkin hanya perlu melahirkan seorang anak.


Harry membawa veren ke lantai atas, mereka berdua juga belum melakukan hal yang diluar batas, karena harry sangat menghormatinya.


"Veren, kamu tidur di kamar utama"


"Tidak perlu, aku tidur di kamar tamu saja" veren tahu sang pria akan memberikan yang terbaik untuknya.


"Baiklah, kalau begitu kamu tidur di kamar sebelahku"

__ADS_1


Veren merasa puas dengan kondisi kamar.


"Setelah mandi turunlah, kita akan sarapan bersama" harry berkata sebelum keluar dari kamarnya.


"Baik" Dua wanita muda memberikan handuk dan perlengkapan mandi untuk veren.


Veren tersenyum kearah dua pelayan, setelah pelayan pergi, ia menghela nafas, veren masih belum terbiasa selalu dilayani oleh orang.


Selesai mandi dua orang turun ke ruang makan, di meja makan di penuhi oleh makanan lezat. Veren merasa tambah lapar melihat makanan diatas meja.


Ketika mereka mulai menikmati makan, lima pelayan pergi, veren melihat kearah harry.


"Kamu makan sebanyak ini setiap hari?"


Harry mengangguk."Benar, ini adalah sarapanku dari kecil hingga sekarang"


Veren tertawa kecil...


"Kenapa kamu tertawa?" Harry merasa tergoda melihat tawanya yang imut.


"Tidak... mengapa kamu tidak menjadi gemuk?" seharusnya harry akan menjadi gemuk seperti babi setiap hari memakan makan yang banyak.


"Hanya banyak saja menunya, aku tidak makan semuanya" harry menjelaskan dengan lembut.


Setelah sarapan berakhir, harry mengajaknya untuk berkeliling,dua anjing besar mendekat kearah mereka, veren menjadi ketakutan, setelah harry mengobrol dan mengelus kepala anjing peliharaannya. Kedua anjing menjadi tenang dan menempelkan badannya pada kaki veren.


Veren merasa kagum dengan harry, bahkan anjingnya menuruti perkataannya.


Siang hari veren merasa kelelahan dan mengantuk, saat di pesawat tidak tertidur dengan pulas.Setelah makan siang kembali ke kamarnya untuk istirahat.Harry sudah bangun duluan di sore harry dan menunggu di kursi sambil membaca buku untuk menunggu veren terbangun.


Saat melihat pintu terbuka harry menaruh buku dan tersenyum kearah veren."Kamu sudah bangun?"


"Iya" veren juga ikut tersenyum.


"Apakah kamu sudah merasa lapar?"


"Belum lapar" veren melihat gelas di meja dan bertanya."Apakah ini gelasmu?"


"Iya"


"Aku haus" setelah berkata veren mengambil air minum dan menggunakan gelas bekas dari sang pria.


Harry tersenyum senang melihatnya, nampaknya veren sudah mau berbagi dengannya."Kita jalan-jalan sebentar, setelah pulang baru makan malam"

__ADS_1


"Baiklah" veren mengangguk


__ADS_2