
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Clint mengamati kamar vivi, kamar di tata dengan rapi, di meja juga ada banyak dokumen. ada juga piagam dan piala. Ada beberapa bingkai foto vivi dengan pria itu.
Clint iri dengan pria itu, karena bisa membuat vivi bahagia dan mendapatkan hati sang wanita.
Setelah beberapa saat vivi berkeringat wajahnya, clint menyeka dengan tisu.
Besok dia ada pidato, maka malam ini harus menjaganya agar tidak demam lagi, clint mengambil buku untuk di baca.
Jam enam pagi clint memegang dahinya, demamnya sudah hilang, asalkan tidak kambuh lagi akan baik-baik saja.
Vivi sendiri tidur nyenyak dan terbangun pukul tujuh pagi.Begitu membuka mata melihat clint sedang membaca buku, matanya ada lingkaran hitam."Clint, kenapa kamu tidak tidur?" vivi terharu dengan kebaikan sang pria.
"Aku tidak mengantuk,kamu sudah baikan? " clint tersenyum.
Vivi merasa sekarang tubuhnya bugar."Aku harus sudah menyiapkan berkas pidato"
"Baik, aku keluar dulu, nanti turun ke bawah minum obat" clint keluar kamar dan menunggunya di lantai bawah.
__ADS_1
Vivi menelepon orang dapur untuk menyiapkan sarapan.Setelah itu masuk kamar mandi, ia memakai jas, mengikat rambut panjangnya.
Melihatnya turun, clint menuangkan air putih dan menyuruhnya minum obat.
Hati vivi merasa berdebar,perhatian dan kebaikan clint mengingatkannya pada pria itu. Ia mengira hanya pria itu yang baik padanya, tapi sekarang, clint sangat baik padanya.
"Nona, sarapan sudah siap" kata seorang pelayan.
"Baik"
"Kita makan sarapan dulu! selesai makan, aku antar kamu pulang"
"Tidak perlu,aku temani kamu ke lokasi pidato, aku harus melihatmu"
Selesai sarapan sebenarnya vivi ingin mengantarkannya pulang, namun clint bersikeras ingin ke lokasi pidato.
Lingkaran mata clint sangat hitam,jelas sekali wajah tampannya terlihat kelelahan, tapi masih bersikeras."Tidak apa-apa,aku sama sekali tidak capek"
Vivi terkejut,pria ini sudah menjaganya semalaman dan masih tidak rela diantar pulang.Saat ingin berkata,vivi menoleh dan melihat clint sudah menutup matanya tertidur.
Vivi tersenyum kecil melihat wajah tampan clint saat tertidur dan jakun sang pria terlihat sexy.
"Nona, kita harus segera pergi, waktu sangat padat" kata sang sopir.
"Baik, hidupkan penghangat suhu, agar tuan muda zhan tidur nyenyak" Vivi memakai jas dan membawa jaket yang di taruh di sebelahnya, ia mengambil jaket untuk menutupi tubuh clint.
__ADS_1
Karena belokan tajam kepala clint hampir terjatuh,vivi berinisiatif menahan dengan tangannya dan mendekatkan tubuhnya agar kepala clint menempel di pundak kirinya.
Saat Ini nafas sang pria menghangatkan vivi, masih ada bau parfumnya.
Juga ada kehangatan dari tubuhnya, Ini membuat pikiran vivi kacau dan tidak bisa tenang.
Perjalanan sampai lokasi hanya butuh waktu setengah jam saja, clint dalam perjalanan tidur nyenyak, meskipun mobil terguncang juga tidak terbangun.
Vivi benar-benar merasa kasihan padanya. Karena menjaganya membuatnya capek Dan ia pasien yang belum membayar uang.
"Nona, sudah sampai" mobil sudah berhenti di parkiran.
Vivi tidak ingin membangun dia, ia berkata pada paman liu yang berada di depan."Paman, kamu berada di mobil saja, tidak perlu matikan mobil, agar tuan muda zhan tidur sebentar, aku kesana siapkan data dulu"
"Baik, nona" paman liu mengangguk.
Vivi dengan hati-hati menarun clint dan tidak membawa jaket keluar dan hanya menggunakan pakaian profesional.
Ia bergegas ke aula untuk menemui asistennya yang belakang panggung, vivi terus menghafal naskah pidatonya,vivi sudah tidak ada grogi malahan cukup percaya diri.Tuan besar chu juga memberikan semangat melalui telepon.
Daniel juga akan datang kesini hari ini. Pemenang pidato kali ini juga akan menjadi anggota parlemen departemen luar negeri.
Ini waktu terbaik bagi vivi untuk meningkatkan jabatannya.
Jam sepuluh pas daniel datang bersama dengan anggota parlemen.Vivi mendapatkan giliran untuk berpidato pertama kali. Asisten juga kagum melihat mental vivi yang kuat dan tahan banting.
__ADS_1
Bahkan asisten juga merasa panik.