
Pagi hari
Bryan cheng mengetuk pintu , candice segera membuka kunci pintunya dan kemudian bryan cheng masuk."Mommy, cepat mandi, kita akan segera berangkat."
Sekarang candice menjadi orang paling malas, bangunnya terakhir.
Candice keluar dari kamar berjalan ke ruang tamu, melihat bernett duduk di sana bersama anaknya.
"Sudah bisa berangkat" candice mengambil sepatu datar di rak sepatu.
Bernett gong memegang tangan bryan cheng...
Candice merasa malu kalau berdekatan dengan bernett gong sekarang, tingginya jauh berbeda..
Setelah mengantar bryan cheng ke sekolah, candice bertanya pada bernett gong." Kamu ingin sarapan dimana?"
Ia tidak lupa untuk mentraktir sarapan satu bulan.
"Ke tempat semalam" mata bernett gong bersinar.
Candice tanpa sadar memeluk tasnya, tempat semalam? mahal sekali disana.
"Baiklah, ayo pergi" candice tersenyum paksa.
Semoga saja hanya hari ini sarapan disana, kalau selama sebulan bisa jadi pengemis candice.
Di restoran berkelas.
Meskipun hanya sarapan, mereka menyediakan makanan gizi tinggi..
Ketika candice melihat daftar menu hatinya akan meloncat keluar, semua harga mahal sekali, semoga pria ini tidak selera makan.
Candice memesan menu paling sedehana, sekarang giliran bernett gong memesan menu..Bernett gong tersenyum melihat daftar menu.
Candice tidak mengerti apa yang dipesan olehnya, bernett gong hanya menunjuk berapa kali, pelayan di sampingnya mencatat..
"Sudah selesai memesan" tanya bernett gong.
"Ya"
Ketika semangkuk sup burung walet di hidangakan di hadapan candice." Aku tidak memesan ini."
"Ini pesanan tuan ini" jawab pelayan sopan.
Candice menatap tajam bernett gong." Kenapa kamu memesan ini?"
"Semalam aku melihatmu, menikmati menu ini, jadi aku memesankan untukmu"
__ADS_1
Diikuti oleh beberapa menu , candice belum melihat hidangan di depannya ini..
Ada caviar? jangan- jangan caviar yang mahal itu?
Pengetahuan candice tentang makanan memang tidak bagus, tapi melihat beberapa hidangan ini perasaanya tidak tenang.
"Tuan kopimu" pelayan membawakan kopi hitam yang harum.
Sarapan ini akhirnya sempurna.
Tapi bagainanapun, kalau sudah dipesan harus di makan, jika tidak namanya pemborosan.
Pria yang di hadapannya tersenyum jahat, cara makannya pelan dan anggun, memancarkan aura bangsawan.Candice juga memelankan cara makannya, makanan ini sangat enak dan lezat.
Menggabiskan waktu dalam setengah jam, candice bertanya pada pelayan."tolong billnya."
Bernett gong membersihkan mulutnya dengan tisu, bibir sexy nya tersenyum untuk melihat pertunjukan sebentar lagi.
"Nona, totalnya 385juta." kata pelayan.
Candice bersiap mengeluarkan kartu dari dompetnya, gerakannya tiba- tiba berhenti.
"Apa, coba katakan sekali lagi..?"
Pelayan dengar sabar mengatakannya lagi.
"Nona , harga keseluruhannya 385 juta"
"Mengapa bisa semahal ini? harga emas saja tidak sampai semahal ini" Apakah makanan ini terbuat dari campuran emas.
"Nona, ini memang harganya, kami tidak salah menghitung."
"Candice cheng,ini tidak salah menghitung, memang harganya sedikit mahal." Kata bernett gong.
"Mengapa bisa semahal ini?"
"Karena aku memesan menu termahal dari restoran ini" bernett gong menjelaskan.
Candice merasa hampir gila, pria di depannya ini ingin menguburnya hidup- hidup.
"Aku harusnya mengingatkannmu untuk membawa uang yang cukup" Nadanya sangat mengejek.
"Nona, anda mau bayar cash atau kartu kredit"
pelayan bertanya.Kalau bukan melihat bernett gong duduk disini pelayan tidak sesabar ini.
Candice kali ini merasa dipermakukan kali ini. tabungannya tidak sebanyak itu.
__ADS_1
"Aku... " wajah candice merah padam..
Bernett gong mengeluarkan dompet dan mengambil kartu kreditnya.." Pakai kartu ini saja"
"Tidak bisa, sudah bilang aku yang traktir." Candice merasa dipermalukan, hingga bodoh.
"Sudahlah, kita ganti dengan yang lain bagaimana?"
"Hah, benarkah? apa yang harus aku lakukan padamu?" candice hampir gila, kalau selama sebulan orang ini minta sarapan seperti ini.
"Kalau begitu, sarapan sebulan diganti dengan kecupan selamat malam selama sebulan, bagaimana.?
"Tidak bisa, aku tidak setuju"
"Aku belum menyelesaikan perkataanku, yang aku maksud kecupan di bibir bukan di pipi."
"Tidak bisa, ganti dengan yang bisa aku lakukan" candice kesal.
" Cuma ada dua pilihan, kamu pilih sendiri sarapanku seperti ini setiap paginya, setidaknya kamu siapkan 400 juta setiap hari selama satu bulan."
12 milyar sarapan selama sebulan, candice hampir muntah darah.
"Jika, aku tidak menyetujui semuanya" Candice berusaha mengelak.
"Candice cheng, apakah kamu orang yang tidak dapat di percaya?" Nada bicara bernett gong merendahkannya
"Bernett gong, apakah kamu harus menggangguku seperti ini? kamu sudah berjanji akan berhubungan dengan baik.
"Aku hanya tahu, kamu tidak bisa mencampur adukkan hal satu dengan hal lain. Untuk urusan kita berhubungan dengan baik masih dilakukan bukan?"
Candice tidak bisa bersikeras lagi." Baiklah, hanya kecupan selamat pagi dan malam bukan? Aku bisa melakukannya lagipula wajahmu mirip anakku, aku mengagap seperti mencium putraku." Selesai mengatakan candice mengambi tasnya." Aku pergi dulu."
"Candice cheng" Panggilan bernett gong tidak menggentikan candice.
Kaki candice cheng masih terluka, diluar dugaan bisa melangkah dengan cepat.
Bernett gong merasa kesal dan marah, wanita itu kabut begitu saja."Aku akan membalasmu di rumah"
Berjalan menuju kantor, linda membawa kabar baik.Nyoya chen sudah membayar dp, candice akan mendapat bonus, candice merasa bahagia, karena sekarang uang penting baginya.
Di depan pria kaya seperti bernett gong, membuat candice merasa tertekan.
"Candice cheng, perusahaan sangat menghargai orang berbakat sepertimu, kamu harus bekerja keras dan lebih giat lagi" linda memberi semangat.
"Ya, aku bisa melakukannya" candice merasa senang, mendapat pujian dari senior adalah hal yang membanggakan.
Setidaknya, suasana kerja yang seperti ini, akan lebih menyenangkan.
__ADS_1
Inspirasi yang melintas benak candice buyar karena masalah tadi pagi. Di benaknya sekarang dengan wajah lelaki iblis itu.
Candice memutuskan untuk meminum kopi untuk menenangkan pikirannya dan mendapat inspirasi.