
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Haappy reading
Jadwal penerbangan pesawat jam sembilan malam, saat jam makan malam, bryan mendengar akan pulang menjadi murung, ia harus berpisah dengan teman kecilnya.
Tapi sang anak juga tidak bisa berpisah dari kedua orang tuanya.Jadi saat berpamitan sebelum pergi ia menangis di pelukan candice.
Setelah pesawat lepas landas..candice membawa anaknya ke ruang istirahat, ia membujuknya hingga tertidur dan membiarkan tirai penutup tetap terbuka.
Candice duduk di depan sang pria yang sedang melihat dokumen..
"KAmu tidur saja duluan, perjalanan masih panjang" bernett menyuruhnya beristirahat.
"Baiklah aku tidur duluan, kamu juga harus tidur"
"Paling lama satu jam lagi, akan selesai, aku akan tidur juga."
Setengah jam sebelum mendarat pramugari membangunkan untuk memakai sabuk pengaman dan menyuruh mereka membangunkan sang anak untuk duduk ..
Candice menggendong bryan ke kursi, sang anak terbangun."Ada apa mommy?"
"Pakai sabuk pengamanmu, sebentar lagi pesawat akan mendarat"
"Baik"
Mereka tiba di apartemen pukul empat sore.
"Bernett, kamu temani dulu bryan bermain, aku ingin turun ke bawah membeli sayur"
"Oke, hati- hati"
Candice turun ke bawah dengan perasaan senang di perhatikan sang pria.
Saat candice memilih sayur, ponselnya ada pesan masuk, ia membukanya takutnya pesan dari bernett, Ia merasa terkejut uang 200 milyar masuk ke rekeningnya dan merasa takut membawa atmnya sekarang.
Pagi hari
Hari ini adalah hari rabu, sang anak harus pergi sekolah, sementara candice pergi ke perusahaan untuk melapor dan tidak ingin mengecewakan linda.
Setelah mengantar anak dan sarapan.Candice tiba di perusahaan.
__ADS_1
Begitu masuk perusahaan candice di sapa dan ditanya banyak karyawan,karena kabar perhiasan candice dilelang dengan harga 200 milyar sudah menyebar di perusahaan.
Sekarang dia telah menjadi desainer terkenal, karena seorang karyawan dari carmen mendapat penghargaan internasional. Perusahaan sendiri mendapat banyak pesanan, linda sendiri diangkat menjadi manager perusahaan, sedangkan candice mendapat uang 200 milyar.Karena uang itu dari bernett perusahaan tidak berani memotong sepeser pun.
Tapi, karyawan tidak mengetahui uang itu dari bernett dan mengira candice benar- benar menciptakan maha karya, jadi, mereka menganggap candice seperti seorang dewi, candice sendiri merasa bersyukur saat pagi hari sudah melepas kalungnya, kalau tidak bagaimana harus menjelaskan?
Candice pergi ke ruangan linda.
"Sekarang kamu sudah menjadi orang terkenal, mungkin besok namamu akan masuk koran" linda menyapa dengan senyuman.
"Tidak mungkin masuk koran"
"Harusnya akan diberitakan, ini sudah menggemparkan dunia perhiasan" linda berkata.
"Boleh tidak jangan diberitakan?"
"Perusahaan kita tidak bisa menekan para awak media, lagipula ini menguntungkan buatmu dan perusahaan"
Candice berharap isu ini cepat berlalu.
"Oh ya, dalam waktu dekat ini akan ada perusahaan perhiasan yang berkembang di kota A,dan gedungnya di seberang perusahaan ini, sekarang dalam pembangunan gedungnya."
"Aku juga belum tahu dengan jelas, aku dengar- dengar para desainer yang di pekerjakan merupakan para unggulan di internasional dan akan menjadi saingan yang hebat." linda menjadi murung, akan berkurang para konsumer .
Candice berjalan melihat ke arah jendela ia melihat gedung yang baru di bangun, ia melihat tulisan."Perusahaan perhiasan loeir's"
"Jadi,kita harus semakin kerja keras, kalau tidak kita akan dimusnahkan oleh perusahaan baru ini dalam hal pemasaran.Untung saja kamu sekarang sudah terkenal dan banyak karyamu sebelumnya juga dipilih"
Candice tersenyum."Aku akan bekerja keras"
"Bos kita nyonya carmen sudah berumur enampuluh tahun, dia berniat membuat aku meneruskan perusahaan ini"
Candice merasa terkejut dan senang."Selamat kak linda, kamu akan segera menjadi bos kami"
"Ini hanyalah sebuah kepercayaan dari nyonya carmen terhadapku,jika di masa depan perusahaan tetap berpenghasilan,aku baru pantas mendapat pujian"
Siang hari pikiran candice agak tidak tenag, malam ini bryan akan berkunjung ke kediaman keluarga gong, ia masih merasa khawatir dengan kemarahan kakek gong.
Pada saat ini linda masuk ke ruangan candice.
"Candice tadi banyak para staf memberikan tanggapan atas keberhasilanmu,malam ini kita harus merayakannya,dana dari perusahaan masih tersisa banyak dan malam ini kita pergi ke ktv untuk karaoke."
__ADS_1
Candice tersenyum senang."Aku yang traktir saja"
"Tidak perlu,uangmu simpan untuk menghidupi bryan, yang penting kamu hadir saja"
Kebetulan malam ini bernett dan anaknya akan ke rumah gong, ia memang malas di rumah sendirian."Baik, tentu saja aku akan pergi"
Setelah linda pergi, candice menerima panggilan dari alexander, ia mengajak makan siang bersama dan berjanji akan datang.
Di restoran, alex mengumumkan dengan agak menyesal,Keluarga besarnya tidak berencana membuka perusahaan cabang disini, karena konsumen disini berbeda dari luar negeri, membuka cabang disini, hanya membuang waktu dan uang.
"Kalau begitu, kamu kapan berencana kembali?"
"Kemungkinan besok malam,mungkin aku tidak punya waktu untuk bertemu dengan bryan, aku sudah membelikan hadiah, kamu berikan padanya."
"Tidak perlu memberi hadiah, kamar kecil bryan sudah penuh dengan mainan" candice menolak halus.
"Anggap saja ini permintaan, maafku tidak pamit pada bryan,bilang padanya aku akan menjenguknya kalau ada waktu"
"Baik, aku akan memberitahunya."
"Bagaimana hubunganmu dengan bernett? kapan kalian akan menikah?" alex penasaran masalah ini.
"Aku belum tahu, ini masih awal" candice tersenyum.
"Semangat, kamu harus mendapatkannya"
Candice tersenyum pahit masalah ini tidak bisa selesai hanya karena semangat dan harus bertarung dulu dengan keluarga gong.
Jam empat sore bernett menelepon, dia akan menjemput bryan sendirian dan membawa ke kediaman gong, dia menghibur candice.
"Aku akan membawa pulang sebelum jam sembilan"
"Aku malam ini juga berkumpul dengan teman- teman untuk merayakan penghargaan, aku akan telat sedikit"
Bernett memberi peringatan keras."Tidak boleh pulang terlalu malam dan jangan dekat- dekat dengan pria,"
Candice tersenyum senang, lelaki ini sangat arogan."Baiklah aku dengarkan kata- katamu"
"Ingat pesanku, atau malam ini kamu kubuat pinsan di atas ranjang"
"Sudahlah, kebanyakan adalah rekan perempuan"
Setelah menjemput putranya bernett langsung membawanya ke kediaman gong,pelayan rumah tangga sudah menyiapkan makanan hampir penuh di meja makan.Kakek gong memang merindukan cicitnya ini.
__ADS_1