Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Jalan-jalan


__ADS_3

Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Mobil berhenti parkiran rumah sakit candice masuk dengan langkah besar dan pergi ke ruangan ibunya, nyonya Xi sedang duduk melihat tv.


"Ma"candice duduk di sebelahnya,tubuhnya ibunya sedikit kurus.


"Candice, kamu sudah datang" nyonya xi membelai rambut putrinya.


"Ma, kenapa kamu berbuat seperti ini?"


"Menangis untuk apa, mama sangatlah baik, semuanya berjalan lancar,kamu tidak usah khawatir"


"Ma, aku tidak mengizinkanmu berbuat seperti ini"


Nyonya xi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menenangkannya, candice baru tenang setelah dokter menjelaskan kondisi ibunya baik-baik saja,jika tidak ada dampak negativ setelah waktu yang di tentukan,candice sudah bisa menggunakan obat untuk mengembalikan ingatannya.


Ingatan ini bagi mereka sangatlah berharga.


Walaupun hubungan mereka baik-baik saja, namun kenangan dulu sangatlah penting.


Candice menelepon bernett saat sore hari dan menceritakan yang dilakukan oleh ibunya, bernett juga terkejut,nyonya xi menggunakan cinta sebagai seorang ibu untuk menyembuhkan candice, saat bernett datang melihat mata candice yang lembab habis menangis,bernett langsung menemui dokter untuk berbincang.


Dokter juga menceritakan perkembangan perawatan nyonya xi, kalau pengobatan ini berhasil, bernett tidak perlu khawatir dengan keturunan perempuan di keluarganya.


Nyonya xi juga menelepon candice untuk makan malam bersama, daniel datang bersama dengan clint, mereka akan makan malam di restoran sebelah rumah sakit.


Restoran sudah dipesan oleh daniel, beberapa pengawal menjaga restoran. Nyonya xi juga membahas pernikahan untuk daniel, daniel sendiri sudah berumur 31 tahun dan sudah waktunya menikah, lalu memiliki anak.


Clint yang berada di sampingnya tidak bisa menahan tawa."Clint,kamu juga jangan tertawa, umur ayahmu sudah tua, kamu juga lebih cepat sedikit"


"Bibi, kamu lebih perhatikan masalah daniel"


Tentu saja wanita yang mencintai daniel sangatlah banyak, namun belum ada yang membuat daniel tertarik.


"Kakak, mama ingin kamu segera menikah, kamu sudah waktunya menikah" candice tersenyum pada kakaknya.

__ADS_1


"Iya, kalau ada wanita yang baik, aku akan mempertimbangkannya" kata daniel


"Aku dua hari yang lalu bertemu dengan nyonya pei,dia membicarakan cucu perempuannya dan kamu pernah satu pesawat denganmu, dia bagaimana menurutmu?" nyonya xi tertarik dengan masalah ini.


Daniel mengerutkan keningnya."Dia tidak cocok denganku"


"Walaupun kamu adalah presiden,kriteria janganlah terlalu tinggi, asalkan berhubungan dengan baik, pasti akan cocok"


Clint tersenyum senang, untuk masalah pernikahan senior akan menyerang dulu ke arah daniel.


Clint mengantarkan nyonya xi kembali kerumah sakit, bernett dan candice pulang dengan diikuti beberapa pengawal.


Duduk di dalam mobil bernett memeluk candice penuh perhatian."Semoga obat ini berhasil dan tidak ada efek samping untuk tubuh"


"Mmmm! aku juga berharap begitu"


Saat kembali ke istana gong bryan dan beatrix sudah tidur,sepasang suami istri hannah dan dedrick sangat senang bisa menjaga cucunya. Candice juga memiliki waktu pribadi yang cukup.


Mungkin karena pasangan suami istri melewatkan pertumbuhan cucu pertamanya, jadi kali ini menjaga dan merawatnya dengan sempurna,lagipula beatrix juga senang bersama dengan kakek dan neneknya.


Hari ini adalah akhir pekan,sekitar jam delapan pagi terdengar canda tawa anak-anak di istana gong,beatrix tertawa keras mengejar bola yang di tendang oleh bryan diatas rumput.


Kaki yang pendek berlari dengan cepat, bryan juga sabar bermain dengan adiknya,ia mengajari adiknya cara menendang bola, sementara beatrix hanya tertawa. Mereka di temani oleh anjing besar peliharaan bryan.


"Mommy.. mommy" bocal kecil mendekati ibunya untuk meminta susu di tangan ibunya, Setelah meminum setengah gelas susu beatrix kembali berlari ke arah kakaknya, candice ikut bergabung dengan mereka di atas rumput.


Di dalam villa milik harry, hari ini harry berencana berlibur dengan veren, mereka akan pergi berduan untuk memupuk perasaan.


Veren juga sudah tidak membencinya lagi, dan tidak menyalahkannya lagi saat tahu jam tangan emasnya adalah hadiah dari kakek harry, ia mengerti kenapa harry sangat emosi saat jam tangannya dicuri.


Saat ini harry dan dirinya berinteraksi sebagai teman, veren tidak bisa jatuh cinta pada pandangan pertama kepada pria tampan.


Veren harus mengerti tentang perasaannya dan kepribadiannya, lalu baru belajar untuk mencintainya.


Setelah semua persiapan sudah selesai harry berkata."Semua sudah oke, kita bisa berangkat sekarang"


"Emmm" veren menganggukkan kepala, lalu duduk di kursi penumpang.


Saat mobil melaju di jalanan perasaan veren santai dan sangat puas,sejak kakeknya meninggal harus mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri dan sudah sangat lama pergi bersantai.


Pemberhentian pertama adalah di kuil budha yang sangat terkenal di kota A, walaupun harry adalah orang barat,tapi ingin mengenal budaya orang timur.

__ADS_1


Di daerah ini bukanlah perkotaan yang ramai dengan restoran mewah,disini hanya ada restoran sederhana,harry harus membiasakan untuk hidup sederhana saat berdekatan dengan veren.


Ia adalah tuan muda yang dari kecil sudah di kelilingi oleh pelayan, namun saat ini menikmati kehidupan veren yang sederhana.


Veren menemukan restoran biasa dan mengajak harry untuk makan disana. Pelayan wanita muda menyapa."Permisi, untuk berapa orang?"


"Dua orang" kata veren.


Pelayan membawa mereka ke meja untuk dua orang.Harry meletakkan tasnya dan mengeluarkan kamera.


Veren buru-buru menghindari lensa kamera.


"Jangan foto aku, wajahku sangat jelek"


"Mana ada jelek, kamu Jelas-jelas sangat cantik" harry berkata dengan jujur.


"Benarkah?" Veren segera mendekati harry dan melihat hasil fotonya.


Veren merasa bahagia dengan hasil fotonya yang bagus."Foto ini harus dibagikan untukku"


Harry tertawa kecil."Tenang saja, aku akan menfotomu beberapa lagi gambar yang indah"


Veren tersenyum."Kamu tidak boleh memotretku saat berfose jelek"


"Orang cantik difoto model apapun tetap cantik"


Kali ini veren benar-benar malu dan bahagia.


Dua orang berjalan di antara bangunan kuno, harry juga meminta diajarkan kata-kata yang menurutnya belum mengerti.


Saat sampai di patung budha besar harry sangat tertarik untuk berfoto bersama veren, ia mendekati wanita paruh baya untuk membantu mengambil gambar.


Veren tidak menolak untuk berfoto bersama harry, harry memegang pundak veren untuk berpose, sementara veren tersenyum kaku, ia jarang berdekatan dengan seorang pria.


Wanita yang memotret mengira mereka adalah pasangan, lalu berkata."Mendekatlah sedikit"


Harry segera memeluknya dengan erat, veren bersandar di dada harry, mereka berdua terlihat sepasang kekasih yang sempurna.


Harry menerima kamera dan mengucapkan terima kasih, ia melihat beberapa hasil foto dan tersenyum puas.


Veren tidak berani melihat, ia sudah sangat malu begitu intim dengan harry.

__ADS_1


"Ayo jalan, disana masih banyak patung budha" kata veren


__ADS_2