Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Di lukis


__ADS_3

Candice menatap lampu kota yang terang di luar mobil.Ia memikirkan hal yang di lakukan di atas panggung tadi,melihat expresi jelek debby shen hatinya merasa senang dan dengan munculnya bernett menyempurnakan pertunjukan tadi.


Di mansion si kecil melihat daddy dan mommy datang bersama merasakan senang.Bagi bryan berkumpul dengan kedua orang tua sudah membuatnya puas.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan lebih saat sampai di rumah pusat kota..Candice seperti biasa memandikan dan menidurkan bryan cheng.


Setelah bryan tidur, waktu belum terlalu larut candice ingin membuat gambar desain di ruang tamu.Sekarang perusahaannya masih kecil dan belum terlalu terkenal, makanya kalau desain tidak laku komisi yang di dapat kecil.


Candice sebenarnya bisa mendesaian dalam kamar, namun candice lebih suka mendesain di tempat luas seperti ruang tamu. Ia merasa otaknya menjadi lebih fresh di tempat yang luas.


"Bernett gong, bisakah kamu minum anggur dan membaca berita di tempat lain, aku ingin membuat gambar desain di ruang tamu." Candice melangkah ke ruang tamu.


"Aku akan menjaga ketenangan" mengartikan ia tidak mau pergi dari sini.


Bukan masalah tenang apa tidak tenang, namun keberadaan orang ini membuat candice tidak bisa menemukan inspirasi.


"Tolonglah" Ia berkata dengan lirih.


"Apakah kamu ingin menggodaku dengan berkata mesra?" bernett tersenyum.


"Aku tidak tertarik dengan lelaki sepertimu"


"Kalau aku tidak salah ingat, kamu tertarik padaku pada empar tahun lalu.?" Bernett merasa bangga.


"Aku diberi obat pada malam itu,dalam pengaruh obat bukan hanya kamu, pria manapun aku tertarik, jangan terlalu bangga." Candice menyangkal dengan sedikit marah.


"Bisakah kamu melukis orang?"

__ADS_1


"Bisa, kenapa?" candice tidak mengerti maksudnya.


"Lukislah aku, akan kuberi kamu 500 juta?"


ia tersenyum.


Dalam hati candice merasa bingung, apakah orang ini sedang mengejekku dengan membayar 500 juta.Namun uang 500 juta gaji candice setahun." Apakah kamu sungguh- sungguh?"


"Tentu saja,lukislah aku!! aku belum pernah di lukis sebelumny."


"Baik, kalau malam ini lukisannya selesai, apakah kamu langsung membayarnya besok?"


"Tentu, aku berjanji"


"Kamu mau ganti baju, apa begini saja"


"Begini saja" bernett ingin dilukis dengan pakaian santai.


Candice keluar sudah dengan papan lukis, kertas, penghapus, dan beberapa pensil lukis. Di luar negeri candice sering melukis orang- orang di jalanan dengan bayaran murah.Secara bertahap lukisannya menjadi baik dan memberi harga lebih mahal..


Setelah meletakkan kertas gambar, candice memandang wajah pria ini dengan seksama, jantungnya mulai bergejolak.


Wajah pria ini adalah wajah paling tampan yang pernah dia lukis.


"Jangan banyak bergerak, aku akan mulai melukis" perintah candice.


Candice melukis dengan serius dan hati- hati, ia takut akan merusak lukisan pria ini.Wajahnya sangat tampan, jika lukisannya jelek, apakah pria ini mau membayar mahal besok?

__ADS_1


Setelah istirahat minum dan meregangkan ototnya , akhirnya candice menyelesaikan lukisan hampir 2 jam.Ia mengela nafas." Sudah selesai, kamu boleh berdiri."


"Biar kulihat"


Mata bernett gong melihat lukisan dirinya, ia diam- diam memuji kemampuan wanita ini melukis.Bahkan dia bisa menggambar begitu mirip dan sempurna.


"Lukisan yang bagus dan indah" kata bernett.


Wajah candice memerah mendapat pujian.


"Baguslah, kalau kamu suka, sampai jumpa besok , selamat malam" Candice membereskan peralatan melukis.


Selesai mengemasi, ia memberikan lukisan pada bernett." Nah, lukisan milikmu.Jangan lupa uangnya besok pagi." candice tersenyum.


"Tenang saja, besok akan kuberikan padamu"


Saat candice akan pergi bernett berkata." Tunggu sebentar."


"Ada apa lagi"


"Menurutmu?"


Candice tidak lupa." Tadi kamu sudah mencium bibirku di pesta."


"Yang tadi tidak di hitung" bernett menggodanya.


"Bagiamana tidak dihitung?Kamu sudah menciumku tadi."

__ADS_1


"Baiklah, karena malam ini aku lagi senang, kuberi keringanan buatmu" Bernett memang lagi bahagia habis di lukis candice.


Mereka berdua kembali ke kamar masing- masing.


__ADS_2