
Anggie kesakitan, pipinya terasa panas, ia memandang wanita gila di depannya, ia bangkit berdiri sambil mengelus pipinya yang sudah bengkak.
Candice belum puas hanya menamparnya saja, ia sangat sakit hati bunga coklat dan boneka kelinci kecil telah rusak ..Ia kerasukan setan menjambak rambut anggie, mereka berdua saling tarik- tarikan rambut.
Candice tidak memperdulikan rasa sakit, ia mencakar wajah anggie dengan kukunya sepanjang wajahya.
Anggie teriak"Ahhh, wajahku, dasar wanita jalang" mereka berdua cakar- cakaran seperti kucing berkelahi , bahkan candice menendang perut anggie.
Anngie sangat kesakitan di bagian wajah dan kepala, ini adalah pertama kali ia berkelahi.
"Nana, bantu aku menghancur wanita jalang ini"
Candice sangat marah ,karena bunga itu pemberian bernett.
Kalau bunga biasanya, ia akan memberikan pada orang lain,tapi hari ini bunga ini memiliki arti berbeda di hatinya.
Nana mendorong tubuh candice dengan kuat- kuat hingga terjatuh , keningnya menabrak ujung meja dengan keras.
Lalu, keningnya mengeluarkan darah.
Candice berdiri melihat ada staples di atas meja, ia mengambil dan memukul hidungnya dengan keras dengan staples.. hidung nana yang habis operasi plastik mengeluarkan darah.
Candice baru sadar saat melihat anggie menangis tersedu- sedu duduk diatas lantai dan melihat hidung nana berdarah, nana juga ikut menangis sambil memegangi wajahnya.
Candice merasakan sakit di wajahnya, ia meraba wajahnya melihat tangannya ada darah, ia langsung keluar dari ruangannya, kepalanya mulai pusing.
"Ah,Kakak candice, keningmu berdarah" Teriak vera tang.
"Panggil linda kemari" candice berdiri bersandar pada dinding.
Linda sangat cemas ia berlari ke arah candice.
" Apa yang terjadi?"
__ADS_1
Tiba- tiba keluar dua wanita dari ruangan candice, satu wanita dengan wajah bengkak, penuh cakaran dan rambut acak- acakan, wanita yang satunya wajahnya bengkak dan hidungnya berdarah, mereka berdua berjalan saling menopang.
Para karyawan perusahaan baru mengetahui, candice berkelahi melawan dua orang wanita muda itu.
"Vera, cepat pegangi candice, kita harus ke rumah sakit" linda dan vera menuntun candice menuju parkiran.
Saat candice di berjalan ke bawah, luka di dahinya sudah di perban oleh satu karyawan, namun darah masih keluar, sangat mengerikan.
Mereka sudah perjalanan menuju rumah sakit.
Vera membuka obrolan dengan linda.
"Ya tuhan, dua wanita gila tadi menyerang kak candice, kata wendy mereka adalah klien candice ,makanya aku tidak berani masuk ke dalam mengganggu"
Candice yang masih sadarkan diri berbicara.
"Salah satu wanita tadi adalah adik kandung andreas lu, mereka datang sengaja mencari perkara denganku"
"Apa mereka yang menyerang duluan?kenapa kamu tidak memanggil satpam atau memanggil aku juga bisa" linda berkata sambil mengemudi.
Soal serang- menyerang,candice merasa sedikit menyesal,mengapa ia begitu peduli dengan buket bunga itu? Ia hanya sangat marah dan hilang kendali saat anngie membanting dan menginjak- injak bunga.Dalam otak candice hanya ada satu fikiran harus memberi pelajaran keras pada anggie.
Oleh karena itu, candice memukul duluan.
Tapi mengingat anggie wajahnya bengkak dan penuh cakaran, dan temannya hidungnya patah, walaupun keningnya berdarah candice merasa puas karena merasa tidak kalah dalam berkelahi.
Di depan perusahaan carmen corp anggie dan nana temannya terlihat mengenaskan.
Nana emosi"Orang gila...orang gila..hidungku hancur,ini ketiga kali aku mengoprasi hidungku dan dokter sudah memperingatkan untuk berhati- hato, sekarang jadi miring kan"
Anggie benar- benar tidak tahu bagaimana cara menghibur nana, ia tidak menyangka candice akan menyerang dan menggila, anggie merasa ketakutan saat itu." Ayo kita ke rumah sakit dulu periksa, nanti bisa bedah plastik."
Sesampai di rumah sakit linda dan vera mengantar candice periksa dan mengobati luka di wajahnya.
__ADS_1
Linda melihat luka di wajah candice terdiam, ia merasa kasihan dan vera juga merasa bersalah , sebagai asiten dia tidak bisa membantu dan melindungi candice.
Saat kepalanya di jahit candice mendesis beberapa kali, ia menerima tiga jahitan,untung saja rambutnya bisa menutupi lukanya, walaupun ada bekas kecil tidak akan terlihat jelas.
Setelah luka- luka candice diobati,ia kembali ke kantor, linda sudah membujuknya mengantar pulang, namun candice bersikeras kembali ke kantor.
Candice masuk ke ruangan, ruangan sudah bersih dari kekacauan tadi.Namun ob meletakkan beberapa coklat yang masih utuh di atas meja ruangan candice harum coklat menyebar ke seluruh ruangan,rasa sakit candice segera menghilang secara ajaib, ia mengambil coklat dan memasukkan ke dalam mulutnya,rasa manis dan enak seakan - akan meredam rasa sakit di wajahnya..
Vera masuk ruangan dan minta maaf langsung.
"Kak candice maaf, ini semua salahku, kalau aku masuk ke ruanganmu , pasti kamu tidak akan terluka"
Candice tersenyum dan berkata"Tidak apa- apa, kalau kamu masuk lebih awal, mana mungkin aku bisa memberi pelajaran pada dua wanita tersebut"
"Tapi, kamu juga terluka"
"Lukaku tidak apa- apa" candice menggelengkan kepalanya dengan kuat..
Setelah vera tang keluar, candice merapikan coklat, melihat jam sudah pukul empat sore, sebentar lagi waktu menjemput bryan.
Ia tidak tahu, apakah bernett ingin menjemput anak bersama dengannya tidak.
Telepon dia saja.
Candice mengambil hanphone dan memanggil bernett.
"Halo" terdengar suara dingin pria.
"Apa kau ingin menjemput bryan?" tanya candice dengan tenang.
"Aku tidak ada waktu, aku akan menyuruh bodygard menjemputmu di perusahaan."
masih suara dingin.
__ADS_1
"Baiklah"bernett langsung mematikan telepon mendengar jawaban candice.
Candice mengedip- ngedipkan matanya, hidungnya terasa sedikit sakit dan hatinya sedih,namun perasaan ini tidak bisa di ungkapkan dengan kata- kata, kenapa ia merasa sedih.