
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Haappy reading
.........
Dua orang keluar dari pintu perusahaan, linda menepuk- nepuk pundak candice."Aku percaya dengan kemampuanmu,kata- kata orang lain, jangan simpan dalam hati"
"Aku percaya dengan kemampuanku sendiri, laura sengaja menjelekkannku" candice emosi sambil mengepalkan tangannya.
"Kita kembali ke perusahaan dulu,selidiki dulu siapa yang telah membocorkan data pelanggan" linda mengatakan sambil marah.
"Linda sekarang ada berapa banyak pelanggan?"
"Sementara ini yang sudah bayar uang muka 15 orang"
Sampai di perusahaan linda menyelidiki masalah ke bocoran, candice sendiri tidak semangat lagi bekerja hari ini.Ia sedang berfikir jika carmen corps harus mundur dari negara ini, ia bisa kehilangan pekerjaan.
Karena ia tidak mungkin mengikuti carmen corp ke negara lain.
Jam empat bernett menelepon untuk menjemput anak, ia menyuruh bernett menjemput sendiri, disini linda masih butuh bantuan dirinya.
Di perusahaan semua di sudut terpasang cctv, untuk menyelidiki masalah ini tidak terlalu sulit, jam lima candice menerima telepon dari linda menyuruh untuk datang ke ruangannya.
"Kenapa? apa penyelidikan sudah selesai?" candice bertanya dengan sedih.
"Sudah ada hasil, tapi bukan mencuri dataku, ada orang yang diam- diam menghafal data ini, dia adalah asistenku"
"Lalu, kamu berencana melakukan apa padanya?"
"Agar tidak menimbulkan kepanikan karyawan perusahaan, aku akan memecatnya, candice, kemungkinan perusahaan ini tidak dapat bertahan lagi"
"Kak linda, jangan berfikir seperti itu"
"Aku akan membicarakan ini pada nyoya carmen,kita tunggu keputusannya, kemungkinan akan kembali ke pusat atau membuka cabang di negara lain, kamu tidak akan pergi dari sini kan?"
Candice mengangguk."Mmm, aku akan tinggal disini"
"Kamu selalu melakukan pekerjaan ini dengan baik,aku akan merekomendasikan pada nyonya carmen, akan membeli desainmu setiap bulan, aku tidak ingin kamu menyiakan bakat ini"
"Terima kasih kak linda, jika aku bisa bekerja di rumah, aku akan memanfaatkan sebaik mungkin" candice tersenyum.
"Kamu tidak pergi menjemput bryan?"
"Bernett menjemput sendiri, nanti aku pulang menumpang mobilmu"
__ADS_1
"Baik, ayo pulang"
Perusahaan di depan.
Hari ini laura menggunakan identitas dan sifat liciknya berhasil merebut enam pelanggan dari carmen corps, ia sekarang sedang menikmati minum teh dengan perasaan bangga dan senang, ia sudah seperti pemenang.
Saat ini ponselnya berdering.
"Halo kakek"
"Laura, keluarga gong tadi siang mengajakku untuk makan malam bersama, kakek gong juga menyuruhmu datang"
"Baik"
Laura sangat senang, kakek gong mengundangnya makan malam, apakah kakek gong mengatur kesempatan agar bertemu dengan bernett lagi?
Hari ini sungguh hari baiknya, sederetan peristiwa baik terjadi hari ini.
Candice masuk ke dalam apartement, ia melihat sang anak sedang mengerjakan pr matematika sendirian..
"Apakah kamu kesusahan bryan?" tanya candice.
"Tidak, ini hanya hitungan 1 sampai 10"
Candice melihatnya, semua penjumlahan benar, hanya tuisan bryan masih jelek, masih bergelombang menulis angka.
"Bryan, dimana daddy?"
Candice tersenyum,apakah pria ini bisa memasak? ia bergegas ke dapur melihat bernett sedang memakai celemek, memotong sayuran, dan disebelahya ada ipad yang sedang di jeda vidio memasak..
Ia tertawa pelan, berjalan mendekat." Apakah kamu bisa memasak? apakah perlu bantuan?"
"Tidak perlu, kamu pergi istirahat saja" bernett memang bisa memasang, ia sewaktu kuliah hampir tiap hari memasak sendiri.
"Sungguh tidak perlu?" candice juga tidak terlalu capek.
"Percaya saja pada suamimu" bernett mengedipkan mata ke arah candice.
Meskipun sedang memakai celemek, pesona pria ini tidak berkurang.
Jantung candice berdebar, ia mulai tidak sabar menanti masakan sang pria.
"Kalau begitu, aku pergi mandi dulu" candice berjalan ke arah kamarnya..
Setelah selesai mandi candice duduk di meja rias, ia memandang wajahnya, tidak mirip sama sekali dengan ayahnya, apakah wajahku mirip dengan ibuku.
Bibi mei mengatakan wajah ibunya sangat cantik, ia sedang memikirkan wajah ibunya dan ingin tahu ibunya berada di dunia bagian mana..
__ADS_1
Candice berjalan ke arah meja makan, ia mencium wangi aroma masakan, bernett berjalan dari dapur membawa sayuran.
"Panggil putra kita dan cuci tangannya dulu"
perintah bernett lembut.
Jarang sekali candice bisa santai, saat kembali di meja makan, mangkok sudah berisi nasi yang di ambilkan bernett.
Sang pria memasang udang dan sup ayam penampilannya menggugah selera, candice mengambil paha ayam di taruh di piring sikecil dan memakannya dengan lahap.
"Apakah enak? aku sudah lama sekali tidak memasak" bernett bertanya.
"Daddy,ini lezat sekali" puji sikecil.
Candice juga puas dengan rasanya, ia mengangkat jempolnya."Ini sudah seperti makanan di hotel bintang 7" sang wanita tersenyum."Jika kamu sering membuatnya, pasti akan lebih enak lagi"
Bernett merasa senang."Aku akan membuat untuk kalian berdua, jika ada waktu luang"
Selesai makan candice dapat tugas mencuci peralatan dapur, sementara bernett memandikan si kecil.
Sekitar 21.30 sikecil sudah tertidur, bernett juga sudah mandi.
Candice sedang di ruang tamu ingin menggambar desain untuk memperbaiki kondisi perusahaan, namun baru memulai pensilnya sudah berhenti di atas kertas.
"Kenapa? kekurangan inspirasi?" bernett yang duduk di sebelahnya bertanya.
"Apakah kamu tahu betapa keterlaluannya laura huo?dia sedang merampas pelanggan perusahaanku, dia menyuruh asisten linda mencuri data para pelanggan,dan dia mendatangi satu- persatu"
"Dia memang bukan orang baik, persaingan bisnis begitu kejam"
"Aku tahu dia punya kemampuan, aku tidak punya apa- apa untuk dikatakan"
"Kalau perusahaan kalian mundur, apakah kamu masih bekerja atau mengurus bryan di rumah?"
"Aku sangat menyukai pekerjaan ini, kalau carmen grup mundur,aku mencari mencari pekerjaan sesuai keahlianku"
"Kamu benar- benar menyukai pekerjaan dalam desain perhiasan ini?" bernett bertanya dengan serius.
Candice menghela nafas, ia mengagguk beberapa kali."Menggambar membuatku punya rasa keberhasilan,terlebih bila karyaku di sukai orang lain, aku akan terus membuat sketsa walaupun tidak bekerja di carmen lagi"
Bernett tersenyum."Kalau kamu kehilangan pekerjaan, aku akan mencarikan kerja untukmu"
"Pekerjaan apa?"
"Tunggu kamu kehilangan pekerjaan,aku baru mengatakannya"
"Kamu...sedang mengutukku?" candice memukul ringan lengannya.
__ADS_1
Bernett memegang tangan candice."Bagaimana aku bisa mengutukmu? aku akan berdiri di belakang dan mendukungmu"
"Baiklah, jika aku kehilangan pekerjaan,aku akan berkata padamu" candice sedikit memanyunkan bibirnya..