Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Sang pria terluka


__ADS_3

Julie dan bernice masuk ke ruang istirahat. Ia sangat semangat mengamati bernice."Kamu adalah putri dari keluarga gong,kenapa mau bekerja di barak seperti ini?"


"Aku menyukai pekerjaan ini" bibir bernice tersenyum.


"Meskipun ini merupakan pekerjaan yan bagus, tapi di waktu yang sama begitu banyak tekanan,dengan adanya kakakmu kamu tidak perlu bekerja"


"Aku senang menguji diriku sendiri"


"Kamu pernah bertemu dengan nickson sebelumnya?"


"Pernah"


Saat ini dua orang suruhan nickson masuk."Nona julie,asrama anda ada disana, silahkan mengikutiku"


"Nona bernice, milikmu berada disana" kata salah satu orang suruhan.


"Kenapa tidak berada di tempat yang sama?" julie cukup kaget


"Karena posisi kamar yang kosong hanya ada dua agak berjauhan"


"Apakah ada kamar mandi pribadi?" julie ingin yang bersifat pribadi.


"Tidak ada ,gedung kami tidak ada kamar mandi khusus wanita,tapi kami akan mengatur kamar mandi khusus kalian" nickson menjelaskan.


Wajah bernice gong tidak kuat menahan tawa, ia menutup mulutnya.


Julie menoleh ke arah bernice sedikit kesal di tertawakan olehnya.


Bernice mengikuti salah satu prajurit ke sebuah kamar di lantai tiga."Nona gong,ini adalah kamarmu,jika ada suatu masalah kamu bisa minta tolong pada kami kapan saja"


"Apakah di kanan kiri kamarku ada yang tinggal?" bernice penasaran.


"Ada" sebelah kanan adalah kamar pemimpin kami, sebelah kiri adalah kamar komandan kami, hari ini memiliki tugas dan tidak kembali malam ini"


Berarti kamarnya bersebelahan dengan kamar nickson.


"Kamar mandi di sebelah mana?"


"Berada di ujung lorong ini"


"Baik , terima kasih"


Bernice masuk ke kamar dan menutup pintu, ia merasa bingung kenapa nickson mengatur kamar bersebelahan, harusnya yang disini julie dan mereka dapat berpacaran secara diam- diam.


Di atas ranjang ada pakain tidur tentara wanita, bernice mengambilnya mencocokkan dengan badannya, ukurannya masih terlalu longgar kalau di pakai.


Tapi sudah bagus ada baju ganti, kalau tidak bisa bugil di dalam kamar.


Setelah mandi bernice istirahat di dalam kamarnya..


Di carmen grup

__ADS_1


Candice menyerahkan gambar semalam ke linda untuk perlombaan linda sendiri merasa yakin candice mendapat juara.


Saat ini fokus candice menantikan hasil penyelidikan kasus ayahnya, bernett berkata seminggu lagi, sekarang sudah berjalan 3 hari, tiga hari lagi hasilnya keluar.


Hatinya muncul sebuah tekad untuk memenjarakan zack lu, ayahnya dulu menjelang kematian tidak mau bercerita masalah kecelakaan, mungkin takut candice menyelidiki malah di celakai oleh zack sendiri.


Jam tiga candice mendapat telepon dari bernett, mengatakan akan pergi ke luar kota untuk rapat dan menyerahkan tugas menjemput bryan padanya.


"Kira- kira pulang jam berapa?" candice bertanya.


"Aku akan segera kembali secepatnya" bernett tersenyum.


"Kalau bisa pulang secepat mungkin, bryan sekarang tidak mau dimandikan olehku"


"Aku akan pulang sebelum jam 9 "


"Baik hati- hati"


Setelah menutup telepon candice merasakan hatinya hangat, mereka berdua sudah seperti pasangan kekasih. Candice lapor untuk makan bersama dengan alexander dan bernett lapor pergi ke luar kota.


Sore hari candice menjemput anaknya di dampingi dua pengawal, mereka jalan- jalan sebentar di mall dan makan malam.


Setelah pulang kerumah candice merasa kesepian, tidak ada pria yang mencium dan menindas dirinya.


Waktu jam setengah sembilan candice mendesak memandikan bryan, bernett sendiri masih belum kembali.


"Mommy,kenapa daddy masih belum kembali?" bryan sudah tiduran di kasur dengan cemberut.


"Benarkah?"


"Tentu saja benar,mommy akan membacakan cerita untukmu" sambil mengelus kepala putranya.


"Mmmm, baik" bryan merasa tenang.


Pikiran candice mulai tidak tenang dan khawatir, tadi bernett berkata akan pulang jam sembilan, dia adalah pria yang tepat janji, kenapa tidak memberi kabar kalau belum pulang.


Candice membacakan cerita hingga bryan tidur pulas, ia menemani bryan hingga pukul 10.


Candice duduk di ruang tamu dengan pikiran resah tak karuan, meskipun bernett adalah pria dewasa tetap saja candice merasa khawatir.


Jam sebelas kurang pintu apartemen di ketuk, candice merasa bingung kenapa bernett tidak langsung masuk, ia berjalan ke pintu mengintip, seorang bodygard yang selalu di samping bernett yang mengetuk pintu.


Candice membuka pintu dan bertanya dengan gelisah."Kak bodygard, apakah terjadi suatu masalah?"


Ia melihat dengan teliti baju bodygard seperti terkena darah di bagian dadanya, hati candice merasa panik dan resah."Kenapa bajumu ada bekas darah?"


Bodygard tidak menjawab."Apakah tuan muda sudah tertidur?"


"Baru saja tertidur, kenapa?"


"Kalau begitu nona cheng kamu menutup pintu dulu dan ikut aku ke bawah, bos mengalami sedikit masalah"

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada bernett?"


"Nona cheng, akan mengetahui setelah tiba di bawah"


Candice mengunci pintu dan mengikuti bodygard ke bawah dengan perasaan kacau, kamarnya berada di sebelah lift setelah mengetuk pintu pelan mereka berdua masuk.


Di dalam ruangan tercium bau darah yang cukup pekat, di dalam kamar bernett berbaring dengan selimuti selimut dan wajahnya sangat pucat.


Candice berjalan ke samping bernett hatinya seperti di remas."Ada apa dengannya?"


"Nona cheng, bos diserang saat perjalanan pulang, ada seseorang menembakkan roket peluncur ke arah mobilnya"


Wajah candice memucat."Dia terluka di bagian mana?"


"Saat mobil terbalik, bagian perut bos menerima luka yang parah,kami sudah mengantarkan ke rumah sakit secara diam- diam,pengaruh masalah ini sangatlah besar, sebelum bos pingsan menyuruh di antar kemari"


Tangan candice gemetaran membuka selimut dengan perlahan,Tubuh bernett telanjang, candice sudah melihat tubuhnya terluka, bagian perut di balut kain kasa dengan erat, meskipun sudah di balut darahnya membasahi kain kasa.


"Apa yang di katakan dokter?"


Bodygard mengela nafas."Kondisi bos saat ini harusnya tinggal di rumah sakit untuk mendapatkan pengawasan, namun bos bersikeras untuk pulang"


"Kenapa dia ingin kembali?" candice sudah hampir menangis.


"Karena bos tidak mau pihak luar mengetahui perihal dia terluka"


Candice terdiam ,airmata sudah mengalir sedikit, ia merasa sakit hati atas luka bernett.


"Dokter berkata, kondisi malam ini sangatlah kritis, menyuruh kami menjaga secara bergantian,kalau muncul kondisi darurat kita akan membawanya ke rumah sakit" bodygard adalah bekerja sesuai perintah, candice lah yang memiliki hak membuat keputusan.


Candice sudah meluap- luap air matanya.


"Selain perut apakah dia terluka di bagian lain?"


"Hanya luka di kaki tidak terlalu parah"


Candice merasa bingung dengan pikiran bernett, dia terluka parah masih memaksa untuk pulang.


"Nona cheng kamu kembalilah dulu, kami yang akan menjaga bos , bagaimana kalau tuan muda terbangun dan tidak menemukanmu pasti akan merasa terkejut dan panik"


Bodygard kembali berkata."Bos memilih di tempatkan disini, juga berharap tuan muda tidak mengetahui perihal terluka dan mohon jangan memberitahu tuan muda"


Candice saat ini tidak hanya memikirkan bernett, ia harus memikirkan anaknya juga.


"Ponselku akan terus aktif, jika ada sesuatu segera hubungi aku"


"Dan juga , kalau ada kondisi darurat segera bawa pergi ke rumah sakit, tidak usah memperdulikanku, nyawanya lebih penting"


"Baik,nona cheng tenang saja" bodygard menjamin


Sebelum candice keluar bodygard mengingatkan."Perihal bos terluka jangan bicarakan dengan pihak lain"

__ADS_1


Candice mengangguk, ia kembali ke atas, menunggu di dalam kamarnya sambil berdoa untuk bernett.


__ADS_2