Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Mobil bergoyang


__ADS_3

Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Candice sedikit kesal dengan bernett."Aku akan menemani bryan dulu sampai tertidur, lalu aku akan kembali kesini"


"Baik, aku akan menunggu disini"


Candice membuka pintu kamar anaknya, bryan sudah kelelahan bermain di siang hari sudah menutup mata.


Ia mencium dahinya sebentar, bryan membuka matanya kembali menatap ibunya.


"Tidurlah mommy akan menemani sampai tertidur" candice berbaring di sebelahnya.


"Mommy, bisakah kamu cepat memberi adik perempuan,biar aku tidak merasa kesepian"


Candice merasa sedikit sakit, ternyata putranya masih kesepian.


"Baiklah, mommy sedang rencanakan"


Setelah candice melihat anaknya tertidur dengan pulas, ia kembali ke kamarnya dan melihat bernett sedang memegang dokumen.


"Bryan , sudah tidur?" bernett bertanya.


"Ya, dia sudah kelelahan bermain sepanjang hari, apakah kamu masih lama?"


"Paling satu jam lagi, kamu tidur duluan saja"


"Baiklah, besok bangunkan aku untuk pergi ke gunung salju"


"Oke" bernett melanjutkan bekerja.


Pagi hari, candice masih bingung, pria di sebelahnya mencium bibirnya dan juga meremas dadanya.


"Cacing malas bangun, katanya ingin naik gunung?"


Candice segera terbangun, ia sudah menantikan waktu satu minggu untuk pergi kesana, ia masuk kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi.


Saat sarapan sikecil mendengar daddy dan mommy ingin naik gunung, sebenarnya ia ingin ikut, namun tubuh kecilnya tidak akan sanggup berjalan sejauh itu, terpaksa bryan bermain dirumah..


Bernett mengendarai mobil of road, mereka sudah membawa peralatan lengkap untuk mendaki gunung,Ia sudah akrab dengan jalanan ini, mobil melaju di antara pohon- pohon besar.


"Hari ini naik saja semampumu, jangan di paksakan" bernett mengingatkan.


"Aku bisa naik sampai setengah" candice kemudian meliriknya."Bagaiamana denganmu?"


"Biasanya aku bisa sampai puncak, namun hari ini aku hanya ingin menemani kamu"


"Kamu tenang saja, aku ini wanita yang kuat" candice percaya diri.


Ini adalah gunung salju yang cocok untuk mendaki, setelah kendaraan of road berhenti, ternyata banyak kendaraan off road terpakir, tampaknya ada banyak orang yang mendaki, candice menjadi lebih bersemangat.

__ADS_1


Bernett membawa semua perlengkapan, membiarkan candice hanya membawa tas punggung kecil yang berisi minuman dan makanan ringan.


Bernett membawa tas gunung besar di punggungnya, sangat tampan dan punya kharisma seorang pendaki.


Dua orang melewati jalan pendakian dengan senang hati, saat melewati sungai kecil bernett menggendongnya, takut sang wanita akan terjatuh.


Candice berjalan lagi di depan dengan langkah cepat.


"Hati- hati" bernett mengingatkan.


Bernett sengaja mencari jalur pendakian yang biasa, hanya di lalui mereka berdua, karena tujuannya bukan puncak.


Baru mendaki sekitar ketinggian seratus meter candice sudah terengah- engah, ini sangat memalukan..


"Bernett aku sudah tidak sanggup lagi naik"


"Baiklah, istirahat dulu, bernett menuangkan air hangat di dalam termos" lalu memberikan candice segelas.


Bernett mendekati candice,lalu merangkul bahunya, mereka berdua duduk diatas tikar.


Mereka berdua saling berciuman mesra.


"Bernett, apakah kamu tidak takut orang lain melihat?" candice merasa malu.


"Tidak ada orang disini" setelah mengatakan, bernett melepas sarung tangannya, lalu tangan bernett malah masuk ke baju candice memegang buah dadanya..


"Lelaki mesum, bisakah kamu melakukan ini dirumah?"


Bernett tertawa kecil.."Kamu masih mau mendaki atau turun lagi ke mobil"


"Baiklah ayo turun" bernett membereskan perlengkapan.


Mereka berdua kembali menuruni gunung, ternyata perjalanan turun gunung lebih cepat.


Bernett mengendarai lagi mobil of road, ia sedang mencari tempat untuk menyembunyikan mobilnya ini.


Ia memarkir di antara bohon besar dari arah jalan menuju ke gunung tidak kelihatan.


"Bernett, mengapa kita berhenti disini?" candice merasa curiga.


"Apakah kamu tidak ingin?" bernett tersenyum.


"Aku bisa kedinginan" candice menggigit bibirnya.


"Tenang saja, kita melepas celana saja, ayo pindah ke kursi belakang"


Mereka berdua pindah ke belakang, bernett langsung menciumnya dengan genas.


Setelah beberapa saat tubuh candice di tekan oleh bernett, mobil of road ikut bergoyang- goyang.


Setelah mobil of road parkir selama 1 jam, kini kembali ke jalur arah pulang, candice tertidur di jok belakang, ia merasa lelah naik gunung, ditambah di hajar oleh bernett di mobil.


Dalam negeri


Setelah nickson berada di rumah sakit selama dua hari,dia akhirnya pulang.

__ADS_1


Bernice sedang mengepak barang-barang untuk memudahkan membawa pulang, nickson hanya berdiri melihat wanita yang sedang sibuk, di dalam hatinya ada perasaan puas.


Dia benar-benar mirip dengan istri muda.


Dirawat selama dua hari penuh sudah melihat kelembutan dan perhatian wanita ini.


"Oke, ayo pergi, kita makan siang dulu di restoran"


"Apakah kamu tidak langsung pulang?"


"Kita pulang malam ini, hari ini aku akan menemanimu jalan- jalan dan bersantai"


Bernice sebenarnya masih malu, kalau harus bertemu dengan keluarga besar Ye.


Mobil nickson melaju dengan stabil di jalanan, hati bernice menjadi senang, sekarang tidak perlu lagi merasa was- was seperti saat di negara X.


Setelah berbelanja, dua orang masuk ke restoran, dua orang duduk dengan tenang sambil memakan makanan yang lezat.


Selesai makan bernice memadang nickson.


"Malam ini pergi ke rumahmu, aku harus memilih hadiah"


"Tidak perlu, kamu adalah hadiah terbaik bagi mereka"


"Ahhh, pokoknya aku harus membeli hadiah" bernice masih teguh dengan pendiriannya.


Pada sore hari mereka berdua pergi untuk membeli hadiah dan nickson yang membayar, pria ini selalu mendahului bernice untuk membanyar apapun.


Di malam hari


Rumah nickson


Keluarga ye juga memperhatikan makan malam kali ini,Karena ini adalah pertama kalinya nickson membawa pulang pacarnya.


Mereka juga sangat menyukai bernice gong, mereka tidak perlu mencari data keluarga gong, karena mereka sudah tahu keluarga gong adalah keluarga baik- baik.


Mereka makan malam bersama dengan hangat.Selesai makan kakek Ye pamit duluan ke kamar..


Ibu ye berkata."Nickson, bawalah bernice untuk istirahat ke lantai atas"


"Baik" nickson memegang tangannya naik ke atas.


Nickson mengerti keraguan hati bernice, setelah masu ke kamar."Tenang saja, aku akan tidur di kamar sebelah"


Bernice mengangguk, ia sekarang masih sungkan dan malu, kalau harus tidur bersama dengan nickson di rumahnya.


"Kalau perlu bantuan telepon atau panggil aku di kamar sebelah" nickson tersenyum.


"Baiklah, aku istirahat dulu" bernice memang sudah lelah, dua hari ini merawat nickson di rumah sakit.


Sore hari bernett menemani sang anak menaiki kuda pony di halaman, ia memegang tali berjalan di samping kuda.


Sementara candice sedang minum teh dengan hannah di taman sekitar halaman sambil melihat kedekatan anak dan ayah sedang bermain kuda.


Bryan diatas kuda berteriak sudah seperti koboi.

__ADS_1


__ADS_2