
Setelah mereka berdua sarapan pergi ke rumah bibi mei.Bryan melihat kepulangan kedua orang tuanya merasa senang."Daddy,mommy,apakah kalian tidur bersama?"
"Hush,anak kecil dilarang bicara sembarangan"
Candice merasa malu dengan anaknya.
Sikecil masih bertanya dengan semangat.
"Kalau begitu kapan aku bisa memiliki adik perempuan?"
Bernett tertawa."Kamu yakin hanya mau adik perempuan,tidak mau adik laki- laki?"
"Apakah mommy akan melahirkan dua anak lagi?" bryan penasaran.
"Tidak,aku saat melahirkanmu sudah kesakitan" Cadice merasa heran,kenapa ayah dan anak pikirannya sama.
Bernett dan anaknya saling mengedipkan mata, mereka kompak tidak menggoda candice lagi.
Bernett berbisik di telinga anaknya."Tenang saja, mommy akan melahirkan anak lagi"
Bryan mengacung jempolnya."Baik, kalian berdua harus berjuang"
Bernett tertawa, ia mengelus kepala putranya.
Seharian bernett berada di rumah menemani anaknya, ia kadang menelepon dan menggunakan laptop candice untuk bekerja. Saat makan malam bernett memberitahu anaknya akan menemani mommy pergi ke negara M.
Bryan merasa senang di rumah ini,tidak ada yang perlu di khawatirkan,bahkan punya teman kecil, tentu saja bryan setuju di tinggal.
Jam sembilan malam pengawal sudah datang menjempu di rumah bibi mei.Bernett di kawal dua mobil menuju bandara untuk pergi ke negara m.
Candice pertama kali naik pesawat pribadi, saat masuk candice merasa terkejut dengan interior mewah di dalamnya.Bahkan keempat pramugari cukup cantik.
Setelah Pesawat lepas landas pramugari menyiapkan makanan ringan .Candice memakan makanan yang manis- manis.
Bernett duduk di sebelahnya membuka berkas, pagi hari ia sibuk menemani anaknya. Banyak pekerjaan yang di tunda malam hari.
"Apakah perlu bantuan?" candice bertanya.
Bernett menyerahkan beberapa berkas.
"Urutkan saja beberapa berkas ini"
"Berkas rahasia aku juga boleh melihatnya?"
Bernett mengangguk, ia sedikit bercanda.
"Aku kan sudah menjadi milikmu,apa yang perlu aku sembunyikan lagi darimu?"
Kalaupun candice melihat juga tidak mengerti isi dalam berkas.Ia merapikan berkas dan menemani bernett bekerja.
Melihat wanita ini sudah mengantuk bernett menyudahi pekerjaan."Ayo tidur,sudah malam"
__ADS_1
6 jam berlalu
Karena perbedaan waktu negara M baru jam sepuluh malam, mereka berdua pergi ke hotel.
Bernett memeluknya dan tertidur lelap.
Pagi hari
Melihat lingkungan asing membuat candice merasa semangat,Ia berdiri di teras balkon hotel melihat gedung- gedung tinggi dan kota yang bagus candice merasa bahagia.
Bernett terbangun melihat wanita berdiri di balkon,ia membawa selimut keluar untuk menutupi tubuh candice dan memeluk tubuhnya dari belakang,udara di pagi hari masih begitu dingin..
Candice sedikit menoleh ke belakang.."Sudah bangun?"
"Mmmm,apakah kamu suka berada disini?"
Candice tersenyum."Suka, kalau saja kita lebih lama sedikit,pasti akan menyenangkan"
"Aku ikut saja,asal anak kita tidak rewel"
"Aku akan menelepon dan sedikit membujuknya." candice ingin sekali jalan- jalan di tempat ini.
Setelah mereka berdua makan sarapan di hotel, menikmati segelas kopi di pinggir jendela, pemandangan di luar jendela menyegarkan mata.
Apalagi ditemani pria tampan di depannya, candice merasa bahagia.
"Kamu hari ini menerima penghargaan,tidak berencana berdandan dan membeli baju?" bernett ingin wanita tampil menawan diatas panggung.
"Kalau begitu,nanti aku akan pergi ke toko busana,apakah ada gaun pesta yang cocok untuk di sewa?"
"Untuk apa sewa?! Kalau suka beli saja"
Candice tertawa."Kalau semua orang kaya sepertimu akan mampu membeli?Kami hanya orang miskin tidak ada uang banya"
"Kalau begitu menikahlah denganku,ini adalah cara paling baik melepaskanmu dari kemiskinan"
Candice tertawa, ia memandang jendela luar, untuk saat ini ia tidak mau membahas ini dulu.
Bernett menghela nafas kesal."Kenapa?apakah orang sepertiku belum membuatmu puas?"
Candice berkata jujur."Puas, sangatlah puas"
"Kalau begitu, jangan melewatkan kesempatan ini"
"Untuk sementara waktu aku belum mau menikah, kehidupan bebas seperti ini juga membuat bahagia"
"Suatu saat nanti kamu harus menikah denganku"
"Baiklah aku akan menikah suatu hari nanti"
Bernett kesal ."Kalau begitu pengantin pria hanya aku seorang"
__ADS_1
Candice tersenyum menatapnya "Kalau begitu, apakah wanitamu hanya aku seorang?"
"Tentu saja"
"Bagaimana kalau aku sudah menua dan tidak cantik lagi?"
"Aku tidak keberatan" ia meminum kopi.
Candice merasa bahagia, namun ia tetap harus menjaga tubuhnya dengan baik, ia ingin tampil selama mungkin.
Setelah selesai sarapan, bernett sudah menyewa mobil mewah beserta sopirnya untuk pergi ke toko busana. Acara kali ini bersifat internasional,acara malam ini bukan hanya penghargaan desain perhiasan masih banyak penghargaan lainnya, pesta kali ini akan meriah.
Melihat deretan baju pesta candice memilih baju berwarna cream dengan atasan seperti korset dan rok selutut, dengan begini bagian bahu dan tulang selangkanya yan indah akan terexpos, dengan rok selutut akan menampilkan sepasang kaki ramping dan indah, dengan begini sudah terlihat seperti wanita muda dan fasionnable.
Mata bernett sedikit menyipit melihat pakain wanita dengan teliti, ia bukan melihat dia cantik atau tidak, namun apakah wanita ini berpakaian **** dan terbuka tidak.
Untung saja desain bagian dada tertutup, bernett baru tidak keberatan,selajutnya menambah perhiasan anting dan sebagainya.
Selesai mencoba candice merasa puas.Ia akan mengenakan saat sore hari menerima penghargaan.Candice tahu malam ini adalah pesta para desainer,pasti akan begitu ramai.
Setelah bernett membanyar, mereka kembali ke hotel bersama, candice mendesaknya untuk istirahat.
Candice bertingkah sedikit manja dengan mencubit dada bernett."Bernett istirahat dulu, aku akan menemanimu tidur"
Saat mereka berdua tertidur pulas, ponsel bernett berdering, ia sedikit murung kakeknya yang menelepon.
"Halo kakek"
"Bukankah aku menyuruhmu membawa bryan di akhir pekan, kenapa tidak datang?"
"Kakek, candice belum mau pulang ke dalan negeri untuk saat ini"
"Cepat bujuk wanita itu, aku sudah merindukan cicitku,aku tidak akan mengurusi hubungan kalian lagi"
Kakek langsung menutup telepon, ia masih belum menerima candice menjadi cucu menantunya,namun sekarang hatinya tidak membenci wanita itu lagi..Mungkin butuh waktu untuk merubah benci menjadi suka.
Bernett merasa lega, sepertinya kakek merindukan cicitnya, ini akan sedikit meluluhkan hati kerasnya.
Di sebuah hotel di pusat kota Negara M,Laura sedang berbicara dengan seorang pria muda.
"Hari ini kamu mendapatkan penghargaan, ini adalah hal bagus" laura sedikit memuji.
"Ini semua karena dukungan darimu,tanpa dukungan darimu aku tidak akan sejauh ini" sang pria mengulurkan tangan hendak memegang tangan laura..
Laura mundur satu langkah, tangan sang pria berhenti di udara."Kamu adalah kepala desainer di perusahaanku, aku pasti mendukungmu"
"Kamu tahu yang aku inginkan bukan hanya sebatas dukungan" sang pria berkata dengan kecewa.
Laura menggelengkan kepala."Kamu di mataku hanya sebatas bawahanku"
"Aku tahu kamu berharap menikah dengan keluarga gong, namun apakah bernett memberi respon baik padamu?"
__ADS_1
,