Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Bermain dengan kakek buyut


__ADS_3

Keesokan paginya


Candice ingat hari ini bryan akan bermain di kediaman tuan besar gong, ia sengaja bangun lebih awal, ia pergi ke kamar anaknya untuk mengganti baju, setelah ini bernett dan bryan akan sarapan di rumah gong..


"Bryan ,ingat cepat pulang, mommy akan memasakkan udang untukmu, mommy akan menunggumu pulang dan makan bersama."


"Iya mommy, kenapa kamu tidak ikut saja?" tanya bryan penasaran.


"Mommy , harus kerja, hari ini mommy sangat sibuk,tidak ada waktu menemani kamu kesana, kamu bermain dengan daddy ya" candice tidak bisa berkata jujur, kalau kakek bernett masih belum mau untuk bertemu dengannya.


"Mommy, kamu jangan kerja lagi dong, suruh daddy menghidupimu"


Bernett yang berdiri di belakang mereka berdua terkejut dengan upacapan sikecil,ia sangat penasaran jawaban candice.


"Tidak bisa, mommy harus kerja,ingin mencari uang sendiri, tidak mau bergantung pada orang lain"


"Daddy juga tidak boleh?"Bryan memandang wajah ibunya sedikit sedih.


Bernett tahu candice kesulitan menjawab pertanyaan anaknya, ia membantu berbicara.


"Bryan, daddy akan menghidupi mommy kok, mommy hanya ingin membuktikan diri"


"Membuktikan diri sendiri?"bryan tidak mengerti


Bernett berjalan ke dekat candice, ia memegang pundak candice." mommy ingin membuktikan diri, kalau mommy lebih hebat dari orang lain"


Candice pasrah di pegang pundaknya..hanya merasa malu di depan anaknya begitu dekat dengan bernett.


Meskipun bryan masih tidak mengerti, namun kata mommy hebat membuatnya senang.


Candice mengangkat kepalanya memandang wajahnya, kata bernett benar, ia memang bekerja keras bukan untuk uang saja dan menghidupi putranya, ia ingin membuktikan diri bahwa ia adalah wanita mandiri dan kuat, ia ingin menghidupi diri sendir dan merasakan bahagia.


Bryan berkata" Mommy, kamu boleh bekerja, tapi tidak boleh terlalu lelah, daddy akan menghidupi kamu selamanya.


kata "selamanya" membuat dua orang terkejut.


Candice tahu bernett sedang menatapnya, ia tidak berani menatap balik."Ya sudah, kamu pergi sana, cepat sarapan jangan sampai kelaparan" candice sedikit mengusir bernett, ia sudah sangat malu dan canggung.


"Iya ,mommy sampai jumpa nanti"


Bernett memegang tangan anaknya, sebelum melangkah berkata pada candice." Apa yang di inginkan anakku, aku juga berharap bisa menghidupi kamu"

__ADS_1


Bernett keluar bersama dengan bryan menuju mobil.


Candice masuk kamar wajahnya masih memerah, ia memikirkan kata- kata bernet.


Apakah pria ini berniat menikahinya?


Untuk menenangkan fikirannya candice mandi...


Kediaman keluarga gong


Bryan sudah sampai di kediaman gong, kakek juga menjemput cicitnya di depan pintu, ia sudah rindu dengan cicitnya, sudah beberapa hari tidak bertemu,meskipun tuan besar sudang memiliki dua cicit lainnya, ia tidak begitu menyanyangi mereka..


Apalagi bryan lahir dan dibesarkan di luar keluarga gong, ia selalu merasa bersalah, hidup bryan pasti susah.


"Kakek buyut, selamat pagi"bryan tersenyum


"Pagi bryan, ayo temani kakek buyut sarapan pagi" ia memegang tangan briyan berjalan masuk ke rumah.


Berjalan di belakangnya, bernett sedikit khawatir, karena rasa sayang kedua orang tersebut.


Begitu masuk ke dalam pesto berlari ke sebelah bryan, ia sudah mengenali majikan kecilnya, bryan menggendonggnya." Pesto, apa kamu sudah rindu padaku?"


Sarapan sudah tersedia di atas meja, makanan cukup banyak dan bernutrisi.


Banyak makanan di suguhkan ke hadapan bryan oleh tuan besar.


"Kakek, kalau kamu memanjakan begini, apakah kamu tidak takut bryan akan manja dan nakal" keluh bernett


"Berapa lama lagi aku masih bisa memanjakannya?Anak ini sangat pintar, tidak akan berubah manja seperti kamu saat kecil."


kakek dengan percaya diri.


Bernett terdiam, bryan sudah makan dengan lahapnya, ia kepikiran wanita di rumah sendirian, dia makan sarapan apa atau bahkan dia lupa sarapan..


Bagaimanapun dia terus mengatakan diet, padahal dia tidak gemuk sama sekali.


Setelah makan sarapan, bernett pergi ruang kerja di atas, ia tidak mau mengganggu kakek dengan bryan, mereka berdua berjalan dan bermaim dengan pesto di sekitar rumah.


Setelah selesai berlari dan bermain beberapa saat, bryan menatap wajah tuan besar.


"Kakek buyut,apakah aku boleh membawa pesto pulang beberapa hari?"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Karena aku sangat suka pada pesto, aku akan mengenalkannya pada mommy" tiap bryan mendapatkan barang atau hal bagus lainnya, bryan selalu membagikan pada mommynya.


Tuan besar terdiam sejenak,ia juga tidak bisa menolak cicitnya, lagipula pesto juga hanya hewan peliharaan.


"Baiklah, bawalah pulang beberapa hari, tapi ingat, pesto jangan sampai melukai orang lain"


"Tidak akan, pesto kan pintar dan penurut"


"Baiklah, yang penting kamu senang"


Candice merasa malas dan kesepian di rumah, ia malas memasak, ia membuka tas bryan ada beberapa roti dan memakannya.Siang hari candice pergi ke supermarket membeli sayuran dll ,untuk makan malam bersama anaknya..ia membeli makanan apa saja untuk mengganjal perut.


Sore hari candice membawa kertas dan peralatan desain ke ruang tamu, namun tidak ada satapun inspirasi dalam otaknya..


Ia memutuskan untuk melihat berita untuk mengusir rasa bosan.


Bernett gong sedang melihat email- emailnya, tuan besar masuk, diikuti suara bryan yang bermain dengan pesto di ruang tamu.


Tuan besar langsung duduk dan melamun di kursi, bernett berjalan ke dekatnya.


"Kakek, ada apa? ucap bernett


"Bryan, terlalu tergantung pada ibunya" keluhnya


"Setiap anak lahir ke dunia ini adalah daging yang keluar dari rahim ibunya, ikatan seperti ini sudah ada sejak dia lahir"


"Bernett, kau harus tegas,meskipun kalian hidup bersama, ingat pesanku padamu"


Bernett mengela nafas."Aku mengerti"


"Anak ini mirip denganmu,kelak didik dengan baik, bryan bisa menjadi ahli waris yang hebat, bisnis keluarga kita sudah berlangsung ratusan tahun,itu tergantung pada ahli waris yang kita pilih, aku kecewa dengan generasi ayahmu, makanya langsung lompat ke kamu,kau bisa meneruskan warisan ini pada anak dan cucumu." ucapan ini, sebuah perintah bernett harus mendidik bryan dengan baik.


"Kakek, bryan cheng masih sangat kecil, kalau kakek memberikan harapan besar padanya belum pantas" bernett ingin menghancurkan fikiran kakeknya ini.


"Ibu anak ini memang sudah bagus mendidiknya,tapi bryan adalah anggota keluarga gong, gen keluarga gong memang lebih unggul."


Bernett mengira kakeknya suka pada candice karena mendidiknya dengan baik,tapi kakek tetap lebih percaya gen milik keluarga.


Bernett tidak mengungkit lagi, ia mengalihkan topik ke perusahaan.Kakek berdiri lagi ingin bermain dengan bryan cheng yang bermain di ruang tamu..

__ADS_1


__ADS_2