
Namun, ia hanya bisa menggertak giginya dan melakukan semua ini karena tekanan permasalahan uang yang ia hadapi, ia pun menganggukkaan kepalanya dan berkata.
"Bos Liu sudah boleh membicarakannya saat ini!"
Vandi Liu juga tidak terlihat keberatan, lagipula Melvin juga sudah melakukan penculikan, jika ia tidak ikut serta, Melvinsepertinya akan merasa keberatan.
"Baik! Berikan nomor telepon Bernett kepadaku, aku akan meneleponnya sekarang, jika ia tidak
mengirimkan uang itu dalam waktu
satu jam, kita akan langsung
membunuh putranya ini"
"Bos, benarkah kita akan membunuhnya!"
Salah satu bawahan yang berada di sisinya itu bertanya terkejut, karena ia merasa sedikit ketakutan Ketika melihat anak lelaki yang sedang tertidur di sofa itu Melvin dan Vandi saling bertatapan sejenak, lalu kembali
menatap lelaki kecil menawan dan
tampan yang sedang tertidur di sofa
itu, bagaimana mereka mungkin berani
benar-benar membunuhnya? Jika
mereka benar-benar membunuh anak
ini, maka Bernett pasti akan mengejar mereka ke seluruh dunia untuk membunuh mereka tanpa kenal lelah.
"Bodoh, ancam dia saja dahulu, bicarakan saja nanti, jangan sentuh hantu kecil ini dulu, kita akan memutuskan Langkah berikutnya,setelah melihat sikap Bernett Go''Vandi Liu juga tiba-tiba merasa takut, ia ternyata berani sekali
menculik putra Bernett Gong.
Namun, mereka sudah melakukan semua ini, sehingga mereka hanya bisa mempertaruhkan langkah berikutnya.
"Sampaikan kepada Bernett untuk mengirimkan uangnya dalam waktu 15 menit, satu jam itu terlalu lama, berdasarkan kemampuan yang ia miliki, sekalipun kita meminta dua triliun, ia juga dapat langsung
mengeluarkannya."
"Kalau begitu, berapa jumlah uang yang akan kita minta kali ini?" Vandi bertanya kepada Melvin.
"Dua puluh triliun,"Melvin langsung menjawabnya.
Vandi bahkan terkejut sejenak,"Dua puluh triliun?"
"Apakah kamu kira Bernett akan memperhatikan masalah uang itu? Dua puluh triliun itu tidak terasa berat baginya, apakah mungkin putra Bernett ini bernilai kurang dari
dua puluh triliun?"
Melvin tahu jelas seberapa kaya Bernett itu
sebenarnya.
__ADS_1
Beberapa bawahan Vandi itu juga terlihat terkejut, dua puluh triliut, itu adalah jumlah uang yang sangat banyak!
"Baik! Kita akan meminta dua puluh triliun,"'Vandi juga bukan merupakan orang yang mempunyai banyak uang.
Hanya saja, tangan Vandi itu terlihat sedikit bergemetar ketika menekan nomor ponsel Bernett, ia berusaha keras untuk menenangkan
dirinya, lalu menghela nafasnya sebelum meneleponnya, dan akhirnya menekan tombol telepon.
Sambil mendengar suara nada dering, ia pun menunggu dengan perasaan gugup. Sebelum ia sempat menunggu hingga tiga detik, lawan bicaranya itu langsung menjawab pangglannya.
"Halo!"Terdengar suara rendah dan dingin dari seorang lelaki.
Vandi Liu langsung merasa gugup, ia perlahan menjawab,"Halo, Tuan Gong, putramu sedang berada di tangan kami, jika kamu mengerti, cepat kirimkan dua puluh triliun dalam waktu
lima belas menit ke rekeningku."
"Dolar Amerika Serikat!" Melvin yang berada di sisinya itu perlahan menuntunnya.
"Kirimkan dua puluh miliyar dolar amerika serikat ke kartuku, jika kamu tidak menurutinya, maka kamu tidak perlu berpikir untuk bertemu dengan putramu lagi dalam seumur hidupmu"
"Jika kalian emang menginginkan uangku, maka kalian harus memastikan kedaku terlebih dahulu apakah putraku masih hidup atau
tidak"jawab Bernett Gong dengan nada yang dingin.
"Tenang, putramu kini masih baik- baik saja, jika kamu tidak menurutinya, maka kami tidak akan bersegan hati lagi."
"Aku harus melihat putraku terlebih dahulu sebelum aku mengirimkan uang itu''suara Bernett pun terdengar cukup tegas.
Di tengah ruangan yang tenang, suara Bernett itu dapat terdengar jelas dan membuat semua orang yang berada di sisinya itu mendengar cukup jelas.
memperlihatkan anaknya, Vandi Liu kemudian berkata,'Baik, tunggu"
"Aku ingin melihat rekamannya,"Bernett bersikeras mengajukan permintaannya.
Vandi melihat anak kecil yang belum menyadarkan diri itu, lalu menatap ke arah Melvin, Melvin tahu bahwa ia tidak akan bisa
melarikan diri kali ini, ia langsung
mengambil mikrofon dan berkata
kepada Bernett ,"ini aku, putramu masih baik-baik saja, kamu sebaiknya segera mengirimkan uang itu ke nomor rekening yang kukirimkan sekarang Juga."
"Aku tidak akan mengirimkan uang itu jika aku tidak dapat melihat anakku"
"Apakah kamu tidak khawatir putramu itu akan mati di tangan kami?" Melvin bergumam sejenak.
"Jika ada yang terjadi dengan anakku, apakah kalian rasa kalian masih mempunyai hak untuk hidup di dunia ini? Tujuan kalian adalah uang,
permintaanku sangat sederhana, biarkan aku melihat putraku yang masih hidup,"suara Bernett terdengar sangat dingin.
Melvin tentu saja tidak ingin merasa repot seperti ini, ia hanyaingin uang itu sampai di rekeningnya.
"Baik, aku akan memperlihatkan putramu kepadamu, tunggu sejenak,"setelah selesai berbicara, Melvin kemudian memutuskan
__ADS_1
panggilan tersebut.
Salah seorang lelaki yang berada di sampingnya kemudian berkata,'"Sadarkan si hantu kecil itu!"
Kedua bawahannya langsung pergi ke depan sofa, salah satu dari mereka mengambil segelas air, lalu perlahan mencipratkannya ke wajah kecil anak itu, Bryan yang sebelumnya jatuh pingsan karena obat bius itu langsung
membuka lebar matanya, sepasang mata hitamnya itu langsung terbuka, tatapan dingin dari pupilnya itu tertuju ke arah leaki yang berada di sekelilingnya itu.
Anak lelaki ini membuat kedua bawahannya itu terkejut beberapa detik, ini pasti merupakan seorang anak kecil yang paling tenang yang
pernah mereka temui.
Bryan melihat ke arah kedua bawahannya itu, lalu melihat ke arah Melvin , Melvin tiba-tiba
merasa tidak berani menatap matanya secara langsung, karena anak kecil ini memiliki aura yang serupa dengan Bernett , aura yang umumnya dimiliki oleh orang yang cukup hebat.
"Apa yang kamu lihat?" Vandi bertanya dengan nada yang cukup kejam.
Bryan menatapnya dengan ekspresi yang dingin, lalu mendengus dengan bibir kecilnya, "Apa yang ingin kalian lakukan?"
"Kamu sudah diculik, apakah kamu tidak merasa takut?"Salah satu bawahannya itu bertanya kepadanya.
"Mengapa kalian menculikku?"
"Karena kami ingin meminta uang kepada ayamu!" Jawab salah satu bawahan yang lainnya.
Bryan meninggikan alisnya dan tidak menjawabnya lagi.
"Bryan, tenang saja, selama ayahmu bersedia memberi uang kepada kami, kami tidak akan
melukaimu, namun kamu juga harus
bekerja sama dengan kami."
"Kamu tidak pantas memanggil namaku, terlebih lagi, kamu tidak pantas menjadi bagian dari Keluarga Gong'"Bryan menatapnya dengan
dingin.
Tatapan malu Melvin berubah menjadi tutapan
kesal"Mengapa aku tidak pantas, menurutmu, jika ayahmu tidak merebut segalanya dariku, apakah aku mungkin terjatuh hingga seperti ini? Anak kecil, kamu tidak mempunyai hak untuk
menyalahkanku."
"Itu semua terjadi karena kamu tidak berguna, kamu tidak memiliki kemampuan, tidak ada hubungannya dengan ayahku,"Bryan langsung
melawannya tanpa rasa takut.
Hal ini benar-benar membuat Melvin
merasa kesal, bahkan putra Bernett ini kini memarahinya tidak mampu, ia benar-benar merasa sangat kesal, ia langsung melangkah maju dan menampar wajah kecil Bryan
yang tampan itu. Salah satu sisi wajah kecil Bryan langsung terasa sakit, namun ia tidak menangis, sebaliknya, tatapannya terlihat
__ADS_1
semakin keras dan tegas.