Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Clarissa kembali


__ADS_3

Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Negara M


Saat ini clarissa sedang beristirahat habis pulang dari universitas.Ia mendapatkan telepon dari bibinya.


"Clarissa,aku beritahu kamu satu hal, sepertinya tuan presiden sudah mempunyai pacar"


Memang benar daniel sempat beberapa kali bertemu dengan yuna untuk makan bersama.


Clarissa merasa terkejut."Apa? siapa dia? "


"Dia adalah teman kecilmu, yuna yang"


Saat ini clarissa langsung terbakar cemburu.


"Apa? bagaimana bisa dia?"


"Ya, berita ini sudah tersebar di istana presiden, presiden dan yuna sudah berkencan beberapa kali"


"Tidak, bagaimana bisa tuan presiden menyukainya? bibi,aku ingin kembali,pasti karena aku tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengan tuan presiden"


"Pulanglah, beberapa hari lagi akan ada jamuan besar partai politik, minta kakekmu untuk mengajakmu,siapa tahu masih ada kesempatan untukmu,kamu juga tidak lebih buruk dari yuna, kalian bisa bersaing"


"Iya bobi, aku akan beritahu kakek, aku pesan tiket pesawat sekarang"


Yuna da dirinya adalah teman masa kecil hingga sekolah sma, hanya saat kuliah mereka berbeda kampus dan jarang berkomunikasi, ini membuat clarissa marah dan iri.


Jika perempuan itu bukan yuna, clarissa tidak akan terlalu perduli,namun kesombongan clarissa tidak akan kalah dengan temannya dulu.


"Kamu pesankan tiket pesawat untuk kembali ke cina dan pilih penerbangan paling pagi" clarissa berkata dengan wanita pengawalnya.


"Nona pei, bulan ini kamu masih ada kelas dan tidak bisa kembali ke cina"


"Atas dasar apa,kamu mulai mengaturku, kerjakan saja apa yang aku perintahkan,kecuali kamu tidak ingin bekerja lagi"


Elena hanya bisa pasrah."Baik, aku akan pesankan tiket untukmu"


Clarissa langsung menghubungi no ponsel yuna.


"Halo" terdengar suara perempuan yang lembut.


"Yuna, lama tidak berjumpa, ini aku clarissa"

__ADS_1


"Clarissa, lama tidak berjumpa"


"Besok sore aku ingin mengajakmu minum kopi, bagaimana?"


"Baik"


"Kalau begitu besok aku akan meneleponmu lagi" Clarissa ingin mengetahui bagaimana yuna menarik perhatian tuan presiden?


Pagi hari di bandara


Elena berjalan dengan mendorong koper, ia harus mengurus tiket dan barang di bagasi. Clarissa hanya menunggu di lobby seperti nona muda kaya.


Elena yang tanpa sadar melihat gambar ponsel clarissa, itu adalah gambar tuan presiden.


"Bukankah itu gambar presiden negara kita?" elena merasa penasaran.


"Betul, tampak tidak?"


Saat ini elena tidak terlalu tertarik dengan laki-laki dan fokus mencari uang.


"Kenapa? apakah dia tidak tampan?" clarissa bertanya lagi.


"Kurasa tidak"


"Kamu.... kamu memang orang yang berbeda, kamu memang wanita yang sedingin es, lagipula tidak akan ada lelaki yang menyukaimu" clarissa merasa hidup elena sangat membosankan.


Elena kembali melihat gambar di ponselnya, kenapa saat melihat pria ini di hatinya ada perasaan yang sulit di jelaskan, sepertinya mereka berdua pernah bertemu dimana, namun itu tidak mungkin,dia adalah pria dengan posisi tinggi sedangkan dirinya hanya seorang gadis rendahan.


"Besok aku akan menemui temenku, kamu hari ini cari tempat sendirian, kamu besok ikut aku"


Clarissa ingin menyombongkan mempunyai pengawal.


Saat candice sedang menyuapi makan beatrix ponsel di meja berdering, ternyata ibunya yang menelepon."Halo ma"


"Malam ini kakakmu dan yuna akan datang makan malam, kamu ajak bernett untuk datang juga"


"Baik, kami akan datang"


"Aku sudah bertanya dengan kakakmu, sepertinya dia menyukai yuna,dia akan menjadi kakak iparmu nanti"


"Aku juga menyukai yuna" candice pasti akan menyukai istri kakaknya.


Siang hari clarissa mengajak elena untuk pergi ke sebuah cafe untuk bertemu dengan yuna, kedua orang mempunyai latar belakang politik yang kuat,kedua orang tua mereka juga berhubungan,ditambah mereka pernah satu bangku waktu sma.


Clarissa memiliki tujuan untuk bertemu dengan yuna, hari ini yuna berpenampilan sopan dan tampak elegan, Clarisaa cukup terkejut dengan perubahan temannya.


"Clarissa,lama tidak berjumpa" yuna tersenyum, suasana hatinya selalu baik beberapa hari kemarin.


"Benar, lama tidak berjumpa, kamu semakin cantik" clarissa berpura-pura baik.

__ADS_1


Clarissa tidak mungkin langsung menanyakan hubungannya dengan daniel, ia ingin melihat kehebatannya untuk memikat daniel.


Yuna sedikit terkejut dengan perempuan cantik di samping clarissa."Ini temanmu"


"Bukan, dia adalah pengawalku" Clarisaa berkata dengan sombong.


Yuna merasa kasihan dengan gadis cantik yang terus berdiri."Nona, kamu bisa duduk dan pesanlah minuman"


"Terima kasih, aku tidak memerlukannya" elena tersenyum.


"Sudahlah, kamu duduk disana agar tidak mengganggu pembicaraan kami" Clarisaa berkata dengan kesal.


Barulah elena duduk disamping tanpa memesan apapun, yuna memesankan minuman kopi untuk elena.


Clarissa tidak terkejut dengan kebaikan yuna.


Elena merasa ada sesuatu dengan aroma kopi ini.


Selanjutnya yuna dan clarissa membicarakan tentang masa lalu mereka,clarissa tidak menyukai sifat lembut yuna dan ia tidak lupa memamerkan kakeknya yang telah membuat perusahaan dan tampaknya clarissa menjadi semakin sombong.


Yuna hanya tersenyum melihat kesombongan clarissa,ia memang memiliki IQ yang lebih tinggi di banding Clarisaa.


Elena tidak memperdulikan obrolan mereka berdua dan tetap santai menikmati kopi.


Yuna dengan sedikit enggan berkata pada clarissa."Clarissa,pertemuan kali ini sampai disini saja, kita sambung di hari lain, malam ini aku ada acara"


Clarissa tersenyum paksa, lalu berkata."Tiga hari lagi adalah perayaan nasional,aku dan kakekku akan berada disana,kamu seharusnya datang, kan?"


"Baik, aku akan menghadirinya"


"Baik, kita bisa mengobrol lagi disana"


Setelah yuna pergi, Clarisaa memanggil elena untuk duduk di depannya."Kamu jujur, aku dan yuna lebih cantik siapa?"


"Aku tidak memperhatikannya" elena terlalu malas menjawabnya.


"Sudahlah, kamu memang bukan wanita, kamu benar-benar wanita tidak punya perasaan" clarissa memarahinya.


Elena hanya tersenyum,ia sudah biasa mendapatkan perlakuan seperti itu.


"Temani aku pulang, beberapa hari ini ikutlah denganku, beruntungnya kamu,tiga hari lagi aku akan menghadiri perjamuan malam,kamu bisa ikut untuk melihat luasnya dunia"


"Baiklah, aku akan melakukan pekerjaan dengan baik" elena berkata dengan santai.


Setelah Clarisaa membayar tagihan makanan, mereka berdua keluar dari cafe.


Yuna tadi sudah mendapat telepon dari nyonya Xi mengajaknya makan malam di kediaman keluarga xi, yuna juga berharap hubungannya dengan daniel akan berjalan ke tahap selanjutnya.Jika tidak terjadi masalah akan menjadi istrinya.


Keberuntungan ini sangat sulit untuk di ceritakan,ia tidak menyangka akan dekat dengan tuan presiden dan bertekad untuk mendapatkan daniel segera mungkin.

__ADS_1


Sekalipun sang pria menikah bukan karena cinta,namun menjadi istrinya adalah keberuntungan terbesar dalam hidupnya.


__ADS_2