Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Memberikan identitas baru


__ADS_3

Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Yang paling ingin diketahui daniel adalah apakah gadis itu menghubungi lagi organisasi pembunuh atau tidak? namun ia tidak menemukan informasi mengenai sang gadis menghubungi organisasi,ternyata gadis itu benar-benar tenggelam di sungai,lagipula daniel menyewa orang untuk memusnahkan organisasi pembunuh dan mereka bahkan meninggalkan markas yang kosong.


"Tuan presiden,apa aku perlu memeriksa lagi lebih detail sekali lagi?"


"Terus caritahu petunjuk mengenai gadis itu"


"Baik"


Daniel kembali melihat vidio, ternyata sang gadis sedang makan siap saji dan menikmati di ruang tamu,melihatnya seperti gadis pada umumnya daniel tersenyum.


Saat sedang sarapan ponselnya berdering, ternyata telepon dari ibunya."Halo ma"


"Daniel, kenapa kamu pergi dan meninggalkan yuna di pesta? apa kamu tahu perbuatanmu akan membuatnya malu?"


"Ma, aku ada urusan darurat kemarin"


"Baiklah, mama berharap kamu lebih menghormati yuna dan publik telah mengetahui hubungan kalian, kamu harus lebih perhatian padanya"


"Iya, aku tahu" nada daniel terdengar suram.


Setelah sarapan daniel tidak pergi ke kantornya, melainkan pergi ke rumah yang di tempati elena dan harus pergi menemuinya.


Ketika bel rumah berbunyi elena sedikit terkejut, ia berjalan ke pintu dan mengintip orang yang berada di balik pintu.Ia menghela nafas dan membuka pintu.


Daniel berdiri di luar dan di belakangnya empat ada orang pengawal.


"Apakah aku boleh masuk ke dalam dan mengobrol denganmu?"


Elena mengangguk-anggukkan kepalanya, lagipula ia mempunyai banyak pertanyaan yang ingin di katakan pada sang pria.Ketika daniel melangkah masuk empat orang pengawal ikut berjalan masuk, namun daniel menghentikan mereka dengan mengangkat tangannya.


Daniel langsung menutup pintu rumah dan keadaan rumah menjadi sunyi hanya terdengar suara nafas mereka berdua.


Elena memiliki semacam perasaan tertekan, ini bukan karena tubuh tinggi sang pria atau kedudukannya yang tinggi, namun ada sebuah aura misteri keluar dari tubuh pria itu.

__ADS_1


"Apakah kita saling mengenal dulu?" elena berkata duluan.


Daniel mengangguk."Benar, kita pernah bertemu dulu"


Elena terkejut, lalu membesarkan bola matanya.


"Kita pernah bertemu?"


Daniel duduk di sofa, lalu melihat ke arahnya.


"Duduklah,aku akan memberitahumu bagaimana dulu kita saling mengenal"


Nafas elena sedikit tertahan, ternyata dirinya dulu sangat beruntung sebelum kehilangan ingatan, karena mengenal tuan presiden,tapi, bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi?


Dilihat dari dekat wajahnya sangat tampan, memikat, dewasa, aura di tubuhnya memancarkan bangsawan, ini tidak diragukan lagi.


Mereka berdua saling memandang, hati daniel sedikit berdebar-debar,sekarang gadis ini tidak memiliki aura pembunuh lagi.


"Cepat beritahu aku, orang seperti apa aku dulu, siapa namaku? darimana asalku?" elena terlihat bersemangat, ia memeluk sebuah bantal di dadanya.


"Namamu adalah Cherly"


"Cherly ananda" daniel langsung memberikan nama gadis itu, ia akan merubah identitas sang gadis.


Elena tertegun beberapa saat."Namaku adalah cherly, apakah aku mempunyai keluarga?"


"Kamu adalah anak yatim" daniel memberikan identitas baru, ini untuk mencegah sang gadis mencari tahu tentang masa lalunya dan mencegah mengingat kejadian penuh darah itu, ia berharap sang gadis menemukan kebahagian dalam hidupnya.


Elena sedikit ragu."Bagaimana kita dulu saling mengenal?"


"Kita bertemu di sebuah cafe, kamu dulu bekerja di cafe dekat tempat kerjaku yang dulu, itu adalah kejadian setahun yang lalu, aku sering pergi ke cafe tempatmu bekerja untuk minum kopi, lalu kita berkenalan dan berteman"


"Aku.. kita.. berteman?" elena benar-benar tidak bisa percaya,tetapi, disaat yang bersamaan tidak bisa melihat kejanggalan dalam setiap perkataan pria itu, lagipula saat pertama kali bertemu dengannya, memiliki semacam perasaan yang dekat dulu.


"Iya, rumah ini adalah rumah yang aku tempati dulu, aku pernah menyewakan padamu dulu, karena itu sidik jarimu berguna untuk membuka kunci di rumah ini, ketika aku melihatmu di aula perjamuan langsung mengenalimu,tetepi, aku merasa sangat aneh,kamu tidak mengenaliku" daniel melihat expresi sang gadis.


Elena menggigit bibirnya,lalu berkata."Maaf, aku kehilangan ingatanku, jadi.. aku tidak mengenal siapapun"


"Kamu tidak perlu minta maaf, aku bisa membantumu mendapatkan identitasmu kembali,dan rumah ini, kamu bisa tinggal disini untuk seterusnnya, mengenai kamu menjadi pengawal keluarga pei,aku bisa membantumu untuk mengakhirinya juga" daniel ingin gadis ini mendapatkan kebebasannya, lagipula ia bisa melihat,bahwa clarissa adalah orang yang sulit untuk di layani,ia yakin dalam setahun ini mendapatkan cacian dari clarissa.


"Kalau begitu, apakah kamu tahu, kenapa aku bisa bela diri?"

__ADS_1


"Itu karena kamu sejak kecil memiliki fisik yang lemah,karena itu di masukkan ke sekolah seni beladiri untuk berlatih" daniel mengarang kisah hidup sang gadis sebagus mungkin.


Diluar dugaan, elena juga sangat percaya akan perkataan daniel, lagipula seorang presiden tidak akan berkata bohong.


"Terima kasih, kamu telah menceritakan tentang masa laluku" elena tiba-tiba teringat sesuatu."Selamat untukmu"


"Selamat?"


"Bukankah kamu akan segera menikah? tunanganmu sangatlah cantik, kalian berdua terlihat sangat serasi" elena berkata dengan sungguh-sungguh.


Tetapi daniel malah terlihat tidak gembira mendengarkan ucapannya."Mulai dari sekarang, kamu tinggallah disini, mengenai pekerjaanmu, aku akan mengaturnya untukmu"


"Untuk sementara tidak perlu, aku masih memiliki tabungan untuk beberapa waktu, aku ingin istirahat dulu, kamu panggil saja aku cherly"


"Cherly" daniel memanggil dengan suara rendah.


"Iya" elena terlihat berbeda dari biasanya, setelah kehilangan ingatan ia merasa waspada terhadap dunia, ia tidak pernah menunjukkan sifat aslinya pada orang lain dan selalu bersikap dingin kepada setiap orang yang akan mendekatinya.


Tetapi di hadapan pria ini,semua penyamarannya terbuka secara alami, ia menampilkan sifat seorang gadis muda yang sedikit nakal dan gembira.


Daniel teringat dengan kejadian setahu lalu, ia membawa pulang elena yang terlihat seperti gadis yang lemah dan ingin melindunginya, meskipun sang gadis hanya bersandiwara daniel sangat ingin menjaganya.


Sampai gadis itu menghilangkan rasa malunya naik ke ranjangnya dan memeluk dirinya dengan erat, masih ada lagi, mereka pernah berciuman dan lepas kendali.


Cherly mengedipkan matanya, merasa aneh terus ditatap olehnya."Kenapa? apakah ada yang salah denganku?"


"Apa aku boleh melihat bekas luka di bahu kirimu?"


Mata Cherly membuka lebar dan secara reflek menutupi pundak kirinya dengan tangannya, bekas luka itu berada di tulang belikatnya, sebuah bekas luka yang tidak enak untuk di pandang, seperti pernah tertembus oleh sesuatu.


"Kenapa kamu bisa tahu, aku memiliki bekas luka seperti ini di tubuhku?" cherly bertanya dengan terkejut.


"Karena kamu pernah tertembak dulu, peluru itu menembus tubuhmu,jadi ada bekas luka itu, apakah aku boleh melihatnya?" suara daniel seperti memohon.


Cherly sedikit keberatan, namun tidak malu-malu seperti gadis pada umumnya, ia menurunkan kerah kaosnya secara perlahan, menariknya sampai ke pundaknya memperlihatkan bekas luka itu.Nafas daniel tercekat melihat bekas luka yang sulit hilang itu.


Luka itu terlihat merah gelap dan terlihat seperti tanda lahir.


Dan luka itu adalah daniel sendiri yang menembakkan peluru hingga menembus tubuhnya,ia merasakan sedih dan nafasnya sedikit berat.


Ia ingin mengelus bekas luka itu, namun ia tidak memiliki hak untuk menyentuhnya.

__ADS_1


__ADS_2