
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Candice dan bernice melihat sekelompok orang keluar dari ruangan dengan wajah kesal dan jelek. Setelah itu bernett keluar dan menyuruh mereka berdua masuk.
Begitu ruangan ditutup adrian mengepalkan tangannya dengan kuat."Apakah kita masih anak kandungnya?"
"Betul, kenapa keuntungan selalu di berikan kepada kakak pertama, kita tidak mendapatkan keuntungan apapun" kata istri adrian dengan perasaan marah.
"Kalian berdua diam dulu, ayah masih belum meninggal" bernard masih memikirkan cara untuk mendapatakan saham papa.
"Kakak kedua, apakah kamu memiliki ide? "
Bernard melirik sebentar, menyuruhnya untuk diam, ia harus mempersiapkan ide yang bagus.
Adrian mengharapkan kakak kedua mempunyai ide.Kakak kedua pasti tidak akan menyerah dengan mudah.
Di ruang rawat, air mata bernice sudah menetes melihat kondisi kakek,mata candice sudah memerah, ia berusaha untuk menahan tangisan.
Sementara bernett memandang ke luar dari jendela, candice meliriknya sebentar dan merasa khawatir pada sang pria.
Meskipun candice adalah orang luar, namun ia mengerti masalah perebutan warisan sangat ketat,bernett menjadi orang tertinggi disini,dia sebagai generasi yang lebih muda sudah mendapatkan hak dan kewajiban untuk mengurus perusahaan dan keluarga gong, pasti kedua pamannya menyerang bernett secara bersamaan.
"Kakek, kamu bahkan belum melihatku menikah! aku juga belum memperkenalkan pacarku" bernice berkata sambil menangis.
"Kamu sudah pacaran? kalau begitu Bawa dia untuk menemaniku malam ini" tuan besar sedikit semangat untuk melihat pacar bernice.
"Iya! aku nanti malam akan membawanya untuk melihatmu, apakah anda masih mengingatnya, namanya nickson ye?"
"Anak dari keluarga Ye? apakah kakeknya bernama andrew Ye? "
"Iya, betul"
"Baiklah...anak dari keluarga Ye pasti baik."
Kakek gong samar-samar mengingat bocah tampan keluarga Ye, namun setelah besar tidak pernah melihatnya.
__ADS_1
Kakek gong memandang candice."Bocah cheng, aku tidak tahu kamu akan mengerti atau tidak, pernikahan kalian akan sedikit terlambat, ini untuk kebaikan kalian berdua"
Candice mengangguk."Tenang saja kakek, aku tidak akan merepotkan bernett."
Bernett merangkul kedua gadis kecil untuk menenangkan."Kakek sudah lelah, biarkan dia beristirahat"
"Bernett, ketika aku sedang beristirahat, biarkan pengawal masuk, pesankan saat aku tidur jangan biarkan siapapun masuk" kakek gong memberikan perintah.
Bernett langsung mengerti jalan pikiran kakek, ia mengangguk."Baiklah"
Begitu mereka keluar, bernard yang berada di depan pintu bertanya."Bagaimana dengan kondisi Ayah?"
"Kakek tertidur"setelah berkata bernett melihat ke arah pengawal dan memberikan perintah.
"Tetap disini untuk berjaga-jaga dan jangan biarkan siapapun masuk"
Pengawal mengerti, perintah bernett adalah perkataan jelas.
"Bernett, apa maksudmu?bahkan kita tidak diizinkan masuk" adrian berkata dengan kesal.
"Ini adalah perintah kakek" bernett juga sedang malas bertengkar dengan sang paman.
"Jika paman ingin masuk boleh, namun pengawal harus ikut masuk" perkataan bernett jelas, tidak akan membiarkan orang licik ini masuk sendirian.
"Kamu.. " Bernard sangat kesal dan emosi, sepertinya rencananya sudah diketahui oleh bernett, sekarang ia sudah menyiapkan dokumen, saat sang ayah tidak sadar akan meminta tanda tangannya, tapi rencana ini sudah diketahui oleh bernett.
"Bernett, kamu jangan terlalu lancang,kamu harus tahu jelas, siapa yang lebih muda dan yang lebih tua" adrian menggunakan senioritas untuk menekannya.
Jantung candice berdetak kencang, ia melihat bernett dengan sedikit khawatir, bernice menggigit bibirnya melihat sang paman yang keterlaluan.
Ada sentuhan dingin di wajah bernett yang arogan, lalu berkata dengan dingin."Paman ketiga,aku menghormatimu sebagai tertua, namun kalian sendiri yang kehilangan kedudukan sebagai tertua"
"Kamu.. " adrian sangat marah, namun hanya bisa berdiri dengan diam.
"Bernett,kondisi kakek saat ini sedang tidak baik, sehingga dia kebingungan, saat ini kita tidak perlu membahas tentang pembagian saham dan kami ingin membiarkanmu tenang, tapi hal ini kita bisa membicarakan di lain waktu" bernard berkata dengan tenang.
"Bernett tersenyum mengejek."Paman kedua, untuk pembagian saham aku tidak bisa memutuskan, kakek sendiri yang mengaturnya"
"Apakah maksudmu surat wasiat ayah?kenapa kita tidak tahu surat wasiat ayah berada di tangan siapa?" bernard balik bertanya
"Tidak perlu khawatir, hal ini biarkan kakek yang mengaturnya,aku dan kamu sekarang tidak mempunyai hak untuk bertanya" selesai berkata bernett melihat empat pengawal yang menjaga pintu."Jaga dengan baik"
__ADS_1
"Baik, tuan"pengawal menjawab dengan serius, mereka tidak boleh lalai.
Bernard berjalan ke arah ruang dokter yang sedang bertugas menjaga dan memberi pesan beberapa kata, karena ruang rawat sang ayah sekarang di jaga ketat, tidak perlu masuk juga akan tahu pergerakan di dalam.
Di rumah sakit ada ruang tunggu, bernett mengajak mereka kesana, bernice berkata pada mereka."Aku akan menelepon nickson dahulu, kalian istirahatlah, aku akan menyuruhnya membawa makanan"
Bernett mengangguk, candice berkata."Suruh dia bawakan bubur polos"
"Baik"
Candice menutup pintu, bernett duduk di sofa wajahnya tidak berdaya dan kelelahan,candice duduk di sebelahnya.
Candice mengetahui kondisi kakek gong sudah sakit parah, mungkin dia hanya bisa bertahan beberapa hari dengan bantuan obat-obatan.
Bernett harus melawan kedua pamannya, jika memecah saham gong's corp bisa terjadi perang di dalam perusahaan, makanya bernett tidak akan takut kepada kedua pamannya.
Ini juga alasan Kakek gong menjadi orang tua yang keras dan kejam ,dia tidak mau dia dalam gong's corp ada pertumpahan darah, pada akhirnya kejayaan gong's corp akan hancur.
"Pejamkan matamu" Candice memberi perintah, ia memijat dahi bernett yang tegang dengan kelembutan jarinya dahinya perlahan hilang kerutan dan lebih santai.
Tekanan jarinya tidak terlalu kuat, membuat bernett merasakan lebih nyaman.
Setelah setengah jam, walaupun kedatangan nickson dan bernice secara perlahan, namun tetap membuat bernett membuka matanya.
"Kak, apakah aku membangunkanmu?" bernice bertanya.
"Tidak"
Saat ini, nickson juga mengikuti masuk di belakang bernice, nickson membawakan dua bubur ayam dan udang..
Bernett dan candice belum makan selama sepuluh jam, bubur sendiri lebih bersahabat dengan perut kosong, mereka berdua sudah lapar sekali..
"Kalian makanlah dengan perlahan, aku akan menjaga di depan pintu" nickson tidak ingin mengganggu mereka makan.
"Baik" jawab bernIce
Nickson keluar menunggu di depan, mereka bertiga makan dengan tidak lahap, namun mereka makan sampai habis untuk mengisi tenaga menjaga kakek gong.
Di koridor, saat tuan besar tertidur,sekelompok orang-orang adrian dan orang bernard telah pergi.
Saat ini suasana tampak sangat sepi dan sunyi, disaaat yang sama menyebarkan perasaan yang sedih.
__ADS_1