
Bernice hari ini izin bekerja, ia masih berbaring di kamar hotel, ia mengingat momen romantis dengan nickson.
Setelah makan berdua, nickson mengajaknya jalan- jalan, waktu jam sebelas malam mengantarkannya ke hotel, walaupun bernice berharap nickson akan menemani tidur di hotel, tapi nickson pria yang baik, hanya menemani hingga bernice terlelap, baru pergi meninggalkan hotel.
Semalam mereka hanya berciuman lama di sofa, pindah ke kamarnya, hanya berciuman dan saling memeluk.
Semalam nickson mengingatkan untuk menghubungi keluarganya sebelum pergi ke negara x.
Hari ini bernice berencana makan di rumah untuk memberitahu kedua orang tuanya akan pergi ke negara x.Saat ini ponselnya berdering.
"Halo"
"Apa sudah memberitahu orang rumahmu?"
"Belum! aku berencana malam ini pulang ke rumah untuk makan malam."
Nickson tertawa sebentar."Aku akan menemani kamu pulang ke rumah"
"Hah, kamu ingin bertemu dengan kakak dan kedua orang tuaku?"
"Kenapa? apakah kamu takut aku tidak bisa menangani mereka?"
Bernice menjadi ssdikit gugup."Oke,kalau begitu, tidak apa- apa bertemu"
"Aku memberitahu mereka, kalau aku bisa menjagamu dan membuat mereka tenang"
"Apakah kamu mau makan siang bersama?"
"siang hari aku makan bersama keluarga dan kakekku, apakah kamu mau ikut?"
"Aku...aku lebih baik tidak pergi" bernice masih malu bertemu dengan keluarga nickson.
"Baiklah, aku akan menunggu kamu siap kubawa pulang"
Bernice memutuskan panggilannya, senyum di wajahnya belum pudar, sejak memiliki nickson tidak menjadi penakut lagi.
Saat ini nickson sedang bersama temannya minum teh, temannya ini adalah atasan di kementrian luar negeri.
"Nickson, ini sudah keputusan teddy zhang, kami tidak bisa mengganti lagi, walaupun ingin menggantinya tidak akan bisa"
Nickson masih berjuang untuk membuat bernice tidak pergi, namun sepertinya sudah tidak bisa lagi.
__ADS_1
Dalam hati nickson terlintas amarah, ia mengetahui teddy adalah paman dari julie, apakah mereka berdua yang mengatur bernice untuk pergi?
Candice sedang duduk di ruang tamu, sambil memegang hp melihat kalender, setengah bulan lagi akan libur untuk bryan,ia sudah tidak sabar menemani bryan pergi ke rumah kakek dan neneknya di luar negeri.
Setelah liburan candice baru akan memikirkan untuk mencari kerja, di rumah sendirian membuatnya sangat bosan.
Pagi tadi melihat bernett berangkat kerja, merasakan kesepian dan tidak rela. Walaupun kalau berdua bersama bernett akan memegang tubuhnya dan mencium dirinya..
Ketika candice sedang melamun memikirkan hubungan dengan bernett,ponselnya berdering telepon dari linda.
"Halo,kak linda"
"Candice,aku besok akan pulang melihat anakku, tunggu aku kembali, kita makan bersama"
"Kak linda, kamu masih ingin kembali ke sini?"
Linda tertawa."Kemarin aku di panggil oleh perusahaan perhiasan untuk menjadi kepala pengawas, dua minggu lagi,aku akan kembali, candice kamu ikut bekerja denganku saja"
Candice sangat senang."Baik,kak linda aku pasti akan bekerja denganmu, aku kira tidak bisa menjadi desainer perhiasan lagi"
"Tunggu dua minggu lagi, kita lanjut mengobrol, kamu sekarang temani anakmu saja, bye"
"Iya, bye" candice setuju dengan usul linda, sekarang ia akan tetap menggambar agar saat masuk kerja, sudah ada desain untuk pelanggan.
Sebelumnya linda pernah bertanya pada asisten yan, mengapa tidak langsung mengangkat candice menjadi bos?
Bella mengatakan maksud dari ceo gong adalah hanya ingin memberi candice suasana kerja yang nyaman, tidak mau memberinya beban, membiarkan candice menjalani pekerjaan yang ia sukai contohnya menjadi desainer perhiasan.
Linda tahu ini adalah cinta dan ketulusan hati bernett gong, ia tidak butuh uang, hanya ingin membuat candice merasa bahagia.
Selang setengah jam bernett meneleponnya, memberi tahu makan malan di istana gong, candice juga memberi kabar apa yang sampaikan linda kepada sang pria..Bernett tersenyum bahagia."Jadi kedepannya kamu tidak perlu lagi mencari kerja padaku"
"Benar sekali,aku sangat menyukai pekerjaan ini"
Bernett mengarahkan pandangan ke gedung pemberian laura, ia tersenyum puas.
"Nanti malam aku jemput kamu"
"Baik,aku menunggu di rumah"
Sore hari, setelah menjemput putranya di sekolah, ia langsung menuju apartemen untuk menjemput candice.
__ADS_1
Saat ini candice sedang berdandan, ia memakai jaket berwarna coklat, di dalamnya pakaian sweater berwarna biru muda, dan memakai jelana jeans, rambutnya tergerai ke belakang,penampilannya terlihat modis.
Cukup untuk menarik perhatian lawan jenis.
Bernett yang duduk di jok belakang bersama anaknya, melihat penampilan candice yang berdandan, jantungnya berdetak cepat, walaupun sang wanita bukan yang tercantik, namun nama candice sudah terukir dalam hatinya.
Bryan sudah beberapa hari tidak melihat ibunya, menurunkan kaca jendela, berteriak memanggil mommy, membuat hati candice merasa meleleh.
Setelah masuk ke mobil, candice langsung memeluk dan menciumi bryan, bryan dalam pelukan sang ibu sepanjang jalan hanya bercerita tentang anjing fluffy, bisa dibilang anaknya sangat menyukai anak anjing itu.
"Hari ini bernice dan nickson juga ikut makan malam" bernett berkata.
Candice cukup terkejut."Apa bernice membawa pacarnya pulang?"
"Pasti nickson yang ingin ikut datang,adikku tidak punya keberanian sebesar itu" bernett mengetahui sifat adiknya yang pemalu.
Candice merasa bahagia, ia sangat setuju bernice bersama dengan nickson.
Ketika sampai di istana gong, bryan lansung berlari sambil memanggil fluffy." Fluffy..fluffy"
Tidak berapa lama bryan berlari bersama dengan anak anjing di atas rumput, saat menginjak tanah yang tidak rata fluffy terjatuh dan berguling diatas tanah membuat candice dan bernett tertawa.
Anaknya yang sangat menyayangi anjingnya, langsung menggendong sambil mengelus kepalanya." Sakit tidak?apakah ada luka? sini biar aku obati"
Candice berjongkok melihat anak anjing imut, ia menggendongnya, namun fluffy merasa tidak senang terus menggonggong, mungkin merasa asing dengan candice.
Bryan mengambil fluffy dan mengajarkan diatas rumput."Dia adalah mommyku, jadi kamu menyukainya"
Anaknya sudah punya teman bermain, candice masuk ke dalam rumah, melihat hannah sedang duduk di ruang tamu.
"Tante" candice menyapa dengan sopan.
Hannah menghela nafas, kapan candice memanggilnya mama, ia sangat ingin wanita ini menjadi menantunya.
Hannah berjalan ke arahnya."Candice, kamu sudah datang?"
Lalu terdengar suara mobil berhenti di luar, hannah menebak."Ini pasti bernice yang datang"
Candice ikut keluar menyambut bernice, disebelahnya berdiri sosok tinggi nickson memakai pakaian formal, sosok nickson terlihat tampan, kalau berdiri bersama dengan bernett akan melihat dua barang bagus.
Nickson membawa hadiah, lalu tersenyum ke arah hannah dan memberikan hadiah.
__ADS_1
"Tante, lama tidak bertemu"
"Nickson, kalau mau datang, datang saja, tidak usah membawa hadiah" hannah sedikit menegurnya, setelah menerima hadiah, ia menyuruh pelayan untuk membawa masuk.