
Bernett gong mengambil hpnya , menelepon candice.
Candice langsung mengangkat langsung, karena lagi memegang hp."Halo, bryan bagaimana?"
Bernett mengira candice terus di dekat hpnya. Sepertinya ia merasa khawatir anaknya bermain ke rumah gong.
"Tidak usah khawatir, bryan sangat senang" bernett berhenti sejenak."Kamu hari ini makan apa?"
"Aku makan sembarangan "
"Kenapa kamu tidak memberikan tubuhmu sembarangan padaku?"bernett kesal wanita ini sembarangan makan.
"Untuk apa kamu meneleponku, kirain masalah bryan?"
"Apakah yang dibicarakan kita hanya tentang anak?apa tidak bisa membicarakan masalah kita berdua?"
"Apa...." candice bingung mau membahas apa.
"Sudahlah,jangan lupa masak makan malam, masaklah yang enak, aku akan membawa bryan jam enam sore" bernett mulai kesal.
Menjelang petang, bernett mendengar anaknya ingin membawa pesto pulang, ia pun melarangnya, bagaimanapun di rumah pusat kota tidak ada taman bunga dan kandang binatang di rumah.
Tiba mobil di kediaman tuan besar, yang turun dari mobil adalah anak kedua tuan besar, bernatt gong,ia adalah paman tertua bernett, umurnya Limapuluh tahun, auranya terlihat dewasa,dalam perebutan harta kekuasaan di adalah musuh terbesar bernett.
Namun, selama dua tahun bernett memegang kekuasaan dia menghilang selama dua tahun, dia juga punya beberapa perusahaan besar namun tidak sebesar gong's corp.
Sekarang perang sudah berakhir, namun kobaran api belum padam sepenuhnya,di mata bernett kedua pamannya masih punya ambisi besar.
Saat bernett menggendong anaknya bermaksud pulang, ia bertemu dengan pamannya, wajahnya langsung ditekuk tidak senang..
"Bernett, apakah anak ini yang sering di sebut tuan besar?benar- benar mirip denganmu."
"Paman" ucap bernett tak semangat
"Bagus, anakmu sudah sebesar ini"
"Aku pergi dulu" bernett terlalu malas mengobrol dengan pamannya.
Ia menggendong anaknya berjalan ke arah mobilnya,mobil melaju dengan cepat kembali ke rumah pusat kota.
Di dalam apartemen candice melihat ke arah jam tangan sudah jam setengah tujuh malam, kug anaknya belum pulang?
__ADS_1
Lima menit kemudian terdengar mobil parkir, bryan berlari ke masuk ke rumah..Candice menyambut dengan pelukan dan ciuman.
"Mommy, mommy..." panggil bryan bermanja di pelukan sang mommy.
Bernett berjalan ke dalam, ia merasa iri dengan anaknya, bryan langsung mendapat ciuman dan pelukan...
Candice melepas pelukan dan memandang wajah bernett, dia mengedip- ngedipkan matanya."Kenapa" candice merasa bingung.
"Sepertinya tadi pagi aku tidak mendapat ciuman pagi"
"Kau yang lupa, bukan aku,pokoknya aku gak mau menciummu, lain kali kamu ingatkan sendiri"
Setelah mengatakan candice berjalan ke arah dapur...
Bernett berkata pada anaknya." bryan , kamu main dulu ke kamar"
"Baiklah" bryan berlari ke kamarnya dan bermain robot- robotan.
Bernett berjalan ke arah dapur, menghampiri candice.
Melihat kedatangan bernett ke dapur candice ingin mengusirnya."Kenapa kamu kesini, aku akan memanaskan lauk, kamu pergi dulu bermain dengan bryan"
"Aku mau menagih ciuman pagi, sebelum di kasih aku akan mengganggumu di dapur"
"Cepat tundukkah kepalamu, aku akan menciummu"
Ciuman dilakukan sebentar, bernett tersenyum berjalan ke kamar anaknya berencana memandikan.
Candice akan memanggil makan pergi ke kamar anaknya.. Saat candice membuka pintu dan masuk, anaknya masih belum pakai apa- apa setelah mandi.
Si kecil langsung menutupi burung kecilnya dengan kedua tangan, candice tertawa cukup keras."Mommy sudah lihat bertahun- tahun, kenapa tidak boleh lihat lagi?"
Bryan tersenyum malu- malu, ia masih menutupi dengan tangannya.
Candice menggoda anaknya."Mommy juga tidak mau melihat burung sekecil itu"
Bryan pun panik."Mommy, daddy bilang ia akan tumbuh besar kog.Punya daddy besar lho, kalau tidak percaya kamu lihat sendiri."
Candice antara kesal dan malu campur aduk.
"Tidak mau"
__ADS_1
Bernett tertawa indah.
Mendengar tawa bernett, candice melotot.
"Tidak boleh tertawa"
Bryan merasa bingung, kenapa daddy tertawa dan mommy kelihatan marah.
Candice keluar dari kamar anaknya, ia merasa kesal dengan bernett dan anaknya.
Kalau bryan tidak sekecil itu, candice berencana mengajar pengetahuan tentang sex.Supaya anaknya mengerti apa yang pantas di katakan dan tidak pantas dikatakan.
Selesai mandi bryan dan keluarga makan malam, bryan sudah mengantuk, ia terlalu semangat bermain dengan pesto..
Candice setelah menidurkan anaknya , pergi ke kamarnya sendiri..
Pukul setengah sepuluh pintu kamar candice diketuk, candice sudah tahu siapa yang mengetuk pintu, ia membuka kunci pintu dan membuka."Kenapa?"
"Aku mengingatkan ciuman selamat malam" Bernett habis mandi , dengan mengenakan piyama tidur , wajahnya terlihat segar dan tampan.
Kalau lelaki ini jadi gigolo, pasti sangat laris
manis.. Candice berpikiran nakal.
Candice berjalan mendekat."Tundukkan kepalamu"
Bernett tersenyum ."Aku agak khawatir dengan pertumbuhan anak kita, apakah akan menjadi manusia kerdil sepertimu"
Candice kesal."Tinggi badanku 165 , bukan manusia kerdil, kamu saja yang tumbuh terlalu tinggi"
Melihat wajah kesal dan memerah, bernett sangat gemas.Ia mendorong tubuh candice masuk ke dalam kamarnya, dan menutup pintu.
Bernett mendorong tubuh candice ke dinding dan memeluknya."Kalau tinggi badanmu tidak cukup, aku akan mencium dirimu saja"
"Jang...." sebelum kata selesai sudah dicium pria ini.
Candice mendorong tubuhnya,ia melihat sorot mata tajam bernett dan wajah tampannya ia terpesona.
Bahkan candice mulai mengeluarkan desahan kecil..
Mereka berciuman dengan liar dalam waktu limamenit penuh..candice mulai menikmati ciuaman dan otaknya mulai kosong..
__ADS_1
"Berikan, pada aku ya?"nada bernett pelan, terdengar seperti memohon.
Kesadaran candice kembali sadar saat mendengar ucapan bernett,Ia marah dan kesal mendorong tubuhnya."Kalau kamu mencium seperti ini lagi, aku tidak akan menepati janjiku lagi"