Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Takut dengannya


__ADS_3

Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Malam ini harry sulit tertidur hingga tengah malam ,pikirannya penuh dengan pertemuan dengan veren, semakin berpikir seperti tuhan sedang memainkannya. Kenapa tidak memberitahukannya dari awal, kalau wanita itu adalah veren.


Pagi hari harry menelepon pengawal yang berjaga di rumahnya veren."Halo, apakah dia berada dirumah?"


"Veren, tadi sudah di jemput oleh mobil mewah dan kami sekarang sedang mengikutinya"


"Siapa yang menjemputnya?" harry merasa sedikit terkejut.


"Pria yang mengantarkannya pulang"


"Baiklah, kalian ikuti terus, dia akan pergi kemana"


Dua puluh menit kemudian harry sudah di pusat kota dan sedang sarapan di sebuah restoran, tiba-tiba pengawalnya menelepon."Tuan, veren memasuki sebuah kantor dan sepertinya bekerja disana"


"Kirimkan aku lokasinya, aku akan segera kesana" sekarang yang ingin di lakukan harry adalah menyelesaikan kesalahpahaman mereka berdua.


Harry telah menerima lokasinya,untungnya sepuluh menit perjalanan sudah sampai,ia mendekati mobil pengawalnya."Nona ye, masuk ke lantai sepuluh dan belum keluar lagi"


"Baiklah, kalian pulanglah dan istirahat, aku akan menyelesaikan sendiri disini"


Harry ingin menemuinya dan mengajaknya makan siang bersama.Walaupun ini masih terlalu pagi akan menunggu.


Ia masuk ke lift menuju lantai sepuluh dan mendekat ke resepsionis."Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?"


"Aku sedang mencari temanku, ia bernama veren Ye"


"Dia disana"


Veren sedang menyiapkan pekerjaan,tiba-tiba melihat harry mencarinya.


"Kenapa kamu disini?" veren bertanya dengan galak.


"Mencari kamu" harry tersenyum.


Veren melanjutkan amarahnya."Disini adalah tempat kerjaku, silahkan kamu pergi"


"Alu minta maaf atas kesalahanku sebelumnya, jadi aku ingin mengajakmu makan siang"


"Aku tidak ada waktu, kamu jangan muncul lagi di hadapanku, aku benci kamu"


Harry menjadi cemas."Kalau begitu, kamu ingin aku berbuat apa?"


"Sangatlah mudah,kamu jangan muncul lagi di hadapanku"

__ADS_1


Veren mengira harry akan pergi, namun ia malah duduk di kursi kosong di sebelahnya dan menatap kearah dirinya.


Veren berencana mengabaikannya, ia melihat file di komputer,namun konsentrasinya terpecah karena keberadaan pria di sampingnya.


Andre mendengar dari asistennya bahwa di ruangan veren ada seorang pria, ia merasa tidak senang berjalan kesana.


Andre melihat pria ganteng duduk di sebelah veren. ia mengetahui maksud kedatangan pria tersebut."Tuan, kamu ada masalah apa? kalau tidak ada silahkan pergi, disini adalah ruangan privat"


Veren merasa canggung dengan kedatangannya."Kak andre"


"Dia teman kamu" andre menunjuk ke arahnya.


Veren dengan canggung mengangguk."Kamu cepat pergi dan jangan mengganggu pekerjaanku"


Harry memandang sinis pada andre."Panggil atasan kalian kesini, aku ada urusan bisnis dengannya"


Andre merasa puas disebut di depan veren dan bersikap sok lembut."Aku adalah pemilik perusahaan ini, ada apa kamu mencariku?"


Veren juga mengetahui status harry lebih kaya di banding dengan andre, bagaimana mungkin bisa menyaingi kekayaan harry?


"Kamu cepat pergi, aku tidak ingin menemuimu" veren segera mengusirnya.


"Aku ada ide agar kamu mau menemaniku selalu" harry berkata dengan lembut.


Andre langsung memegang tangannya."Jika kamu berani mengganggunya,aku akan lapor polisi"


"Aku ingin membahas penjualan barang denganmu" harry menatap tajam kearah andre.


Dan pria ini punya kepercayaan diri darimana?


Bagaimana bisa berkata ingin membeli barang?


Veren juga terkejut,ternyata kedatangan harry kesini untuk berbisnis.


Veren segera menarik tangan harry dan berjalan ke tempat yang sepi.Harry mengikuti saja apa yang di inginkan wanita ini.


"Aku tidak mengizinkanmu menyentuh perusahaan temanku"


"Dia hanya temanmu,kan? dia bukan pacarmu"


"Tidak ada urusannya denganmu" veren berkata dengan dingin.


"Tentu saja, tidak ada" harry tidak berani berkata ingin menikah dengannya.


"Yang aku katakan sudah jelas,urusan kakekku menolong kakekmu tidak ada hubungannya denganku, aku tidak perlu kamu jaga,kamu jangan muncul lagi di depanku"


"Tetapi, aku beneran tertarik dengan perusahaan temanmu, aku ingin berbisnis di negara ini dan mulai dengan membeli perusahaan temanmu"


"Kalau kamu berani menyentuh perusahaan temanku, aku akan membencimu selamanya"


"Aku bisa saja melenyapkan temanmu, tapi, kamu harus makan siang denganku"

__ADS_1


Veren menggenggam tangannya erat-erat, tentu saja tidak ingin andre mendapatkan masalah.


"Baiklah, aku akan menemani kamu makan siang dan kamu harus janji, jangan menyentuh perusahaan temanku"


"Baiklah, kamu jam setengah dua belas turun, aku akan mengajakmu makan siang"


Veren kembali ke ruangannya dengan perasaan kesal.


Harry keluar dari perusahaan dengan tersenyum.


Andre memanggil veren ke ruangannya." Veren, pria yang tadi itu siapa? apakah dia sedang mengejarmu?"


Veren juga ada perasaan dengan andre, ia segera menggelengkan kepala."Tidak.. tidak.. dia tidak mengejarku"


"Apakah dia sangatlah kaya?" andre penasaran dengannya.


"Benar, dia sangatlah kaya, tetapi, di mataku dia adalah bajingan"


"Kamu tidak suka dengannya?"


"Aku sangat benci dengannya, bagaimana mungkin aku menyukainya?"


Andre menjadi tenang mendengarkan jawabannya, jika pria itu datang lagi pasti tidak akan ada lagi kesempatan.


"Veren,kamu jangan khawatir,aku akan melindungimu dan menjagamu"


Veren berpikir sebentar."Kak andre,aku ingin menenangkan diri dan tidak ingin lagi bekerja di perusahaanmu"


"Kenapa?"


"Karena aku tidak ingin bekerja untuk sementara waktu" veren tidak ingin harry datang ke perusahaan untuk mencari dan mengancamnya.


Andre menjadi cemas."Apakah pria tadi mengancammu?"


"Tidak, aku hanya sedang ingin berlibur"


Andre tiba-tiba tersenyum."Veren, aku suka denganmu, kamu jadi pacarku, aku akan menjagamu"


"Kak andre.. aku.. " veren terlihat sangat malu.


"Kenapa, apakah kamu tidak menyukaiku?"


"Tidak.. tidak.. aku menyukaimu, namun, ini terlalu cepat"


"Umurku sudah tidak muda lagi dan kamu sudah dewasa,pacaran bukanlah hal yang terlalu cepat"


Veren semakin berdebar, ia memandang wajah lelaki tampan di depannya."Baik, aku akan menjadi pacarmu"


Andre sangatlah bahagia."Baik, sekarang kamu tidak perlu bekerja lagi, aku akan menanggung kebutuhanmu"


Veren tidak akan mau bergantung padanya, setelah menyelesaikan urusannya dengan harry, ia akan pergi mencari pekerjaan.

__ADS_1


__ADS_2