Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
..........


__ADS_3

Di pintu depan hotel mobil mewah berhenti, sebuah putri dari keluarga kaya, dia mengenakan gaun seperti putri duyung biru menawan yang memikat.


Ia berjalan sambil memegang lengan kakeknya.


Dia adalah laura huo dan tuan besar huo.Ia berpenampilan glamor dan sombong tidak sebanding dengan penampilan wanita biasa.


Ketika hampir masuk ke acara perjamuan tuan huo berkata pada laura."Cucuku, kamu cantik malam ini dan kamu harus berusaha untuk memikat bernett."


"Kakek,yakinlah, aku akan memenangkan pertarungan malam ini" laura cukup percaya diri.


Tuan besar gong juga mendukung laura membuat dirinya selangkah lebih depan daripada perempuan lain.


Candice melihat ke bawah dia melihat dari baris depan duduk para tamu terhormat, duduk di kursi utama seorang kakek duduk dengan kakek tua di sebelahnya.Apakah itu adalah kakek bernett?


Benar saja, sekarang pembawa acara mengumumkan."Sekarang kita mengundang ketua gong's corp saat ini,untuk naik ke panggung menyampaikan pidato"


"Bu, bolehkah aku turun, sepertinya kakek buyut sedang berbicara"Bryan bertanya pada ibunya.


"Aku akan menelepon bibimu, dan mengantarmu turun"


"Mommy, kenapa kita tidak turun, kita bisa mencari daddy bersama?" bryan bertanya dengan polos.


"Tidak bisa, mommy malu, disana terlalu ramai" candive berbohong.


"Mommy, aku akan melindungimu"


"Aku tahu, tapi aku lebih suka disini, disini bnyak makanan dan bebas melakukan apapun"


Si kecil mempercayainya, saat ini bernice masuk ke dalam ruangan dan berencana membawa sikecil.


"Kak candice,bolehkah aku membawa bryan turun?"


"Baiklah,dia kebetulan ingin turun,aku disini menonton keramaian"


"Mommy, apakah kamu benar tidak ingin turun bersamaku?"


"Tidak, kamu ada bibi dan daddy, mommy bisa menonton dari sini"


"Ya" sekecil keluar dari ruangan, candice merasa tidak tenang bahkan ingin menangis.


Putranya adalah anak dari keluarga gong, tapi aku tidak ingin dia menjalin hubungan yang dekat dengan keluarga gong.


Bernice membawa sikecil pada bernett, bryan melambaikan tangan pada candice sebentar, begitu juga bernett memandang ke arahnya. Candice terpaksa bersembunyi.


Setiap gerakan bernett selalu diawasi oleh laura, laura bahkan penasaran dengan wajah wanita di lantai dua.

__ADS_1


Ketika tuan besar turun, pembawa acara terdengar lagi."Terima kasih untuk tuan besar gong atas beberapa kata yang inspiratif dan bagu, sekarang kita undang ceo gong' corp tuan bernett gong untuk naik ke atas panggung.


Bernett hanya memberi pidato cepat, padat dan jelas..Semua hadirin memberikan tepuk tangan yang meriah.


Ketika bernett duduk kembali di dekat tuan besar, tuan besar tidak melewatkan kesempatan untuk mengenalkan laura.


"Halo" sapa laura dengan tersenyum.


"Halow" bernett dengan senyum palsu.


Tuan besar gong berkata."Bernett, tarian pertama akan dilaksanakan sebentar lagi, aku harap kamu mengajak laura naik ke atas panggung"


Bernett mengerutkan alisnya."Kakek, aku tidak tertarik menari malam ini"


"Tidak bisa,kamu sangat tidak sopan, aku sudah berjanji pada banyak orang, apakah kamu akan mempermalukan kakek." Tuan besar dengan kesal.


Wajah bernett tegang, ternyata kakek sudah merencanakan sampai sejauh ini"


"Baiklah" bernett terpaksa setuju.


Bernett pergi dari aula ia ingin menemui candice.


Cadice tidak menyadari pintu terbuka karena sedang fokus memotret.


"Apa kau bosan,apakah kamu mau turun untuk makan?" tanya bernett.


"Kalau mau makanlah sendiri, aku tidak bisa menemanimu"


"Baik, aku akan sendiri ke bawah"


Bernett sebenarnya merasa kasihan padanya, ia memeluk pinggangnya."Hari ini aku akan membuatmu kecewa,besok- besok aku akan menebusnya"


Candice tersenyum."Buat apa kamu menebusnya, kamu tidak berhutang padaku"


"Setelah makan kembalilah kesini, aku takut bryan akan kembali dan mencarimu"


"Ummm, baik"


Bernett tiba- tiba teringat sesuatu." Nanti aku akan mengajak wanita lain untuk berdansa, kamu tidak keberatan kan?"


Candice menjawab dengan panik."Mengapa aku harus keberatan?"


Bernett mengerutkan dahi."Kamu beneran tidak keberatan?"


"Tidak, siapa yang kamu ajak berdansa?" candice penasaran.

__ADS_1


"Seorang gadis"


Candice teringat gadis yang duduk sebaris dengannya."Apakah gadis yang mengenakan gaun biru gelap itu?"


"Ya betul" bernett tidak menyangka, candice memperhatikan laura.


"Sungguh bagus, dia cukup cantik"


Bernett keluar dari ruangan.. candice juga keluar untuk makan.


Bernice membawa bryan ke toilet." Bryan, masuklah dan kencing di toilet wanita"


"Tak mau, aku mau kencing di toilet pria" sikecil bersikeras.


"Kalau seperti ini tante tidak bisa menemani kamu masuk, bagaimana bila terjadi sesuatu" bernice merasa khawatir.


"Tante tenanglah, aku akan segera keluar setelah selesai"


"Bryan, ikut ke toilet wanita, aku berjanji tidak ada yang akan melihatmu"


"Tidak bisa, bu guru bilang tidak boleh masuk ke toilet wanita"


"Tapi"


"Aku akan membawanya masuk"tiba- tiba terdengar suara laki- laki.


Bernice terkejut nickson berada disini, sikecil langsung memeluk paha ayah angkat."Ayah angkat, kamu juga datang"


"Maaf merepotkanmu membawa bryan masuk"


bernice merasa malu dengan nickson, karena tadi membujuk bryan masuk ke toilet wanita.


Tak berapa lama sikecil keluar dengan di gandeng nickson.


"Ayah angkat, bolehkah aku bermain denganmu?"Sikecil sangat kagum dengan nickson.Di rumah ayah angkat begitu banyak medali penghargaan.


"Baik, aku akan mengajakmu berkeliling" Nickson juga menyukai anak ini.Bernice mengekor di belakangnya.


Nickson menoleh ke belakang." Kamu juga ikut"


"Iya"


"Tidak menemani pacarmu"


"Dia bukan pacarku,hanya teman dari kecil." bernice tersenyum.

__ADS_1


Nickson tersenyum cerah, ia menggandeng bryan berkeliling, bernice juga otomatis mengikuti mereka berdua


__ADS_2