
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
Debby sangat tidak rela waktu mudanya sudah di habiskan dengan andreas dan sekarang andreas sudah memiliki wanita yang lebih muda darinya.Ia menelepon sekretaris andreas.
"Halo, nyonya lu"
"Lili, apakah kamu mengetahui siapa wanita yang dekat dengan andreas akhir-akhir ini?" debby bertanya tanpa basa-basi.
Sekretaris mencoba mengelak."Aku belum pernah mendengarnya! ceo lu sepertinya belum mempunyai pacar"
"Jangan sembunyikan dariku,dulu aku memperlakukanmu dengan baik dan membicarakan yang baik tentangmu di depan andreas,apakah begini kamu ingin membalasku?"
"Cihhh! nyonya lu, kamu dan andreas sudah bercerai,mengapa anda masih perduli padanya?"
"Siapa yang bilang aku sudah bercerai?aku masih menjadi istrinya, cepat katakan siapa rubah itu?"
"Dia wanita kaya, aku sudah bertemu dengannya, sepertinya dia blasteran dan bisa dikatakan keluarganya setara dengan keluarga Lu.Aku sudah berbicara jujur padamu yang lain aku tidak tahu"
Debby langsung marah, ternyata andreas masih ingin pernikahan bisnis.Ini tidak heran andreas terus mendesaknya untuk bercerai.
Sekarang bertambah kesal.Kalau tidak ada 2 triliun.Ia tidak akan bercerai dengannya.
Sekarang ini andreas sedang minum teh bersama dengan emily di restoran.
"Bagaimana kalau aku memainkan sulap untukmu?"
"Baiklah" emily tertawa kecil.
"Tutup matamu"
Emily segera menutup matanya dengan kedua tangannya.
Andreas segera mengambil kotak perhiasan dab meletakkan di samping cangkir teh.
"Baiklah, kamu bisa membuka matamu"
Emily sedikit terkejut."Apakah ini hadiah untukku?"
"Bukalah dan lihat, apakah kamu menyukainya? aku yang memilihnya sendiri" andreas tersenyum.
Emily membuka kotaknya dan melihat sebuah kalung berlian."Wahhh! sungguh indah, aku sangat menyukainya"
Andreas melihat senyumannya merasa puas dan bahagia.Ia tidak sia-sia menghabiskan banyak uang untuk membeli perhiasan ini.
"Terimakasih,andreas kamu sangat baik padaku"
Andreas memegang tangannya."Emily,aku sangat menyukaimu,sekarang kamu adalah wanita paling cantik di mataku"
Andreas mengantakan yang sebenarnya, wanita ini lebih baik beberapa kalilipat di bandingkan dengan debby.
__ADS_1
Emily sedikit tersenyum."Aku juga menyukaimu, tapi... "
'Tapi.. kenapa?"
"Bukankah kamu masih belum bercerai?"
"Kamu dengar dari siapa?"
"Saat terakhir kali aku datang ke kantormu, aku mendengar bisik-bisik para karyawan,aku tidak sengaja mendengarnya, apakah kamu beneran masih belum bercerai?"
"Emily,tenanglah,aku pasti akan menceraikannya dan menikahimu, aku berjanji seumur hidupku akan mencintaimu"
"Jika ayahku tahu kamu belum bercerai, mereka pasti tidak akan setuju dengan hubungan ini, bahKan jika aku mencintaimu,mereka pasti akan menghalangi kita"
Andreas merasa cemas."Tidak, aku pasti akan. menceraikannya,tolong berikan aku waktu dalam sebulan ini"
Emily mengangguk."Iya, aku percaya padamu"
"Jika aku sudah menceraikannya, aku akan pulang bersama denganmu untuk menemui orang tuamu dan menunjukkan kasih sayang kita"
Emily tersenyum,ia menunggu andreas menceraikan istrinya dan pasti debby akan meminta sebagian asetnya.Ini membuat lu corp semakin mudah untuk di hancurkan.
Andreas tidak menyadari,bahwa emily memiliki wajah yang lain.
Gong's corp
Bernett setelah menyelesaikan pekerjaan langsung menelepon candice, ia ingin Membawanya makan diluar.
Di istana gong candice sudah berada di depan rumah dan sudah berdandan.Ia terlihat cantik dan sedang menunggu bernett.
"Baiklah, aku akan membawamu makan di tempat pilihanmu"
"Mungkin akan mengantri"
"Aku akan mengantri untukmu" bernett rela menurunkan identitasnya demi sang wanita.
Setelah mendapatkan makanan bernett membawanya ke hotel miliknya untuk makan.
Bernett melihat sang wanita makan dengan lahap,ia merasa bahagia.
"Jika kamu menyukainya,lain kali aku akan membelikanmu lagi"
"Harus melihat moodku, hari ini aku suka makan, mungkin besok tidak berselera lagi, mungkin ini pengaruh dari bayi dalam kandungan"
"Dokter mengatakan tunggu hingga satu bulan usia kandungan, kita bisa melihat jenis kelaminnya."
"Aku tidak terlalu perduli jenis kelaminnya, tapi, bayi perempuan lebih baik" candice berharap anak perempuan dan membayangkan mendadani putri kecilnya.
Setelah sampai di istana bryan berlari menuju ibunya."Mommy, biarkan aku mendengarkan detak jantung adikku"
Meskipun tidak mendengar apa-apa, bryan merasa sangat senang.
Semua keluarga mengharapkan kelahiran sang bayi dan mereka berharap bayi perempuan.
__ADS_1
"Mommy, apakah kamu tahu dimana crayon warnaku?"
"Apakah aku kemarin memegang crayon warnamu?"
"Iya, kemarin kamu mengajariku menggambar"
Candice baru mengingatnya."Aku letakkan diatas lemari samping tempat tidurmu, ambillah sendiri"
"Mommy, liburan segera tiba, apakah aku boleh pergi ke peternakan bersama kakek dan nenek? aku sangat menyukai kuda poni"
"Masih ada belasan hari lagi, saat liburan tiba, kamu bisa menghabiskan waktumu disana" candice membelai kepalanya.
Sebelum tidur candice bertanya pada bernett.
"Apakah kamu sudah menemui andreas dan membicarakan saham ayahku?"
"Aku sudah pergi kesana, Namun andreas tidak membiarkan aku mengambil alih saham"
"Mengapa, berarti saat ini saham masih berada di tangannya?" candice merasa sedikit khawatir.
Bernett menghiburnya."Kamu jangan khawatir, cepat atau lambat saham itu akan kembali padamu"
Candice merasa lebih tenang dan segera memeluk tubuhnya untuk tidur.
Malam hari
Andreas mengajak emily ke bar untuk bersantai.Mereka duduk bersebelahan.
Andreas tidak tahan untuk mencium bibirnya, namun emily menghindar."Kita sudah sepakat, sebelum kamu bercerai,kita tidak boleh berciuman"
Andreas merasa sedikit frustasi dan meminum beberapa gelas bir.Setelah andreas sedikit mabuk emily kembali ke hotel.Ia tidak mau meninggalkan kenangan bersama andreas.
Emily pulang menaiki taxi ke hotelnya dan andreas mengendarai mobilnya sendiri untuk. pulang.
Andreas sangat kesal dan marah,bahkan emily menolak untuk diantar pulang ke hotel. Ini semua gara-gara debby masih menjadi istrinya.
Saat ini debby sedang meihat majalah fashion, ia sudah memilih beberapa pakain untuk di beli dan hanya menunggu uang dari andreas di berikan padanya.
Dan saat ini ponselnya berdering."Halo"
"Turun, aku sedang di bawah, mari kita berbincang" andreas berkata dingin.
"Apakah ada hal yang perlu di bicarakan? jika kamu tidak memberiku uang 2 triliun,kita tidak usah bicara"
"Turunlah, aku akan memberikan uang untukmu dan segera tandatangani surat perceraian"
"Baiklah" debby membesarkan matanya, ia tidak percaya andreas setuju memberikan uang padanya.
Pada saat ini ayah dan ibu debby sudah tertidur dan tidak membangunkan mereka.
Saat masuk mobil debby segera berkata."berikan segera uang padaku,jika tidak aku tidak mau menandatangani ini"
"Di matamu selain uang,apakah ada hal lain lagi,kamu terlalu serakah"
__ADS_1
"Benar, aku memang serakah,aku dengar kamu sudah mendapatkan wanita kaya dan uang dua triliun bukanlah apa-apa"