
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Di ruangan dokter spesialis jantung,clint memegang pena, menulis laporan,ia melamun, di kepalanya di penuhi oleh sosok vivi, senyumannya, suaranya, dan juga wajahnya yang mempesona.
Clint tersadar kembali dan merasa sangat bodoh melihat laporan yang baru setangah, kenapa bisa terus mengingat vivi?
"Clint, apakah sore kamu ada waktu untuk pemeriksaan luka tuan presiden?" kepala rumah sakit bertanya.
"Ada.. aku ada waktu" clint merasa bersemangat.
"Baik, kurasa hanya kamu yang paling cocok, lagipula, kamu dan tuan presiden adalah saudara sepupu! kuserahkan padamu, setelah kembali tulislah laporan"
"Baiklah" clint tersenyum,ia jelas sangat senang.Ini adalah kesempatan untuk bertemu dengan vivi.Dia di rumah sakit dan vivi berada di pemerintahan, jika tidak berinisiatif sama sekali tidak ada kesempatan untuk mendekatinya.
Clint mengesampingkan laporannya, bagaimanapun itu tidak terburu-buru, ia melihat arlojinya jam setengah 11, mungkin bisa makan siang di istana presiden dan mungkin vivi juga berada di sana. Ia bergegas melipat jas dokternya,lalu berganti mantel.
Clint dengan suasana hati yang baik dan telah menelepon daniel, ia lebih senang saat mendengarnya berada di kantornya.
Kalau seperti ini ia dapat berkeliling di istana presiden, karena ia besar di istana presiden, tuan muda presiden sebelumnya,statusnya masih sama tingginya.
Setengah jam kemudian clint sampai di istana presiden dan langsung ke ruangan daniel dan mengetahui ruangan vivi berada di sampingnya.
Ia mengetuk ruangan vivi, vivi yang sedang bekerja terkejut melihat kedatangan clint.
"Tuan muda, mengapa kamu disini?"
"Aku disini untuk memeriksa luka kakakku, siang ini aku akan makan siang di istana, apakah kamu mau bergabung? aku akan mengatakan pada pelayan disini"
Vivi memikirkannya, dua hari ini terlalu sibuk dan tidak bertemu dengan adiknya."Baiklah, sampai jumpa nanti"
Clint merasa gembira setelah berhasil mengajaknya makan siang, ia dengan semangat mengetuk ruangan daniel."Masuk"
Daniel melihat adik sepupunya terlihat sangat gembira dan tersenyum lebar, ia juga ikut tersenyum dan bertanya."Kenapa? Apakah ada hal yang menyenangkan terjadi hari ini?"
__ADS_1
Clint menyimpan kembali senyumannya dan bersikap tenang."Tidak ada"
"Tidak ada, kenapa kamu begitu gembira?"
"Apakah lukamu sakit? atau susah bernafas?"
"Sangat bagus, tidak ada gejala buruk"
"Nanti aku akan memeriksa lukamu, nanti setelah kembali, aku harus menulis laporan"
"Apakah kamu akan makan siang disini?"
"Ya! aku sudah menelepon orang dapur, dan aku mengundang asisten vivi"
Daniel tertarik memikirkannya, ia menatap clint dengan serius."Apakah kamu mengejar asistenku?"
Clint menoleh ke belakang pintu."Bisakah kamu mengecilkan suaramu?"
Daniel tersenyum,lalu berkata."Jadi, apakah aku benar?"
"Kenapa?tidak bolehkah? kamu bisa menikah dengan lawrence,apakah aku tidak bisa mengejar kakaknya? karena sudah ketahuan, clint tidak ingin berpura-pura.
"Aku tidak keberatan"
"Maksudku bukan keberatanmu, tapi apakah vivi akan keberatan,lagipula dia telah dewasa, dia tidak akan mencari pasangan yang lebih muda"
Clint terkejut."Kak, apakah menurutmu dia keberatan? apakah kamu memahaminya?"
"Aku tidak terlalu memahaminya, aku hanya menebaknya berdasarkan karakternya" daniel menggelengkan kepalanya.
Clint menghela nafas."Aku sekarang tidak berani menunjukkan aku mengejarnya, aku takut di tolak olehnya"
Bagaimanapun ia belum percaya diri, dalam hal usia, hal prestasi, vivi termasuk tipe wanita yang kuat dan dirinya hanya seorang dokter, apakah dia akan menyukainya?
Daniel juga bersimpati pada adik sepupunya dan memberikan semangat."Bagaimana kamu tahu kalau tidak mencobanya? bagaimana kalau lain kali mengajaknya keluar untuk mengutarakan hatimu?"
"Tidak bisa" clint takut vivi akan menolaknya dan tidak memiliki kesempatan lagi untuk mendekatinya.
Clint menatap daniel serius dan memperingati.
__ADS_1
"Kak, kamu tidak bisa mewakilkanku mengungkapkan hal ini, kamu harus berpura-pura tidak terjadi apa-apa"
"Apakah kamu pikir aku mempunyai waktu untuk ikut campur urusanmu? sekarang aku masih banyak urusan di pemerintahan yang belum selesai di tangani" daniel mengambil dokumen yang belum dibaca. Clint memang harus berterimakasih kasih pada kakak sepupunya.Ketika berusia 18 tahun ayahnya melatihnya untuk mewarisi kedukukannya, tetapi, ia tidak tertarik pada kekuasaan dan posisi presiden.Pada saat itu sudah tidak ada harapan lagi, akhirnya ayahnya memilh daniel.
Daniel menjadi obyek pelatihan dan yang membuatnya bahagia adalah daniel memiliki potensi yang kuat dalam politik dan ayahnya tidak lagi memaksa clint dan membiarkannya memilih jurusan medis yang paling di sukainya.
Jika kakaknya tidak mengambil alih posisi ini, dia benar-benar tidak tahu bagaimana menjalani hidup ini.
"Baiklah,kalau seperti ini,sudah sepakat, jangan mengacaukannya! dan jangan asal menjodohkan kami,biarkan kami berjalan dengan sendirinya"
"Ya, aku tidak akan mengacaukannya" daniel mengambil dokumen yang telah selesai di tandatangani,berkata."Aku beri kamu satu kesempatan! berikan dokumen ini padanya"
"Baik" clint menyukai pekerjaan ini dan membawa dokumen keluar
Vivi melihatnya membawa dokumen segera berdiri."Mengapa tidak memintaku mengambilnya saja?"
"Sama saja, apakah kamu sibuk hari ini?" clint berjalan ke kursi kosong di sebelahnya dan duduk.
"Tidak juga" vivi mengambil dokumen dan memeriksa dengan seksama,rambut sedikit kritingnya diikat ke belakang,dia memakai seragam hitam dan pakaian di dalamnya adalah kemeja hitam yang lebih sexy, membuat mempesona ketika bekerja.
Mata clint tidak bisa lepas dari pesonanya dan vivi sedang melihat dokuemen dengan serius dan tidak menyadari pria di sampingnya terus menatapnya.
Sebenarnya keberadaan clint tidak cukup kuat, karena dalam hati vivi, clint hanyalah seorang adik laki-laki.
Setelah selesai memeriksa,vivi mengangkat kepala dan tersenyum pada clint."Apakah kamu ingin minum air?"
"Tidak! aku akan menunggumu selesai bekerja dan makan siang bersama"
"Baik, sebentar lagi selesai, jika kamu merasa bosan, kamu bisa pergi terlebih dahulu"
"Tidak membosankan,aku akan bermain ponsel"
Di ruang baca di istana presiden,lawrence sedang sibuk membaca buku.Tidak ada hari lagi saling membunuh, ia menyukai kehidupan tenang seperti ini, setiap hari menunggu dia pulang bekerja,mengantar dia bekerja.
Pukul setengah dua belas, daniel, clint dan vivi masuk bersama-sama,pendengaran lawrence sangatlah bagus dan segera keluar dari ruang baca di lantai dua.
"Kakak, clint,kamu juga berada disini" lawrence tersenyum melihat ketiganya masuk.
Clint menatapnya tersenyum,tapi ada satu hal di dalam hatinya yang belum dilakukan,yaitu, memberitahu sean tentang hal ini dan tidak ingin memberikan pukulan pada teman baiknya.
__ADS_1
"Hari ini clint dan kakakmu akan makan siang disini" tatapan lembut daniel jatuh pada wajah lawrence.