
Dua orang sampai di restoran mereka berdua memesan menu dan tertawa bersama.
Saat ini restoran lumayan ramai, karena waktu makan siang.Dua orang wanita memperhatikan candice dengan pemuda tampan, mereka adalah anggie lu dan debby.
"Candice ternyata berpacaran dengan laki- laki lain di belakang bernett, kakak ipar, kita harus mengambil gambarnya"kata anggie.
Debby tersenyum memandang meja candice.
"Ayo foto, biarkan bernett melihat aksi nakal candice di belakangnya"
Angie melihat lelaki kaya dan tampan merasa iri dengan candice."Dia benar- benar pintar menggoda lelaki kaya dan tampan."
Anggie dan debby bahkan tidak makan banyak, mereka berdua malah sibuk memperhatikan meja candice dan merekamnya.
Candice sudah kenyang memanggil pelayan, ia melihat anggie dan debby tidak terlalu jauh dengannya.Ia tidak perduli dengan keberadaan dua wanita itu.
"Bagaimana?apakah rasanya enak?apakah sudah kenyang?" tanya alexander.
"Ya sudah kenyang, ayo pergi"
Ketika alex sedang membayar, debby juga ikut membayar, mereka menunggu di depan lift.
Ketika candice hampir sampai lift, debby mencibir."Hei, candice, kamu benar- benar wanita nakal,kurang dari satu bulan sudah ganti pria baru"
Alex menoleh ke arah candice."Kamu kenal dengan mereka"
Candice mengerutkan alisnya."Aku tidak kenal"
__ADS_1
"Yoi, berpura- pura tidak mengenal?apakah kamu takut lelaki tampan ini mengetahui kamu sudah tinggal bersama dengan pria lain dan memiliki anak kecil" debby mengejeknya.
Candice tidak menjawab hanya masuk ke dalam lift, debby juga ikut masuk ke lift dengan senyum puas.
Alexander juga merasa kedua wanita ini membosankan dan memilih tidak berbicara.
Ketika terbuka debby kembali berbicara.
"Candice, kami baru saja merekam kamu dan lelaki tampan ini makan bersama, apakah kamu takut kita akan mengirim pada bernett?"
"Apakah kamu mencoba mengancamku?" candice berkata dengan dingin.
"Takutkah?" debby merasa puas, mengira candice ketakutan.
Candice mengejeknya."Aku ingatkan kalian tidak melakukan ini"
Alex sudah tidak tahan lagi dengan ocehan wanita ini"Dua nona muda,jangan repot- repot aku dan candice sudah berteman selama dua tahun lebih,Hari ini bernett sibuk tidak ikut makan bersama, jika kalian mengancam dengan masalah ini, ini hanya akan menjadi lelucon"
"Tidak mungkin, jangan jadikan alasan ini untuk melarikan diri,kalian ada hubungan masih tidak mengakui" debby tidak percaya kata- kata alex
Candice melotot ke arah debby."Kalian boleh saja mengirim pada bernett, aku akan menjadikan bukti untuk pencemaran nama baik dan aku akan menuntut ke pengadilan.Saat waktunya tiba kalian harus minta maaf padaku lagi"
Anggie masih teringat harus meminta maaf lagi, ia sudah kesal dan emosi."Kamu..."
"Tampaknya kalian tidak puas sekali saja minta maaf padaku, kalau sampai kedua kali aku akan mempersulit kalian berdua"
Candice menatap alex."ayo kita pergi"
__ADS_1
Ia masuk ke mobil mewah milik alex, kedua wanita berdiri disana dengan emosi dan kesal tidak bisa membalas candice.
Setelah kepergian candice, anggie berkata.
"Kakak ipar, apakah kita masih mengirim ke bernett?"
"Lupakan saja, kita harus menemukan bukti yang lebih kuat dan penting" debby berkata dengan emosi.
Kedua wanita ini sedang menunggu untuk balas dendam pada candice, mungkin harus menunggu bernett dan laura huo menikah.
Di dalam mobil alex di beritahu candice kedua wanita tadi.
"Lain kali abaikan mereka"
"Aku juga tidak berniat bertemu dengan mereka, selama mereka tidak mencari masalah denganku, aku berharap tidak bertemu dengan kedua wanita sialan itu"
"Candice, limabelas persen saham di mantan suamimu, apakah kamu tidak berencana mengambilnya lagi?"
"Aku akan mencari pengacara untuk menuntut mereka,apakah masih ada harapan tentang kasus ini" candice mengatakan dengan emosi, saham ini adalah milik ayahnya.
"Aku yakin kamu akan menang,dan ada bernett yang akan mendukung di belakangmu"
"Urusanku aku akan berusaha sendiri, bernett cukup sibuk dengan perusahaan" sudah terlalu banyak merepotkan bernett.
"Jangan lupa candice, aku masih mendukung dirimu"
"Terima kasih, alex" candice tersenyum.
__ADS_1
Setelah mengantar candice ke perusahaan alex pergi, canidice sendiri masih harus sibuk dengan pekerjaannya.