
Mobil asisten yan langsung menuju lokasi tempat acara, bella memiliki izin khusus ia berhasil sampai lokasi tanpa hambatan, tiba di tempat parkir semua mobil seperti pameran terlihat mewah semua, diam - diam candice merasa takjub.
"Nona cheng, aku punya sesuatu yang harus aku jelaskan padamu, mohon perhatikan"
"Kamu katakan saja"
Bella berkata dengan lembut."Maksud ceo gong mohon tetap di lantai dua ruang penonton dan jangan bergerak kemana- mana, oke"
Candice mengerti dan mengangguk."Oke"
"Karena terlalu banyak yang menghadiri acara jamuan malam ini,kamu harus menemani bryan di ruang istirahat, kalau anda perlu sesuatu hubungi saya."
"Ya, jangan khawatir, aku tidak akan menambah masalah pada bernett."candice berjanji.
"Ayo turun,aku akan membawamu kesana" bella tersenyum.
Candice mengikuti bella, tempat jamuan kali ini sungguh bagus dan mewah, sudah banyak orang yang datang sambil meminum anggur dan wine.
Mereka naif lift ke lantai dua.
"Nona cheng, tunggu sebentar aku akan meminta ceo gong datang"
"Tidak usah, bawa saja putraku kesini sudah cukup"
Candice menunggu sendirian tiba- tiba pintu diketuk,.bernett masuk ke dalam.
"Aku ingin bertanya padamu, kamu jelas tidak ingin aku datang ke pestamu, tetapi kamu memanggilku secara paksa,kamu bisa mengantar bryan pulang bukankah sudah beres" candice berkata dengan kesal.
"Siapa bilang, aku tidak ingin kamu datang kesini?" bernett merasa tidak senang dengan fikiran wanita ini.
"Ah, ulang tahun perusahaanmu adalah berita paling populer di mana- mana dalam seminggu terakhir, jika kamu tidak berencana mengundangku aku tidak akan datang"
"Lihatlah, nada bicaramu, mengisyaratkan kamu ingin datang"
"Ya" candice tersipu
__ADS_1
"Kenapa tidak bilang dari awal, aku bisa mengaturmu untuk masuk"
"Ya,aku ingin datang,karena aktor favoritku diundang, aku ingin berfoto dengannya."
Bernett kesal." Candice kamu tidak diizinkan meninggalkan ruangan ini"
Bernett mendorong candice ke dinding mencium bibirnya.
Tidak berapa lama terdengar ketukan."Kakak candice, ini aku bernice, bisakah aku masuk?"
"Ya silahkan" bernett yang menjawab.
Begitu pintu terbuka bryan berteriak senang.
"Mommy, mommy"
Candice segera memeluk putranya."Bryan, kenapa kamu menangis?"
"Karena aku merindukan mommy"
Bernett melihat ibu dan anak saling melepas rindu, berkata pada bernice."Bernice kamu tinggal disini dan temani mereka"
"Kakak candice, sangat baik kamu bisa datang, bryan tadi menangis sampai keluar ingusnya." bernice bercerita dengan murah hati.
Candice menatap sikecil tersenyum dan menyalahkan."Apakah kamu tidak ingin menjadi anak kuat dan pemberani?mengapa kamu menangis kalau tidak terjadi apa- apa?"
Anak laki- laki segera merangkul leher ibunya.
"Aku merindukan mommy,ada begitu banyak makanan lezat dan menyenangkan, aku ingin berbagi dengan mommy"
Candice tertegun, putranya memikirkannya.Ia mencium wajahnya."Oke,mommy tidak akan menyalahkannmu, maukan kamu disini tinggal dengan mommy?"
"Ya, aku disini bersama mommy, aku tidak akan kemana- mana"
Bernice merasa gemas melihat anak kecil setampan dan sepintar bryan.Ia merasa iri dengan canidice karena memiliki bryan.
__ADS_1
"Kak candice,tolong tetap bersama bryan sebentar,dan aku akan segera kembali sebentar lagi"
"Oke, kamu pergi saja" Pasti bernice merasa capek seharian bersama dengan bryan.
Bernice keluar dari kamar sebenarnya ia akan mencari teman masa kecilnya.
Ia menuruni tangga sampai ruang pertemuan, ia tidak sengaja berpapasan dengan nickson.
"Kamu sedang mencari siapa?" tanya nickson
Nickson tergoda dengan bernice yang mengenakan gaun malam, Ia merasa gadis lugu dulu, sekarang sudah sangat menggoda.
"Aku mencari teman sekelasku"
"lelaki atau perempuan?"
"Lelaki"
"Apakah pacarmu?" nickson cukup penasaran.
"Tidak...dia hanya teman sekelas" bernice menjelaskan dengan buru- buru.
"Bernice" suara lelaki dari belakang, bernice membalikkan badan segera dipeluk oleh lelaki cukup tampan dan muda."Aku merindukannmu"
Disamping nickson merasa tidak nyaman melihat pemandangan dua orang berpelukan, ia menghampiri pelayan mengambil whisky dan segera meminum sampai habis.
"Ini bisa mencekikku, cepat lepaskan pelukannmu"bernice mengeluh dan mendorong temannya.
"Kamu terlihat begitu cantik, apa penampilan ini untuk ditunjukkan kepadaku?" anak laki- laki tersenyum.
"Tidak" bernice tiba- tiba teringat nickson, ia membalikkan badannya mencari sosoknya, namun sosok nickson sudah menghilang.
Dimana dia? bukankah tadi semangat waktu bertemu, baru ditinggal ngobrol dengan teman sekelasku sebentar sudah menghilang.
"Kamu mencari siapa?" tanya teman bernice.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, ayo cari tempat, kita ngobrol dulu" ajak bernice.
Nickson sudah berkumpul dengan kenalannya ia tidak fokus dalam bicara, malah menikmati meminum alkohol.