Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Aku bukan dokter..


__ADS_3

Setelah mandi candice, mengenakan pakaian biasa sedikit sexy, gaun warna putih, terlihat cocok dengan warna kulitnya yang putih mulus.


Saat bernett keluar kamar, bryan masih memainkan mainan di dalam kamarnya, ia menarik wanita itu mendekat dirinya"Ciuman selamat pagi"


Candice menjijit, mencium bibirnya sebentar, langsung mundur ke belakang.


Bernett sangat puas candice mau menciumnya duluan, candice hanya takut anaknya akan keluar, makanya mencium tanpa persiapan.


Beberapa saat kemudian bernett mendapat telepon dari adiknya, menyuruh candice dan bryan pergi ke istana bernett.


Bernett juga mendapat telepon dari tuan besar kangen cicitnya.Bernett beralasan hari ini mau membawa bryan ke taman bermain. Jadi tidak bisa mengunjungi tuan besar hari ini.


Tak lama kemudian keluarga kecil mereka pergi ke istana.


Di istana bernice sudah tidak sabar bermain dengan bryan, ia bahkan sudah menyiapkan makanan enak, dan berbagai mainan.


Begitu mobil masuk istana, bryan sudah tidak sabar turun di pelukan ibunya, ia langsung berlari masuk ke dalam rumah..Bernet dan candice mengikuti dari belakang.


Hari ini mereka semua menghabiskan waktu di istana.


Candice sedang istirahat di kamarnya, ia duduk di teras kamar,pelayan juga mengantarkan teh poci dan berbagai makanan ringan..


Setelah makan siang candice duduk dengan nyaman di teras, udara sangat sejuk dan ada hembusan angin.Candice merasa mengantuk ia berbaring di sofa besar..Tidak lama kemudian ia terlelap.


Bryan di temani bernice, ayah, ibu juga menemani bryan, kemana anak itu pergi mereka bertiga mengikuti.


Malah bernett yang jadi pengangguran, ia tadi berencana menemani ayahnya mengobrol di ruang tamu. Tidak disangka pasangan ayah dan anak baru mengobrol sebentar, ayahnya bilang ingin menemani bryan, bernett di tinggal sendirian di ruang tamu.


Bernett berdiri, menuju lantai empat, ingin melihat apa yang dilakukan wanita itu di kamarnya.


Ia mengetuk pintu pelan- pelan tidak ada reaksi dari dalam,bernett membuka pintu kamar , diatas kasur kosong, bernett berjalan ke teras.


Ia melihat wanita sedang tertidur di sofa besar, bernett berbaring di sebelahnya setengah duduk.Ia menempelkan tubuhnya pada tubuh candice setengan memeluk.


Bernett tersentum, sepertinya wanita ini tidak takut pada keluarganya, wanita ini malah tidur pulas dan membiarkan bryan dijaga oleh ayah dan ibu bernett.


Candice juga tidak terbangun oleh pelukan bernett , pelukannya lebih nyaman daripada guling.


Bernett melihat beberapa buku di atas meja,


buku- buku ini adalah tata cara mendidik anak.


Kebetulan bernett tidak ada kerjaan membaca buku- buku itu.


Tidur siang tidak akan berlangsung lama, Ia merasa tubuhnya sedang di peluk oleh seseorang, ia membuka matanya dan mendongak ke atas melihat pria tampan sedang tersenyum.


"Sudah bangun?"


Candice melepas pelukannya, wajahnya memerah." Kenapa kamu memelukku?"


"Siapa yang memelukmu, aku disini sedang membaca buku, kamu sendiri yang masuk ke dalam pelukannku?" Bernett ingin menyalahkannya.


Candice sedikit curiga."Tidak mungkin, aku tidur dengan tenang kug?"

__ADS_1


"Kalau tidak percaya ya sudah" bernett santai.


Candice mengedipkan matanya, mana mungkin ia ingat saat tidur?


"Besok, aku akan membawa bryan ke rumah kakekku, tidak masalah kan?" bernett bertanya.


Wajah candice langsung mengerutkan kening.


"Aku tidak suka kakekkmu, terlalu dekat dengan bryan."


"Kakek memang cara berfikirnya sedikit keras, lagipula ia lahir di jaman kuno, sifatnya memang egois, tapi tenang saja aku mengantar pulang bryan tepat waktu"


"Harus begitu, aku tidak ingin bryan tertidur lagi rumah kakekkmu?"


"Kakekku sangat sayang pada bryan."


"Kalau tujuannya untuk merebut bryan, rasa sayangnya hanyalah senjata." candice merasa tidak tenang.


"Tenang saja, aku akan membujuk kakekku"


Bernett tidak ingin candice tahu tentang perjanjian dengan kakeknya.


Malamnya saat kembali ke rumah pusat kota, candice memandikan bryan dan membujuk bryan untuk tidur, dengan cepat anaknya sudah terlelap.


Suasana hati candice masih tidak senang memikirkan kedekatan bryan dengan kakek buyutnya.


Setelah keluar dari kamar, ia melihat bernett gong sedang diam berdiri memandang malam, pria ini memang sangat kesepian, candice selama ini juga tidak melihat dia punya teman, Memang pria ini berada di puncak kehidupan dunia, tapi di puncak sangat sepi dan dingin.


Bernett tahu kedatangan wanita ini dari suara langkah kakinya, ia membalikkan badan dan menatap tubuh candice, ia mengenakan gaun sexy yang sempuran menempel pada tubunya.


Candice juga menyadari tatapan bernett ke tubunya, ia merasa canggung, baru menyadari untuk apa ia mendekati bernett gong?


"Sudah larut, sudah waktunya tidur"Candice hendak membalikkan badannya..


Bernett tiba- tiba memegang tangan candice, ia menatap wajah candice.


"Diamlah disini, temani aku sebentar"


Suara pria ini, lirih dan lembut seperti permohonan, candice tidak menolaknya.. Karena pria ini jarang berbicara lembut padanya.


Candice hanya melepas tangan bernett dengan pelan, ia menyilangkan tangan di dada seperti berjaga- jaga.


Bernett seperti juga sudah puas, biasanya candice selalu menjauah dari tubuhnya.


Mereka berdiri berhadapan sekitar lima menit, candice merasa malu dan canggung." Kamu, hanya menyuruhku untuk menemani melamun?"


Mendengar ucapannya, bernett menarik tangannya dan menempelkan tubuh candice ke jendela kaca, candice langsung memeluknya.


Sial, umpat candice dalam hati, ia takut melihat ketinggian secara langsung.


"Kamu memelukku?" bernett terkejut.


"Memeluk apanya, aku takut tinggi" candice melepas tangannya dan mendorong tubuhnya dengan kesal.

__ADS_1


Setelah itu, bernett baru menyadari wajah candice memucat, ia memeluk candice dengan erat."kalau begini, apakah kamu masih takut?"


"Jangan bergurau aku , akan segera tidur di kamar"


Bernett mengangkat tubuh candice, ia berjalan beberapa langkah ke belakang , bernett manjatuhkan tubunya ke sofa..


Candice terkejut, bernett membuka kedua kakinya lebar- lebar, menarik tubuh candice dengan kuat masuk ke pelukannya dan candice terjatuh di dada bernett.


Candice hanya berusaha mencari tumpuan, tangannya malah menekan junior bernett dengan kuat, ia melihat wajah pria ini.


Wajah bernett memucat seketika,ia tampak begitu kesakitan, matanya melotot ke arah candice.


"Maaf" tentu saja candice tahu organ itu kelemahan semua pria dan dia sudah menggunakan seluruh berat badannya untuk menekan barang pria itu.


"Kau, ingin menghancurkan kebahagiaan seumur hidupmu?" keluh bernett, ia mengira wanita ini sengaja.


"Apa hubungannya denganku?"


"Tentu saja ada hubungannya, kamu akan menggunakan suatu hari nanti" bernett melepaskan pelukannya, membiarkan candice berdiri.


Wajah candice memerah, ia memandangi wajah lelaki ini masih pucat, ia merasa khawatir.


"kau tidak apa- apa kan? apa perlu ke rumah sakit?"


:Apa kamu mau memeriksanya?"


"Aku bukan dokter"


Bernett tersenyum." Ada beberapa hal yang tidak bisa di lakukan dokter"


Candice merasa sangat malu, semua perkataan bernett cabul." Aku mau pergi tidur"


"Apakah kamu lupan ciuman selamat malam?"


kata bernett gong.


"Malam ini tidak ada"


"Kenapa?"


"Karena kamu mengagetkanku"


"Bukankah kamu juga melukaiku?Kalau kamu tidak bisa memegang janjimu, aku ragu dengan sifat aslimu"


Hanyalah masalah ciuman saja, kenapa menjadi sifat asliku..Candice cheng menggigit bibirnya dan mendekatkan tubuhnya..


Candice seperti kucing betina sedang marah, ia mencium ganas dan mendorong kuat tubuh bernett ke belakang..Mereka ciuman beberapa saat.


Candice berdiri dan merasa bingung apa yang barusan ia lakukan?ia langsung kabur ke kamar


Bernett merasa bingung, ia barusan di cium paksa oleh candice.


Ia melamun sebentar dan berjalan ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2