Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Vivi menjelaskan


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Clint ingin mundur, namun ciuman semakin dalam di lakukan oleh vivi dan membawa sebuah gairah.


Penolakan clint juga ada batasnya, apakah wanita ini tidak tahu bahaya? apakah hanya mengikuti keinginan hatinya?


Melihat clint yang diam saja vivi merasa kesal dan memberi perintah."Cium aku"


"Apakah kamu tahu, siapa aku?"


"Aku tidak perduli,aku hanya mau kamu memciumku" permintaan yang seenaknya, clint membuka mulutnya membalas ciumannya dengan lembut.


"Mmmmm" Vivi mengeluarkan erangan pelan dan tangannya merangkul lehernya.


Ciuman panas bagaikan api.


Membakar satu sama lain, membakar tubuh mereka berdua.


Penghangat ruangan sudah panas, udara juga panas, sedangkan tubuh vivi yang mabuk semakin panas.Ia melepaskan tangan di leher clint dan berinisiatif melepas pakaian.


Clint mengira ciuman akan berakhir, ternyata vivi melepas jaketnya, sekarang hanya memakai sweater ketat, vivi kembali menciumnya.


Tubuh clint menegang, ia tahu hanya boleh menciumnya, dan tidak melakukan lebih.


Karena sang perempuan sedang tidak sadar. Keinginan vivi terlihat jelas dan tidak menolak melakukan hubungan intim dengan clint.


"Vivi, jangan seperti ini, kamu sedang mabuk"


"Tapi aku ingin, apakah kamu tidak ingin memberikanku kehangatan?" vivi menginginkan lebih dari ini.


Tiba-tiba vivi bangkit dari ranjang dan melepaskan sweater dan celana panjangnya, ia sekarang hanya memakai dalaman dan tubuhnya menggigil.


Clint membawanya ke kasur, menutupi tubuhnya dengan selimut,clint juga ikut masuk ke selimut memberikan pelukan.


Vivi merasa senang sang pria mau memeluknya yang setengah telanjang. Vivi berusaha melepaskan pakaian clint dengan paksa. Namun clint menahannya dengan memeluknya lebih erat.


Vivi tidak bisa diam, memeluk pinggang clint dengan erat, setelah mendapatkan kehangatan vivi ingin tidur, clint membantu dengan mengelus punggungnya yang mulus.Vivi mengatur posisi nyaman di pelukannya dan tertidur.


Clint hanya memeluknya dan merasakan penderitaan, tubuhnya panas dan menegang. Setelah setengah jam menekan keinginan dalam dirinya,dirinya merasa letih dan mengantuk.

__ADS_1


Pagi hari


Saat bangun vivi merasakan sakit kepala akibat mabuk, saat membuka mata wajah tampan clint langsung di depannya.


Astaga! clint zhan.


Otaknya memutar kejadian semalam,ia mengingat semalam clint menggendongnya....


Dan menciumnya paksa di dalam kamar.


Vivi mengerutkan keningnya,ia merasa kesal, apa yang telah ia lakukan? sedangkan ia menyadari di dalam selimut hanya memakai pakaian dalam dan lengan clint masih memeluk pinggangnya,seketika tubuh vivi dialiri arus listrik.


Memanfaatkan clint yang masih tertidur, vivi melihat wajahnya ada bekas lipstik.Astaga! seberapa laparnya ia semalam?


Citra dirinya di depan sang pria langsung hancur.


Vivi mengangkat perlahan tangan clint, namun kedua mata pria di depannya terbuka.


Clint terbangun. Kedua mata saling bertemu.


"Uh.. Umm.. tuan muda zhan" vivi tersenyum, lalu berkata lagi."Boleh lepaskan pelukanmu? aku ingin pergi ke toilet..kemarin malam aku minum banyak"


Clint tertawa,lalu melepaskan tangan di pinggangnya, vivi mengambil baju di lantai untuk menutupi tubuhnya bagian atas, lalu dengan sangat canggung turun dari ranjang dengan langkah lebar berjalan ke kamar mandi.


Clint tersenyum memandang sosok langsingnya , melihat wajahnya yang malu, berpikir kejadian semalam pasti mempengaruhinya.


Astaga!


Apakah ini kesedihan wanita berumur tua? Melihat pria tampan di depannya dan mulai tidak bisa mengontrol diri.


Memang alkohol adalah barang yang mencelakai, ia bertekad tidak minum lagi, lagipula semalam terprovokasi thomas dengan lavenia, jadi mengingat pria yang telah meninggal, baru membuat hatinya sangat rapuh dan ingin mabuk parah.


Tapi, untungnya clint yang menolongnya, jika menemukan sembarangan pria akan sangat merugikan dirinya.


Semalam clint masih mengenakan pakain, dirinya juga mengenakan pakain dalam, jadi selain berciuman tidak melakukan apapun. Apakah sang pria bisa melupakan kejadian semalam?


Atau menggunakan alasan mabuk untuk keluar dari masalah ini.


Clint melihat salju turun di luar lewat jendela. Pikirannya yang jernih bisa mengingat kejadian semalam.


Setelah belasan menit vivi keluar kamar mandi dan masih mengenakan pakain yang kemarin malam."Tuan muda, kemarin aku terlalu banyak minum"


"Benar, semalam kamu mabuk parah"


Wajah cantik vivi memerah."Aku sangat berterimakasih, kamu sudah mengantarkanku ke hotel, bahkan membantuku menghangatkan diri, aku tadi malam pasti menggila, bisa-bisanya melepaskan pakaianku,namun kita berdua adalah orang dewasa"

__ADS_1


"Aku sudah membujukmu untuk jangan melepasnya"


Vivi bukan orang yang berpura-pura dan langsung ke intinya."Aku ingat tadi malam kita berciuman, selain berciuman,kita tidak melakukan apapun,kan"


"Betul, berciuman"


Vivi menghela nafas lega, setidaknya tidak melakukan hal senonoh padanya.Saat ini ponselnya berdering."Halo ibu"


"Vivi, kenapa semalam tidak pulang ke rumah? kamu dimana?"


"Aku tinggal di hotel, sebentar lagi akan pulang"


"Baik, pulanglah untuk makan siang"


"Ya, baik" sekarang sudah jam sembilan.


Setelah clint mencuci muka,wajahnya semakin terlihat muda dan tampan, vivi melihatnya detak jantungnya melonjak secara tidak wajar, membatin di dalam hati.Clint adalah pria yang tampan.


"Clint, bagaimana kalau kita sarapan bersama?"


"Baik" clint mengangguk.


Vivi menelepon teman baiknya dan menanyakan tasnya, sang teman berkata tasnya ada padanya.


Saat ingin keluar kamar Clint memberikan jaket padanya."Pakailah, diluar turun salju"


Vivi mengambilnya, semalam sebenarnya sudah membawa jaket tebal hanya saja tertinggal di dalam mobilnya.


"Aku ingat dekat sini ada tempat sarapan yang lumanyan,tapi,kunci mobilku berada di dalam tas,pakai mobilmu saja"


"Baiklah"


Saat keluar dari hotel melihat tumpukan salju, suasana hati vivi menjadi baik dan memegang salju yang turun.


Mereka berdua masuk ke mobil, clint memberikan syal miliknya pada vivi. Vivi juga tidak sungkan langsung melingkarkan di lehernya dan menggosok tangannya dan menghembuskan nafas hangat ke telapak tangannya.


Clint menghidupkan mobil dan mengikuti arahan dari vivi. Setelah 15 menit sampai di parkiran.Vivi mengambil ponselnya, tidak lupa memfoto wajahnya sendiri, hatinya sekarang menjadi lebih baik.Lalu mengarahkan kamera ke lelaki di sampingnya.


Clint membiarkannya memfoto dirinya, vivi melihat pria tampan di ponselnya, ia tertawa bodoh beberapa saat."Tidak disangka kamu lumanyan narsis"


"Kira-kira karena wajahku tidak terlalu jelek" clint menyeringai.


Vivi turun dari mobil dan menangkap butiran salju ke tangannya, wajahnya juga melihat ke atas, seakan lupa dengan dinginnya salju.


Clint segera memegang tangannya dan menarik masuk ke arah restoran, vivi tertawa senang, meskipun udara sangat dingin syal ini cukup membantu menghangatkan lehernya.

__ADS_1


Clint masih memegang tangannya saat sampai di dalam, vivi ingin melepaskan tangannya, namun dalam hatinya masih ingin, jadi membiarkan saja memegang tangannya.


__ADS_2