
Jam empat lebih duapuluh menit mobil bodygard sudah sampai, saat candice sudah masuk ke mobil, bodygard bertanya."Nona cheng, kenapa kening anda?"
"Tidak apa- apa hanya tidak sengaja terjatuh" candice tersenyum
Bodygard merasa lucu alasan yang dibuat candice, terjatuh kog ada bekas cakaran, ia tidak bertanya lagi melajukan mobil.
Dalam perjalanan candice merasa khawatir, kalau bryan melihat wajahnya seperti, pasti dia akan sedih.Ia harus membuat alasan yang kuat untuk menipunya.
Bryan sedang bermain bersama teman- temannya, begitu melihat candice turun dari mobil, ia berlari ke arahnya.." Mommy.."
Melihat perban di wajah ibunya, bryan bertanya dengan khawatir." Mommy,apa kepalamu terluka, coba aku lihat?"
"Tidak apa- apa, mommy hanya tidak sengaja terjatuh membentur meja, hanya luka kecil saja kok"
"Kalau begitu apa yang terjadi dengan bekas cakaran di wajahmu,siapa yang mencakarnya?"
Mata kecil bryan cukup tajam, bisa melihat bekas cakaran orang di wajah mommy.
"Mommy tidak sengaja mencakarnya"
Bryan langsung berkaca- kaca dan mulai menangis.
"Jangan menangis,jangan menangis lagi, mommy tidak apa- apa, sama sekali tidak sakit kok" candice hampir menangis juga, melihat anaknya sedih dan menangis.
"Siapa yang mengganggu mommy?" bryan masih menangis.
"Tidak apa- apa kok, anak pintar, mommy sama sekali tidak sakit, besok pasti akan sembuh" candice menggendong anaknya masuk dan menyuruh bodygard untuk mengendarai mobil.
Sepanjang perjalanan bryan memandang perban ibunya..ia masih merasa khawatir.
"Kenapa daddy, tidak datang menjemputku?"
"Daddy, ada urusan hari ini"
" Kalau begitu, apa daddy tahu mommy terluka?"
__ADS_1
"Tidak tahu,mommy tidak sakit kug,jangan beritahu daddy"candice tersenyum kecut, buat apa memberitahu bernett masalah seperti ini?
Kalau sampai bernett bertanya apa yang harus ia katakan?karena suka bunga pemberian darinya, makanya candice berkelahi dan membuat dirinya terluka..
Sesampai di rumah candice merasa badannya lengket, hari ini dia berkeringat banyak, berkata pada bryan."Sayang, kamu main dulu sendiri ya, mommy mau mandi dulu di kamar."
"Iya" bryan menganggukkan kepala.
Candice meletakkan tas diatas meja ruang tamu, ia masuk ke kamar dan mengunci pintu.
Melihat ibunya sudah masuk kamar, ia mengambil hanphone candice dan berlari ke kamar miliknya.
Sikecil menelepon no linda.
"Halo, candice, ada apa?apakah lukamu masih sakit?"Linda khawatir
"Halo, tannte linda, aku bryan, apa yang terjadi dengan mommyku di kantor hari ini?"
"Bryan ya,tidak ada yang terjadi pada mommymu"
Linda merasa khawatir, ia tidak tahu harus menjawab apa."bryan..... ini masalah orang dewas, kamu tidak boleh tahu"
"Tante linda, kalau kamu tidak memberitahuku, aku akan menyuruh daddy menyelidiki masalah ini dan daddy pasti akan memberi pelajaran padanya." ancam bryan cheng.
Linda terpaksa berbicara."Mommymu hari ini dipukul oleh dua orang wanita, tapi mommymu sudah membalasnya, Jadi kamu tidak khawatir, mommy sudah baik kug"
"Sampai jumpa, tante linda" bryan sudah ada jawaban mematikan telepon.
Kemudian, bryan mencari no daddy dan meneleponnya
Di dalam ruang rapat gong's corp, bernett sedang memimpin rapat laporan tengah tahun. Ia melihat hpnya berbunyi , ia melihat nama candice dan menjawab telepon.
Begitu telepon di angkat terdengar suara anaknya."Daddy"
"Bryan, kenapa?" wajah bernett tersenyum cerah , ia mengangkat tangannya untuk menghentikan pembicara melaporkan presentasi, ia berjalan ke pojokan paling jauh.
__ADS_1
"Daddy, kamu dimana?kapan kamu pulang, mommy terluka?"
Bernett mengerutakan keningnya."Kenapa mommy bisa terluka?"
"Hari ini mommy dipukul oleh dua tante jahat, mereka memukul kening mommy sampai terluka, wajahnya juga di cakar- cakar, sangat kasihan sekali" bryan berbicara dengan sedih.
"Apa?" bernett terkejut.
"Cepat pulang dan rawat mommy"
"Baik, aku pulang sekarang" bernett berjalan mendekat anggota rapat." Hari ini sampai disini" lalu berjalan ke ruangannya.
Sikecil selesai menelepon, mengembalikan hp ke dalam tas candice..
Candice sedang mengeringkan rambut dan menyisir rambut, hari ini rambutnya banyak yang rontok dan kulit kepalanya masih terasa sakit.
Ia berjalan ke ruang tamu melihat bryan duduk dengan mainanny."Bryan, hari ini mau makan apa,mommy akan masak sekarang?"
"Mommy, buatkan untuk daddy juga ya"
"Daddy, tidak akan pulang makan" candice berkata dengan yakin
"Tidak, kutebak hari ini daddy akan makan, buatkan saja milik daddy"
"Kenapa ,kamu seyakin itu?"candice merasa bingung.
"Iya, aku sangat yakin" bryan tidak berani mengaku sudah menelepon daddy barusan.
"Tak usah sajalah, jangan buang- buang beras" ia merasa yakin bernett tidak pulang awal.
Bryan mulai berfikir, daddy sudah dalam perjalanan pulang, ia membuat ibunya masaknya nanti saja, oleh karena itu, bryan berkata"Mommy, kamu nanti saja masaknya, aku masih belum lapar, temani aku main sebentar ya?"
Candice juga belum terlalu lapar, ia hanya khawatir anaknya kelaparan, tapi bryan bilang belum lapar,kalau begitu nanti saja masaknya. Nanti kalau bryan sudah lapar pasti akan makan lebih banyak.
"Oke, mommy temani kamu main puzzle"
__ADS_1
Mereka duduk di alas kamar bryan, candice sudah selesai memasang puzzle bergambar kartun, ia merasa bangga, sedangkan bryan masih memasang puzlle yang sedikit rumit, anaknya baru selesai memasang setengahnya. Candice tersenyum anaknya memang pintar..