Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Promosi


__ADS_3

judul: Bayi kembar empat


Liat di profiku uppdate setiap hari.


Hari ini cindy amanda libur bekerja sebagai seorang dokter, ia berencana memberikan kejutan sang pacar, bernama damian.


Sore hari,Cindy sudah berdandan cantik hari ini, ia pergi ke apartemen sang pacar, karena punya kunci rumahnya langsung masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu.Saat masuk ia mendengar orang sedang bercinta dari arah kamar damian.


Hati cindy menjadi gelisah berjalan dengan perlahan menuju kamar damin, saat membuka pintu damian sedang menindih perempuan di bawahnya.


Mendengar pintu terbuka dua orang yang sedang bercinta menghentikan percintaan.


Damian langsung panik dan gelisah ketahuan selingkuh di belakang pacarnya.


Cindy langsung berlari keluar dari apartemen sambil menangis, ia tidak menyangka mereka berdua sudah berpacaran selama tiga tahun, namun sang pacar malah berselingkuh di belakangnya.


Ia pergi ke hotel bintang 5 memesan ruangan vip hotel, hari ini pokoknya mau minum sampai mabuk parah.Karena merasa sudah pusing ia memutuskan untuk menginap disini.


Saat di depan kamarnya ia melihat seorang pria tampan, langsung menarik masuk ke kamarnya,


"Tampangmu tampan juga" setelah berkata cindy yang sudah mabuk parah memeluk tubuh sang pria dan berusaha mencium bibirnya.


Sang pria mengerutkan alisnya, mencium bau alkohol menyengat dari mulut sang wanita.


Wanita yang menggoda dirinya sudah tidak terhitung banyaknya dan menggunakan cara ini baru wanita gila ini.


Tangan mungil memegang wajah tampannya, wajah cantik merah merona membuat hati rendi bergetar.


"Ayo, cium aku" cindy dengan nada manja dan menggoda, tanpa ada rasa malu setelah mabuk parah.


"Kamu yakin dengan keinginanmu?"


Rendi menghindar ciuman sang wanita gila ini.


Cindy tersenyum mengejek, apakah pria ini tidak normal?


Wajahnya cantik dan memikat mengapa pria ini menghindar?


"Jangan banyak bicara, kamu pria bukan?" cindy berkata dengan kesal.


Pria bukan?


Bukankah ini mengejeknya secara langsung?


Rendi langsung menggendong wanita ke atas kasur.


"Aku pria apa bukan, aku memberitahu kamu secara langsung" rendi juga emosi diejek wanita ini.


Cindy yang sudah mabuk berat bibirnya langsung dicium oleh sang pria, kedua dadanya di remas cukup kuat.


Selang berapa lama mereka berdua sudah dalam keadaan bugil.Cindy merasakan sakit saat benda tumpul masuk ke dalam tubuhnya.


"Ummm, sakit sekali" kata cindy.


Rendy tidak berniat bersikap lembut dengan wanita ini, ia menggerakkan tubuhnya dengan cepat.


Wanita ini berani berkata pria apa bukan, maka sudah seharusnya diberi pelajaran.


Setelah sang pria puas, cindy seperti boneka tanpa nyawa, tertidur pulas, sementara rendy berbaring di sebelahnya.


Keesokan harinya, cindy terbangun merasakan sakit luar biasa di bagian bawah tubuhnya, semalam adalah pertama kali bagi dirinya melakukan hubungan ranjang.


Ia mengerutkan alisnya, ia seperti di kamar hotel.


Ia mengingat momen semalam dari memergoki sang pacar selingkuh, sampai mabuk parah menarik pria ke dalam kamar hotel.


Kejadian semalam di putar di otak cindy.


Benar semalam dirinya menggoda pria dan melakukan secara sukarela.


Dasar bajingan damian malah tertarik pada sella wanita rubah betina itu, bahkan selingkuh di belakangnya.


Cindy merasa sangat bodoh, karena ingin menjaga keperawanan saat malam pertama dengan damian.


Damian berani selingkuh di belakangnya, maka ia juga berani mencari pria untuk berselingkuh.


"Anggap saja ini pembalasan untuk lelaki bajingan seperti itu" cindy setengah berteriak.


"Apa yang sedang kamu katakan?" terdengar suara pria membuat cindy terkejut.


Sang pria memakai handuk berjalan keluar dari kamar mandi, sepertinya dia habis mandi.


Harus diakui tubuh pria ini sangat bagus, wajahnya juga tampan, tidak heran pria ini menjadi gigolo.


"Hei, kenapa kamu belum pergi" kata cindy


"Pergi?" rendy merasa bingung.


Rendi menatap wanita ini dengan heran,wanita yang menghalalkan cara untuk naik ke ranjangnya adalah wanita yang memiliki niat tertentu.


Namun tampaknya wanita ini berbeda.


Cindy yang ditatap merasa canggung ia mengambil pakain yang berserakan dan memakainya.


Senyum mengembang di bibir rendy, senyuman memandang rendah sang wanita.


Semalam menggodanya begitu agresif, sekarang malah bertindak seolah tidak sengaja melakukannya, mengorbankan tubuhnya untuk mendapat cinta?


"Aku tidak pergi karena penasaran,kamu sengaja menggodaku untuk bercinta denganku, setelah mendapatkan kamu akan menggunakan trick apa lagi untuk meminta pertanggungjawabanku?" menyuruhnya bertanggung jawab ini adalah trick terkuat untuk bersama dengannya.


Namun cindy malah kesal dan emosi."Siapa juga yang mau seorang gigolo bertanggungjawab?"


Cindy mengambi uang dua juta dari tasnya dan melempar ke tubuhnya.


Ia berkata dengan angkuh."Ini bayaranmu, simpan yang benar! Semalam servicemu lumayan juga"


Rendi langsung marah, service?


Apakah wanita ini sudah bosan hidup?


Ketika sedang emosi, sang wanita sudah berjalan keluar dari kamar.


"Tunggu"


Cindy membalikkan badan, lalu tersenyum mengejek."Uangnya kurang?Itu tidaklah sedikit, kamu pantas dibayar segitu"


"Kau.."


"Bye" cindy langsung melarikan diri.

__ADS_1


Begitu melihat wanita itu pergi rendi menjadi marah dan emosi setengah mati.


Di dunia ini hanya dia, wanita yang berani memperlakukannya sebagai gigolo.


Kalu bukan karena belum memakai baju, rendi sudah mengejarnya dan memberikan wanita itu pelajaran.


"Kamu tidak akan bisa kabur"


******


Sembilan bulan kemudian


Rumah sakit bersalin pribadi di kota B


"Huaaaa"


Suara tangis bayi di ruang operasi.


Empat bayi di lahirkan dengan operasi cesar.


Kelahiran anak ini adalah jimat penolong bagi cindy,kalau bukan karena hamil sebelum menikah, ibu tirinya susi yang jahat itu pasti akan memaksanya untuk menikah dengan lelaki brengsek seperti damian.


Tetapi


Melihat empat bayi yang begitu imut dan menggemaskan, cindy malah merasa kebingungan.


Ketika sedang berusaha menjadi ibu yang kuat, cindy melihat acara di televisi sedang melakukan wawancara.


Melihat pria tampan yang mengenakan jas duduk di kursi utama, mata cindy langsung membesar.


Situasi jaman apa ini! bahkan gigolo melakukan sebuah wawancara?


Kemudian terdengar pembawa acara bertanya.


"Presiden adiguna, mengenai orang yang ingin anda cari,katanya sudah dicari lama tapi belum ditemukan, boleh tahu siapa wanita itu?ada banyak penonton yang melihat acara ini, siapa tahu bisa memberi kabar yang bernilai?"


Wajah rendi terlihat kesal."Yang kucari adalah seorang wanita, dia berani melempar uang di tenpatku,aku ingin mengembalikannya beratus kali lipat"


Melempar uang.


Mengembalikan beratus kali lipat.


Nada bicaranya sombong sekali.


Selanjutnya adalah deskripsi penampilan sang wanita.


Dan rendi menambahkan poin penting."Bahkan keluarganya tidak tahu keberadaannya,siapa yang bisa memberikan informasi bernilai, aku akan memberikan imbalan lebih dari dua milyar"


Dua milyar untuk mencarinya?


Kenapa pria ini loyal sekali.


Cindy mencari tahu di internett dan membuatnya terkejut.


Pria itu bukan gigolo! melainkan presdir grup adiguna, rendy adiguna.


Astaga! kali ini cindy membuat masalah besar.


Sebulan kemudian


Sebulan kemudian rendi menerima hadiah spesial, seorang pembantu membawa keranjang bayi.


"Anak anda"


Rendi langsung bingung, ia melihat bayi yang masih lemah di dalan keranjang.


"Tuan rendi, Tadi ada seseorang mengantar bayi ini dan mengatakan bahwa gadis yang anda cari sudah meninggal dalam sebuah kecelakaan, dia mati di tempat dan hanya meninggalkan anak ini" pelayan menjelaskan.


Lima tahun kemudian.


Bandara di kota A


Cindy mengenakan pakaian formal lengkap, kacamata dan masker menutupi wajahnya.


Lima tahun telah berlalu, semoga pria itu sudah melupakan balas dendam dan tidak mencarinya lagi.


Ia mendorong koper dengan tidak tenang.


Tiba- tiba mendengar suara anaknya yang manja yang berada di sampingnya."Mami, aku lapar! aku ingin makan coklat, ingin makan kue bolu, ingin makan ice cream,ingin makan..."


"Sttttt" Cindy memberikan isyarat untuk diam kepada anaknya.


Selly adalah bocah rakus, bersuara kencang, begitu melihat makanan manis matanya langsung berbinar.


Bobby adalah kakak laki- lakinya, melihat adik yang rakus , ia menutup mulutnya dengan tangannya.


"Tidak, aku ingin makan" selly melotot ke arah kakaknya ,sambil memperlihatkan muka memelas.


"Selly sayang yang pintar, nanti mami akan mengajakmu ke toko desert, oke?"


Selly langsung berbinar dan mengangguk berulang kali, bagaikan anak ayam sedang mematuk makanan.


Shella yang berada disampingnya menggelengkan kepala, ia sudah seperti anak perempuan dewasa.


"Kalau anak perempuan begitu rakus, nanti akan bertumbuh besar seperti babi! kita harus pintar menjaga bentuk tubuh"


Shelly kelihatan tidak senang."Memangnya kamu tidak makan?"


"Aku hanya mencicipi, hanya makan satu suap"


"Satu suap juga bisa di bilang makan"


"Satu suap tidak masuk hitungan"


"Termasuk"


"Tidak,! bobby satu suap apakah masuk hitungan?"


Sella ingin sang kakak menjadi jurinya.


Bobby memegang keningnya merasa bingung.


Shella dan shelly adalah adiknya, siapa yang harus dia bantu?


"Aku merasa...semua yang kalian katakan benar"


Sella dan selly menjadi kesal, ia mendengus dingin dan pergi berjalan duluan.


"Hehehehee" bobby tertawa kecil

__ADS_1


Jelas- jelas tidak ingin menyinggung mereka berdua, tapi sudahlah...


"Sudah ayo" cindy memegang kepala putranya dan ikut mengejar gadis kecil yang berjalam duluan.


Sherly paling kecil, ia masih kesal berjalan dengan menunduk, ia tidak sengaja menabrak seorang wanita yang memakai sepatu hak tinggi hingga terduduk di lantai, karena tidak bisa menahan keseimbangan.


"Anak ini, apakah jalan tidak pakai mata?" perempuan yang terjatuh marah.


Sherly menatap wanita yang membentaknya.


Wah, tante ini seperti harimau betina.


"Adik, ayo bangun" shella membangunkan sang adik.


Melihat adiknya bertabrakan momo segera berlari ke arahnya dan membangunkan sang adik, lalu melotot ke arah wanita yang masih duduk di lantai.


Meskipun dia cantik, tidak secantik mami.


Bicaranya tidak sopan dan galak pemikiran ini terlintas di otak shella.


"Anak siapa ini? mengapa melotot ke arahku? cepat minta maaf padaku"


"Tante maaf" kata sherly.


Shella melirik ke arah adiknya, mengapa sang adik tidak berguna sama sekali.


"Kamu juga, kamu juga minta padaku" sang wanita membentak shella.


Shella hanya melotot ke arahnya, tanpa mengatakan apapun.


"Ada masalah apa?"


"Kenapa?"


Suara wanita dan pria hampir bersamaan menanyakan situasi.


Pertanyaan yang satu di tanyakan oleh cindy dan pertanyaan yang satu oleh...


Terdengar tidak asing di telinga cindy, ia melihat ke arah sang pria, buru- buru menundukkan kepala.


Itu adalah pria lima tahun yang lalu, rendy adiguna !!!!


Dunia ini benar- benar sempit, hari pertama pulang dalam negeri sudah bertemu dengannya.


"Rendy, anak ini sangat tidak sopan, menabrakku malah tidak mau meminta maaf, kamu lihat sikap angkuhnya."


Rendy menundukkan kepala melihat shella, walaupun anak ini imut dan cantik tidak dapat menutupi ke angkuhan dalam dirinya.


Cindy hanya menundukkan kepala, ia berharap rendy tidak mengenali shella dan shelly, wajah anaknya mirip dengannya.


Kalau pria ini sampai menyadarinya maka habislah dirinya.


Tuhan tolonglah! tuhan tolonglah


Bobby yang berada di samping maminya melihat ada yang aneh dengan ibunya, ia menatap wajah rendy dengan teliti.


Aneh sekali


Wajah paman ini mirip dengannya!


Dulu bobby tidak pernah menemui hal seperti ini.


Bobby penasaran, baru mau melepas masker untuk membandingkan wajahnya, tangan sang ibu menahan untuk tidak melepas masker.


Kalau rendy sampai melihat wajah ini, maka habis sudah, sang anak tercinta akan diambil paksa olehnya.


"Anakmu?" tanya rendy.


Cindy menjadi ketakutan, ia hanya mengangguk tanpa bersuara.


Ia takut rendy akan mengenali suaranya.


"Hei, anak sekecil ini harus kamu ajari dengan baik, kalau tidak saat besar akan menjadi wanita tidak berakhlak" rendi menegurnya dengan keras.


Cindy mengumpat dalam hati."Dasar lelaki idiot, aku sudah mengajari anakku dengan baik"


"Atas dasar apa kamu mengatakan aku tidak berakhlak,barusan wanita ini memarahi adikku terlebih dahulu dengan kata tidak punya mata, kalau tidak karena sikap galak wanita ini, aku juga bisa bersikap ramah" shella membela diri seperti orang dewasa.


Shella menatap tajam rendi tanpa rasa takut.


"Kau, sikecil ini sudah punya lidah tajam" wanita melotot ke arah shella.


Rendy tersenyum, anak sikecil ini sudah sangat galak, gayanya yang arogan, sama persis dengan seseorang wanita.


Mirip....


Rendi menatap sekali lagi dengan teliti kedua anak kembar wanita di depannya.


Dan terakhir kearah cindy yang berpakaian formal.


Kedua anak ini begitu mirip dengan sang ibu, mungkinkah wanita ini..


Sorot mata tajam rendy menatap cindy ia berjalan dengan perlahan mendekat kearahnya, setiap kali rendy melangkah jantung cindy seperti ingin copot.


Astaga, bagaimana ini?


Bagaimana kalau sampai pria ini melihat wajahnya.


Rendy sudah sampai di hadapan cindy, menatapnya dengan tajam.


"Kau..."


Rendy belum selesai bicara langsung di potong oleh bobby


"Mami, aku ingin pipis, aku sudah tidak tahan lagi"


Bobby menarik tangan ibunya dan merengek diantar ke kamar mandi, meskipun tidak tahu alasannya, ia dapat mengetahui sang mami ketakutan dan cemas.


Karena mami takut dengan paman ini, bobby segera mengajak pergi sang ibu.


Cindy tidak menyangka bobby akan menjadi penyelamat dirinya."Ayo mami bawa kamu ke toilet" setelah mengatakan ia berjalan dengan cepat menarik tangan anaknya.


Situasi apa ini?


Shella dan shelly saling menatap sebentar, lalu berlari mengejar.


Rendy berniat mengejar, linda baker yang masih memanggilnya.


"Rendy, sudahlah, memang anak kecil itu tidak berakhlak, sebagai maminya pasti tidak berbeda jauh, tidak perlu mengejarnya lagi" suara linda menahan kepergian rendi.

__ADS_1


__ADS_2