Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Malam hangat


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Nickson memeluknya erat-erat tubuh bernice dan memcium wajahnya."Berapa lama aku tertidur?"


"Tiga bulan lebih enam hari" bernice selalu menghitung dengan teliti.


Nickson begitu terkejut, ia sudah tertidur lama sekali, setiap hari merasakan sentuhan di dalam hatinya.


Nickson segera menelepon kantor polisi terdekat untuk membawa pergi dennis dan mobil polisi membawa pergi tubuhnya yang terluka parah.


Bernice menjelaskan pada polisi detail perkara yang hampir memperkosanya..


Setelah selesai mengumpulkan bukti, bernice menelepon dokter yang merawat nickson dan anggota keluarga.


Nickson terlihat bugar, hanya tubuhnya yang kurusan,dokter menjelaskan tidak ada gejala apapun pada tubuhnya, ini merupakan mukjizat.


Kalau bukan karena keberadaan dokter dan orang-orang bernice akan mencium dan memeluk nickson.


"Nickson" Nyonya Ye menangis bahagia dan memeluk anaknya.


"Pa, ma, aku merindukan kalian" nickson tahu orang tuanya sering menjenguknya dan mengkhawatirkan dirinya.


"Dimana bernice,aku barusan melihat mobil polisi di depan?"


"Dia diatas"


"Nak, ada apa? apa yang terjadi?" nyonya Ye khawatir.


Saat ini candice juga sudah datang.


"Aku akan memberitahu kalian semua,apa yang terjadi?" bernice duduk di ruang tamu.


Bernice tidak menceritakan detail kejadian, hanya dennis memiliki niat buruk untuk mencelakainya.


"Ketika aku hampir putus asa, nickson terbangun" bernice memandang dengan kasih sayang."Dia yang menyelamatkanku"

__ADS_1


Ayah ye marah."Dimana bajingan itu, aku akan membunuhnya?"


Candice juga marah."Dia pantas dihukum seberat-beratnya"


"Polisi telah membawanya pergi, dia akan di penjara selama beberapa tahun ke dapan.


Nyonya ye menyalahkan diri sendiri."Jika aku tahu akan terjadi kejadian ini, aku akan datang lebih awal"


"Bibi, aku tidak menyalahkanmu"


Dokter merasa bersalah."Maaf, ini kesalahan pihak rumah sakit,dia biasanya bekerja dengan serius dan tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.Siapa sangka dia adalah orang yang begitu jahat?"


Bernice tidak ingin membahas tentang dennis lagi."Meskipun aku merasa takut, mungkin ini takdir dari tuhan untuk membangunkan nickson"


"Bagaimana nickson bisa bangun?" bernett bertanya


"Ketika aku koma, aku berada di tempat gelap, aku setiap hari dapat mendengar bernice berbicara padaku, namun hari ini aku mendengar tangisan dan teriakan ketakutan, aku menemukan cahaya dan kembali tersadar" nickson mengepalkan tangannya."Aku harusnya membunuh bajingan itu"


Dokter menjelaskan."Nickson bangun, karena rangsangan ekternal yang kuat dan ini merupakan stimulun yang sangat kuat"


"Apakah kondisi anakku baik-baik saja?"


"Terima kasih dokter, kita akan merawatnya dengan baik" ayah ye mengangguk.


"Nickson,bernice,pulanglah bersama kami, kami akan merawat kalian" ajak nyonya ye.


"Ya, baiklah" bernice tidak menolak, meskipun sempat merasakan ketakutan,namun saat ini mendapatkan sebuah keluarga.


Nickson,bernice dan keluarga ye pulang bersama, candice dan bernett berjanji akan menjenguk dua hari yang akan datang.


Bernice dan nickson saling memegang tangan di mobil, mereka merindukan keramaian kota, selama tiga bulan mereka hanya berada di dalam villa..


Sesampai di kediaman Ye, nickson dan bernice masuk ke kamar nickson, bernice terkejut, ternyata ibu ye sudah menyiapkan kamar dengan cerah, seperti kamar pengantin.


"Apakah kamu ingin mandi dulu?" nickson tersenyum


Bernice merasa curiga."Apa yang ingin kamu lakukan?dokter melarangmu untuk berolahraga berat,tidurlah lebih cepat malam ini"


Nickson menyipitkan matanya memandang wanita cantik di depannya.


"Kamu mandillah dulu! kamu belum mandi selama tiga bulan" bernice tersenyum.

__ADS_1


"Kamu yang selama ini menyeka tubuhku?"


Wajah bernice menjadi merah."Itu aku, aku hanya memperlakukanmu sebagai pasien saja dan tidak memikirkan yang aneh-aneh"


"Seluruh tubuhku"


"Iya, kamu cepatlah mandi" bernice mendorong tubuhnya yang akan memeluk dirinya.


Mendengar suara air, bernice seperti mimpi, kekasihnya sudah terbangun.


Bernice tersenyum cerah dan menatap masa depan yang indah bersama dengannya.


Lima belas kemudian, nickson keluar dari kamar mandi hanya membungkus tubuhnya dengan handuk yang melilit sampai pinggangnya.


Bernice menelan ludah,meskipun tubuhnya agak kurusan, namun tidak mengurangi pesona tubuhnya.Jantungnya berdebar-debar seakan-akan pria di depannya akan melahapnya.


"Pergilah mandi"


"Aku tidak membawa baju ganti" bernice malu-malu.


"Pakailah bajuku malam ini"


"Baik" bernice mengangguk.


Nickson melihat dirinya di cermin,ia melihat kulitnya yang putih pucat.


Dan tidak bisa menerima hal ini, saat sudah pulih harus mulai berlatih dengan keras lagi.


Selesai mandi bernice hanya memakai handuk keluar dari kamar mandi.


Nickson segera menghampiri dan memeluk tubuhnya.


"Nickson,kamu jangan aneh-aneh"


"Aku sudah merindukanmu, aku akan bermain dengan pelan"


"Baiklah, kalau merasa lelah, kamu harus istirahat"


"Baik"


Akhirnya mereka berdua melewati malam penuh gairah.

__ADS_1


__ADS_2