
Candice hari ini berangkat kerja, ia sudah minta izin 2 hari kepada linda. Saat ini candice sedang makan sarapan di ruangannya yang ia beli di perjalanan.
Hpnya berdering telepon dari linda." Candice, datanglah ke ruanganku, ada yang ingin aku bicarakan denganmu"
"Baik" candice menghabiskan sarapan, baru ke tempat linda.
"Candice, berkat kamu perusahaan kebanjiran pesanan,kamu pribadi mendapat 5 pesanan desain yang berbeda"
"Aku akan bekerja keras"candice semangat.
"Kamu sebaiknya menyelesaikan pesanan dengan baik, aku akan memperpanjang waktu deadlinmu"
"Baik" candice menganggukkan kepala.
Kembali ke ruangan candice menyuruh vera untuk membuatkan kopi, pesanan lima desain berbeda membuat candice pusing.
Bernett dengan keadaan kurang sehat telah memimpin rapat pagi ini.Ia kembali ke ruang kerjanya berkata pada bella." Tuangkan segelas air hangat untukku"
Bella menaruh segelas air hangat melihat muka bernett sedikit pucat." Ceo gong , kamu tidak apa - apa!"
"Aku baik- baik saja"
"Ceo gong, ini adalah daftar agendamu dalam seminggu ke depan,di dalamnya ada pertemuan dengan weslan dai, tidak bisa di tunda lagi, anda berencana berangkat kapan?"
Bernett baru teringat dia harus bertemu dengan klien." Pesankan tiket malam ini"
"Baik, perjalanan anda 3 sampai 5 hari, aku akan membuat jadwal dengan teliti"
Setelah mengatakan asisten yan keluar .
Bernett teringat sesuatu, ia menelepon adiknya.
"Halo kak, aku sudah mengantar bryan ke sekolah"
"Bernice, mulai malam ini kamu tinggal dengan candice,aku harus keluar kota beberapa hari"
"Baik, apakah kak candice sudah tahu?"
"Aku akan memberitahunya nanti"
"Mmm, aku juga punya banyak waktu, iya papa bilang sudah waktunya panen anggur, mereka harus segera pulang"
"Papa mama berada di sampingmu?"
"Hari ini papa mama pergi ke rumah kakek, aku juga akan menyusulnya"
"Jangan membuat papa mama membahas candice dan aku"
"Kak, kamu tenang saja, mama dan papa berada di pihakmu, tentu saja tidak akan membiarkan kakek tahu, sudah dulu kak, aku sedang memilih hadiah" bernice menutup telepon.
Bernett menelepon candice.
"Halo" suara perempuan
"Hari ini aku harus pergi keluar kota,aku sudah menyuruh bernice untuk menemanimu, kamu tidak keberatan"
Candice terkejut" aku tidak keberatan"
__ADS_1
'Baik" bernett langsung mematikan telepon.
Candice tahu pria ini marah, karena terus- terusan ia tolak.
Dia berapa lama keluar kota?
Tepat saat ini hp candice yang berada di meja berbunyi no tidak dikenal.
"Halo, apa kabar"
"Candice , ini aku andreas,mohon jangan menutupnya" suara andreas lirih
Andreas kembali berkata."Kamu ada waktu tidak, aku ingin mengobrol dengannmu?"
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi diantara kita" candice kesal
"Candice, ada sesuatu yang aku sembunyikan darimu,tentang ayahmu"
"Hal ayahku, yang mana"
"Mari kita bicarakan langsung" andreas memohon.
"Aku tidak akan bertemu denganmu" menolak tegas.
"Hal ini mengenai kecelakaan ayahmu dulu,apa kamu tidak ingin tahu penyebabnya?" andreas menjelaskan.
Hati candice menjadi kacau."Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan?"
"Siang jam 12, di restoran osteria, aku akan menunggumu di depan pintu" andreas langsung mematikan telepon.
Takut candice akan menolak ajakannya.
Sopir truck yang menabrak ayahnya dalam keadaan mabuk..mobil ayahnya hancur dan tubuh ayahnya terhimpit, meskipun sempat di bawa ke rumah sakit nyawa ayahnya tidak bertahan lama.
Selama satu bulan candice merasa berduka.
Selama satu bulan andreas menjaga candice.
Selama satu bulan andreas memindahkan saham ayahnya ke tangan candice.
Waktu itu candice baru berumur 19 tahun dan masih polos,apa yang dikatakan orang lain ia akan percaya.Waktu itu adreas mengatakan ayahnya meninggal karena kecelakaan.Tapi sekarang apa yang akan dikatakan andreas?
Mata candice mengeluarkan butiran air mata, ini menyangkut masalah ayahnya, dia harus datang ke restoran.
Gong's corp
Bernett sedang membolak balikkan dokomen di tangannya.Hp di atas meja kerja berbunyi, ia melihat nama layar hp langsung mengangkat telepon."Aku kira kamu sudah meninggal, untuk apa meneleponku?"
"Sialan, aku akan mentraktirmu makan"
suara pria memikat.
"Aku tidak akan pergi, jika bukan restoran mahal"
"Restoran osteria, sudah cukup mewah bukan?"
"Terpaksa, jam?"
__ADS_1
" Dua belas,jangan sampai terlambat"
"Baik" bernett mematikan telepon dan melanjutkan bekerja.
Setengah duabelas..candice memanggil taxi menuju restoran osteria, begitu pun bernett juga mengendarai mobil ke osteria.
Mereka berdua tiba hampir bersamaan, tapi taxi candice lebih duluan. Saat mobil bernett sampai ia melihat candice berjalan ke pintu masuk restoran, seorang pria sudah menunggu di depan pintu..
Adalah Andreas lu.
Pikiran bernett langsung kacau dan expresi wajahnya dingin.
Candice berusaha menahan jijik melihat muka andreas , kalau bukan masalah ayahnya, ia tak sudi bertemu.
"Candice ,silahkan ikuti saya" kata andreas.
Bernett menyerahkan kunci ke satpam dan berjalan dengan langkah besar.
Candice mengangkat kepalanya, melihat siapa yang datang masuk ke lift.
Pria yang masuk adalah bernett gong.
Candice merasa kaget hingga hatinya bergetar.
"Tuan gong, kebetulan sekali" andreas terkejut bertemu bernett disini, apakah candice yang memanggilnya untuk datang bersama?
Andreas merasa sangat canggung dan tidak lagi bicara.
Andreas menekan lantai lima, bernett gong diam saja... pintu lift terbuka "Ding"
"Temanilah aku makan siang" bernett berkata pada candice.
Jantung candice berdebar, ia merasa gelisah dan bingung..tidak tahu harus menjawab apa.
"Tuan gong, mohon maaf, hari ini akulah yang mengajak candice makan bersama" andreas ikut percakapan.
"Kamu yakin, tidak mau makan siang bersamaku?" bernett ketus.
"Aku tidak punya waktu luang, untuk menemani kamu makan" setelah mengatakan itu candice menjauh dari bernett.
"Candice , aku tidak menyangka, kamu adalah wanita tidak punya prinsip dan sembarangan" bernett menyindir dengan tajam.
Pada saat ini candice ingin membalikkan badan dan mejelaskan dengan bernett, tapi setelah berfikir sejenak, untuk apa?
Bernett tampak murung dan suram ia pergi ke tempat temannya memesan tempat.
Wanita itu pantas mati,sungguh minta di hajar.
Candice begitu duduk langsung membuka obrolan."Apa yang ingin kamu katakan, cepat katakan, aku tidak ingin makan bersamamu"
"Candice ini adalah saatnya untuk makan, saat mengobrol tidak enak perut keroncongan" andreas tidak membiarkan pergi begitu cepat.
Selesai makan
"Katakan hal mengenai ayahku, kalau kamu membahas masalalu aku akan pergi" candice mengambil tasnya.
"Baik, kamu duduklah,mungkin kamu telah menduganya, kecelakaan mobil itu bukanlah kecelakaan biasa, merupakan kecelelakaan yang direncanakan seseorang."
__ADS_1
"Tapi... waktu itu sopir berkendara dalam keadaan mabuk"
"Memang benar dia mabuk,orang itu divonis masuk penjara delapan tahun, apakah kamu tahu orangnya sudah bebas tahun lalu?"